Poso, PPID – Bupati: “Seharusnya itu tidak perlu terjadi” Meskipun masa kepemimpinan duet Darmin-Samsuri yang masih seumur jagung, namun berbagai keberhasilan pembangunan menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Sebagai contoh, Dibidang pendidikan dan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar terus bergerak kearah perbaikan layanan dan index pengembangan manusia serta pembangunan sarana/prasarana semakin dirasakan sampai ke pelosok pedesaan.

Pemda sangat menyayangkan perbuatan pengrusakan aset Pemda oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, doc by Gita Humas

Di pusat Pemerintahan Kabupaten Poso pembangunan dan perbaikan infrastrukutur menjadi prioritas percepatan pembangunan untuk segera melakukan perubahan seirama dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks pula.Tak cukup sampai disitu, pembangunan non fisikpun seperti olah raga, seni budaya, dan pembinaan mental ideologi menjadi perhatian serius yang terus digalakan kesemua kalangan, sebab menurut Bupati Darmin semuanya harus berjalan seirama.

Tak ketinggalan para kawula muda Poso pun terus didorong dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat/minat untuk terus berkarya, yang kesemuanya itu pada gilirannya demi untuk kemajuan sekaligus mengangkat harkat dan martabat tana Poso dimata dunia. Namun sangat disayangkan Ditengah upaya untuk membangun tana Poso dengan semangat jumpa berlian mewujudkan Poso cerdas meraih Adipura, entah alasan apa, slogan Poso Kota Cerdas yang terletak diujung kelurahan Ranononcu untuk menghiasi pintu gerbang masuk kota Poso kembali dirusak oleh org yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah peristiwa yang ketiga kalinya untuk hal yang sama.

Baca Juga :  Proyek 6 Tahun "Lembah Mesale" Akan Tingkatkan Kesempatan Kerja

Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang dikonfirmasi via telpon sangat menyayangkan kejadian itu. Ia mengatakan seharusnya ini tidak perlu terjadi. Menurutnya, jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan termasuk program Poso Kota Cetdas, hendaknya dapat disampaikan secara terbuka dan proporsional, bukan dengan cara-cara yang tidak terpuji.

Pemerintah senantiasa terbuka kepada siapa saja/kelompok apa saja yang ingin menyampaikan aspirasi atau saran sejauh itu untuk kepentingan dan kemajuan tana Poso. Selama sekian puluh tahun kita tertinggal. Kini saatnya kita harus bangkit dan mengejar ketertinggalan itu untuk maju bersama melakukan perubahan secara cepat dan nyata. Kalau bukan kita orang Poso yang bangun Poso siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi? tegas mantan pasukan garuda 12 pengamanan Kamboja itu.

Baca Juga :  KEGIATAN 17-an PAMONA PUSELEMBA RESMI DITUTUP
Bupati meninjau langsung lokasi Slogan Poso Kota Cerdas, doc by Gita Humas

Karena itu ia berharap agar peristiwa ini adalah yang terakhir kali. Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan pembangunan bukanlah semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat yang mendiami tana Poso ini. Lagi pula tulisan slogan Poso Kota Cerdas bukan dibangun dengan dana pribadi, tetapi dengan uang rakyat sehingga otomatis menjadi milik rakyat yang harus dihargai.

Itulah sebabnya Bupati Darmin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut bertanggung jawab bersama memelihara, mengawasi setiap aset hasil pembangunan demi kemajuan bersama. Menyinggung tentang penilaian Adipura yang sudah di depan mata, Bupati Darmin mengaku tidak terganggu. Yang pasti, kita tidak boleh menyerah apalagi berhenti, tapi justru membuat kita lebih bersemangat untuk terus bekerja dan berkarya mengemban amanat rakyat demi kesejahtetaan dan masa depan seluruh masyarakat Bumi Sintuwu Maroso dimasa datang. (AS)

KOMENTAR