Poso Kota – (14/02/2018) Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si menghadiri Deklarasi Tolak Politik Uang, Kampanye Hitam dan Politisasi Sara yang diselenggarakan oleh Panwaslu Kabupaten Poso bertempat di gedung PGRI. Deklarasi ini juga dihadiri oleh Waka Polres Poso, Dandim 1307 Poso, Perwakilan DPRD Poso, Perwakilan dari Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Poso dan beberapa partai politik. Diawal deklarasi tersebut dimulai dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panwaslu Kabupaten Poso Abdul Malik.

Dalam sambutannya Ketua Panwaslu Kabupaten Poso mengajak semua komponen bangsa khususnya para pemangku kepentingan pemilu untuk bersama-sama mewujudkan pemilu yang bersih, berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Dengan melakukan deklarasi tolak politik uang, kampanye hitam dan politisasi sara untuk Pemilu 2019 yang berintegritas. Melalui deklarasi ini kita hendak menyampaikan pesan kepada semua pihak bahwa penyelenggara Pemilu, Partai Politik, Pemerintah Daerah, Forum Pimpinan Daerah dan seluruh rakyat secara bersungguh-sungguh sepakat dan berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas tanpa praktik politik uang, kampanye hitam dan politisasi Sara, tegas Ketua Panwaslu Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Penyerahan Bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan

Kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Kapolres Poso yang diwakilkan oleh Waka Polres Poso Kompol I Gede Swara, mengajak seluruh komponen masyarakat terutama para penyelenggara Pemilu, pengawas pemilu dan peserta Pemilu atau partai politik agar bersama-sama menjaga supremasi hukum dengan baik agar dalam pelaksanaan Pemilu berjalan dengan aman dan tertib serta lancar. Selain itu Waka Polres juga mengajak komponen masyarakat dalam menyikapi permasalahan agar segera dikonsultasikan dan dikoordinasikan secara bersama-sama sesuai dengan kewenangan yang diberikan Undang-undang. Waka Polres juga mengingatkan tentang semakin santernya berita-berita hoax / informasi negatif di media sosial agar masyarakat jangan mudah terprovokasi yang bisa memecah belah persatuan ditanah Poso.

Baca Juga :  Bupati Darmin Mengikuti Studi Pemda/Kota di Amerika Serikat

Sementara itu, Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya mengajak semua pihak terutama organisasi politik yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk sepakat terciptanya Pemilu yang demokrasi dalam damai, adil dan sejahtera sebagaimana yang diharapkan bersama. Melalui deklarasi ini ditekankan tentang politik uang, kampanye hitam dan politisasi Sara yang ketiganya rawan jika diabaikan dapat menyebabkan perpecahan diantara masyarakat, oleh karena itu kita mempunyai tanggung jawab bersama dalam melakukan pengawasan agar hal tersebut tidak terjadi sehingga menghasilkan pemilu yang lebih berdemokrasi. Wakil Bupati juga mengajak agar partai politik bersama-sama ikut mendewasakan masyarakat dalam menyikapi segala bentuk isu-isu perpecahan agar masyarakat tidak terpengaruh / terprovokasi oleh ulah yang tidak bertanggung jawab. Diakhir sambutannya Wakil Bupati Poso menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Panwaslu yang telah mencanangkan deklarasi ini untuk kemajuan demokrasi yang lebih baik dan kiranya kita tetap satu dalam bingkai Sintuwu Maroso.

Baca Juga :  Kerja Nyata - Kerja Transparan menuju Pemerintahan yang CERDAS

Dilanjutkan dengan orasi singkat selama 3 menit dari beberapa partai diantaranya : Partai Golkar, Partai Demokrat, Perindo, PDI Perjuangan, Nasdem, Berkarya, PKS, PAN, Gerindra, PPP dan Garuda yang kesemua isi orasinya sangat mendukung langkah Panwaslu menggelar deklarasi bersama untuk menolak politik uang, kampanye hitam dan politisasi sara. Selanjutnya pembacaan Deklarasi Bersama Tolak Politik Uang, Kampanye Hitam dan Politisasi Sara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Poso serta diikuti seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi bersama dan diakhiri dengan pelapasan balon oleh Wakil Bupati Poso. (ES)

KOMENTAR