Kalemago, PPID – Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri. Msi, mengajak masyarakat khususnya petani jagung untuk menggunakan kesempatan dan peluang yang ada diterapkan oleh pihak BPTP Provinsi Sulteng dengan sistem kemandirian benih vub sebagai salah satu cara untuk lebih meningkatkan produksi petani jagung dan tidak takut dengan hasil produksi yang melimpah dan sistem pemasarannya ke depan. Petani sebaiknya konsen dengan bagaimana untuk meningkatkan produksi, bukan malah lebih dahulu takut produksinya/hasilnya akan dikemanakan.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Bupati Poso Ir Samsuri ketika melakukan panen jagung di atas lahan seluas tiga hektar, dari sepuluh hektar lahan tanaman jagung siap panen di Desa Kalemago Kecamatan Lore Timur Selasa (27/2). Kegiatan tersebut berlangsung dalam acara Temu Lapang & Panen Jagung Varietas Unggul, yang digelar oleh Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan BPTP Sulteng.

Wabup mengajak petani jagung untuk menggunakan kesempatan & peluang, doc by Armol Humas

Panen jagung tersebut merupakan hasil dari penanaman 200 kilo benih Varietas Bima 19 URI (Untuk Rakyat Indonesia), pada masa tanam kurang lebih empat bulan sebelumnya. Kegiatan penanaman jagung dilakukan dalam upaya mendukung UPSUS PAJALA Terintegrasi Perbenihan Jagung di Sulteng.

Baca Juga :  LKPJ Bupati Poso Tahun Anggaran 2018

Menurut Muhammad Abid sebagai penanggung jawab kegiatan, untuk satu hektar lahan ditanami dari 20 kiLogram benih yang merupakan perkawinan 5 kilogram benih jantan dengan 15 kilogram benih betina. Sehingga dari 10 hektar lahan yang ditanami jagung Varietas Bima 19 URI, membutuhkan 200 kilogram benih, yang didatangkan dari Balitsereal Maros Sulawesi Selatan. “Sengaja ditanam di hamparan luas, untuk membantu penyerbukannya,” jelas Abid.

Menurutnya, untuk dataran rendah membutuhkan waktu 115 hingga 120 hari sampai masa panen. Sedangkan untuk dataran tinggi membutuhkan waktu 150 hingga 155 hari. Dari 10 hektar lahan yang telah ditanami jagung, BPTP Sulteng akan berupaya melakukan perluasan lahan sekitar 50 hektar di kecamatan Lore Timur.

“Ke depan kami manargetkan lima puluh hektar lahan untuk penanaman jagung di Kecamatan Lore Timur. Untuk masa tanam berikutnya akan dilakukan pada bulan April atau Mei mendatang,” tambahnya.

Baca Juga :  KAJATI Apresiasi Kepemimpinan Darmin-Samsuri
Kabupaten Poso menjadi target pengembangan benih jagung varietas unggul, doc by Mitha

Dalam kegiatan tersebut, rangkaian acara dimulai pada pukul 09.30 pagi, dan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang dilanjutkan dengan memanjatkan doa syukur, oleh Pendeta Ida Krisna M Laweangi, S Pak. Sejumlah rangkaian sambutan turut disampaikan oleh Kepala Seksi Kerjasama BPTP Balitbangtan Sulteng,
Ibu Syamsia Gafur, mewakili Kepala BPTP Balitbangtan Sulteng. Serta Kepala Seksi Serelia, Arbit, SP MSi, yang hadir mewakili Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulawesi Tengah.

Karena pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai hasil kerjasama dengan Balitsereal Maros, Sulsel, Kepala Balitsereal Maros Sulsel diwakili Ahli Peneliti Utama Balitsereal Maros Sulsel Ir. Bachtiar, MS, juga memberikan penjelasan Teknis.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Poso Ir Samsuri MSi, mengaku sangat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihaknya bersyukur bahwa Kabupaten Poso menjadi target pengembangan benih jagung varietas unggul.

Baca Juga :  Bupati: "Program Pamsimas Dorong Peningkatan Ekonomi Pedesaan "
Panen jagung dari hasil penanaman 200 kilo benih Varietas Bima 19 URI

Menurut Wabup Samsuri, untuk mewujudkan keberhasilan harus berupaya dan bekerja sama. “Ada tiga kunci keberhasilan yang harus kita pegang, yakni disiplin, tegas, dan jujur,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai mitra Kementan, TNI khususnya di Kabupaten Poso selalu siap membantu program Kementan. Dandim 1307/Poso, Letkol Infanteri Dody Triyo Hadi yang dikonfirmasi menyatakan akan terus mendukung program UPSUS Pajala di Sulteng.

“Pada intinya Kodim 1307 Poso akan terus mendukung dan mendorong keberhasilan upaya khusus terhadap Padi, Jagung dan Kedelai untuk memajukan pertanian di Sulawesi Tengah pada khususnya, serta mencapai ketahanan pangan nasional pada umumnya,” tandas Letkol Dody.

Kegiatan yang juga dihadiri para camat, kades, Kapolsek, Danramil, anggota kelompok tani, serta warga masyarakat itu diakhiri dengan makan siang bersama, setelah diskusi dan tanya jawab dilakukan. (AS)

KOMENTAR