Lage, PPID – Usai melepas Tim Sepak Bola Kabupaten Poso yang akan mengikuti kompetisi PSSI Sepakbola Liga Tiga Nasional, Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu bertolak menuju Desa Tagolu Kecamatan Lage dalam rangka membuka secara resmi Acara Peringatan Hari Kebangkitan Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Tahun 2018 dengan tema “Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mendesak Pemerintah Untuk Mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Masyarakat Hukum Adat dan Mengakui Keberadaannya”.

Diawal kedatangannya Bupati Poso disambut meriah dengan alunan musik bambu oleh masyarakat Tagolu. Hadir dalam acara ini antara lain anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Umum Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, beberapa Kepala OPD, para Camat, para Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (25/04/2018)

Acara Peringatan Hari Kebangkitan Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara diselenggarakan di Gedung Serbaguna Desa Tagolu Kecamatan Lage. Acara dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Harian Perempuan Komunitas Lage oleh Ketua Umum Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Devi Anggraini.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan

Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Adat Pamona Poso khususnya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan Persekutuan Perempuan Amanda Pamona yang telah memberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan dalam acara yang penting dan strategis ini, untuk mengingatkan kita kembali terhadap kebangkitan perempuan Amanda Poso dalam berorganisasi dan berjuang mendapatkan hak-hak emansipasinya.

Hal ini terasa lebih strategis karena kita juga baru saja memperingati hari Kartini sebagai tokoh pejuang sekaligus awal kebangkitan dan emansipasi wanita Indonesia.

Bupati Poso juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Poso sangat merespon eksistensi Persekutuan Perempuan Amanda Pamona sebagai sayap organisasi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Amanda Poso yang terus bersinergi dan berjuang bersama dengan Pemerintah Daerah.

Membangun dan memajukan kaum perempuan adat pamona serta mempertahankan adat istiadat warisan leluhur yang mulia hingga sampai pada anak cucu kita dimasa yang akan datang. Kita harus bangga dan bersyukur bahwa adat dan budaya daerah yang kita miliki merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi khasanah daerah yang dapat menunjang dan mendukung budaya nusantara sebagai potensi bangsa dan daerah dalam kebhinekaan Indonesia.

Baca Juga :  Bupati : "Berikan aku 10 anggota HIPMI yang berkualitas, kita bangun & jadikan Poso yang berbeda!"

Selain itu Bupati Poso juga berharap dengan kehadiran Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Poso akan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan pembangunan dan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Bumi Sintuwu Maroso.

Diakhir sambutannya Bupati Poso mengucapkan selamat kepada segenap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Persekutuan Perempuan Amanda Pamona yang telah merayakan hari kebangkitan perempuan AMAN pada 16 April 2018. Semoga organisasi ini semakin eksis dan aktif didalam memperjuangkan dan memajukan hak-hak masyarakat adat peremuan didaerah ini demi mewujudkan masyarakat Poso yang Cerdas.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman yang diberikan Bupati Poso didampingi anggota FKPD dan Ketua Umum Perempuan AMAN untuk diserahkan kepada para Camat.

Sementara itu, Ketua Umum Perempuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara diawal sambutannya mengucapkan terima kasih karena sudah diterima menjadi bagian dari masyarakat Poso dengan menggunakan ikat kepala dan pakaian adat Poso. Selain itu Ketua Perempuan AMAN juga mengapresiasi kepimpinan Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu dan para jajarannya yang sudah memberikan ruang kepada perempuan untuk kemudian menunjukan eksistensinya yang dibeberapa tempat sangat sulit didapatkan.

Baca Juga :  Peresmian Kawasan Hunian Khusus Dusun Karawasa

Untuk itu Ketua Umum Perempuan AMAN juga mengajak perempuan-perempuan adat untuk mengunakan kesempatan ini untuk sama-sama saling menguatkan dan membangun kesadaran diri kita, bahwa kita mempunyai potensi yang besar untuk mencapai cita-cita kita. Selain itu Ketua Umum Perempuan AMAN juga berharap dukungan Pemerintah untuk mengesahkan Undang-undang perlindungan masyarakat hukum adat dan mengakui keberadaannya, selain itu juga tentang kesetaraan gender dan keadilan antara generasi.

Dengan begitu perempuan adat dan masyarakat adat dapat memberi kontribusi bagi pembangunan daerah poso dan akan semakin optimal ketika Pemerintah memberikan jaminan kepada perempuan adat dan masyarakat adat atas keberadaannya dan eksistensinya dengan seluruh pengetahuannya diberikan ruang oleh pemerintah sehingga bisa bersinergi dalam membangun Tana Poso yang lebih baik (Esan)

KOMENTAR