Poso, PPID – “Kita tidak boleh melupakan sejarah, karena sejarah menjadi pengalaman yang berharga untuk kita bisa bercermin agar langkah kita ke masa depan lebih baik dan lebih fokus terhadap rencana-rencana kita untuk membangun bangsa dan negara serta daerah sesuai harapan seluruh masyarakat/rakyat yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 tentang tujuan kita bernegara” Ujar Wabup Poso M. Yasin Mangun saat membuka kegiatan bedah buku Panglima Damai Poso KH. Adnan Arsal pagi tadi Sabtu, (22/01/2022) di Hotel Ancyra Poso.

Lanjutnya, bedah buku kita pada hari ini mengupas sejarah salah satu tokoh sentral penjaga perdamaian di Poso adalah Haji Adnan Arsal, panglima umat muslim Poso ini mengawal perdamaian di wilayahnya dengan melakukan kontekstualisasi jihad: dari yang semula mengangkat senjata menjadi jihad dengan mengangkat pena (pendidikan). Ia juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, sekalipun yang mengatasnamakan agama, hanya akan membuat umat sengsara.

Baca Juga :  Aksi Damai Bela Palestina Diterima Wabup Poso

Bagi Pemerintah daerah kegiatan bedah buku Panglima Damai Poso sangat penting dan strategis sebagai salah satu bentuk literasi tentang moderasi beragama khususnya di wilayah Kabupaten Poso yang masyarakatnya plural terdiri berbagai suku, agama dan budaya yang berbeda-beda sehingga potensi konflik komunal sangat terbuka. Maka disinilah peran dari para tokoh agama menjadi benteng utama yang dapat melindungi sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kebhinekaan serta pentingnya menjaga dan merawat toleransi antar umat beragama di Kabupaten Poso.

“Melalui salah satu pilar pembangunan daerah yaitu Poso Harmoni dan Tangguh, kami berupaya memberi penguatan dan dukungan kepada para Tokoh Agama, Para Imam, Para Pendeta dan mangku. Karena kami memahami peran strategis tokoh ini mampu memberikan pencerahan-pencerahan kepada masyarakat demi terwujudnya kehidupan masyarakat Poso yang Harmoni dan Tangguh bencana, sadar akan lingkungan berkelanjutan, toleransi dan damai.” Terang Wabup Yasin.

Baca Juga :  Rapat Persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Poso Ke-123

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso Drs. Makmur Muhammad Arief, M.Pd.i mengatakan dalam sambutannya bahwa diantara sekian banyak tokoh yang berperan aktif dalam menciptakan damai di Poso adalah KH. Muhammad Adnan Arsal, S.Ag yang merasakan langsung, mengikuti dan mengamati tahap demi tahapan dari satu perjanjian ke perjanjian damai lainnya. Sampai pada akhir beliau menawarkan dan mendorong pertemuan dua kelompok yang bertikai dalam meja perundingan yang dimediasi dikenal dengan Deklarasi Malino. Walaupun mungkin masih memiliki penafsiran dan penjabaran yang berbeda dalam setiap poin yang dalam perjanjian tersebut.

Kagiatan bedah buku ini juga menghadirkan langsung penulisnya Khoriul Anam, para narasumber Kapolres Poso AKBP Rentrix Riyaldi Yusuf, Islah Bahrawi, Rektor Unsimar DR Suwardhi Pantih, Pdt. Renaldy Damanik serta dihadiri Dandim 1307 Poso, Ketua MUI Poso, Ketua Sinode, Anggota DPRD Poso Muhammad Yusuf, para pejabat lingkup Pemda dan tamu undangan lainnya. (RUS)

KOMENTAR