Tangkura, PPID – Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Badan Kesbangpol, Kabag Humas & Protokoler Setdakab Poso bersama Unsur Muspika Poso Pesisir Selatan meninjau langsung lokasi korban banjir di desa Tangkura Poso Pesisir Selatan, Kamis 26 April 2018. Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Desa Tangkura ini dikarenakan dari perombakan hutan secara besar-besaran di desa Tangkura, Dewua dan Malitu dimana yang melakukan pembalakan liar itu adalah masyarakat itu sendiri.

Bupati menegaskan bahwa pembalakan liar harus dihentikan, doc by Nofie Humas

Bupati Poso mengatakan dengan tegas bahwa pembalakan liar ini harus dihentikan. Masyarakat harus menyadari bahwa ilegal loging merupakan tindakan yang dapat menimbukan berbagai bencana seperti diantaranya adalah banjir bandang yang saat ini tengah dialami oleh warga masyarakat desa Tangkura. Esensi yang penting dalam praktik illegal logging yaitu perusakan hutan yang akan berdampak pada kerugian, baik kerugian dari aspek ekonomi, aspek ekologi maupun aspek sosial budaya. Oleh karena kegiatan tersebut tidak melalui proses perencanaan secara komprehensif, maka illegal logging mempunyai potensi merusak hutan yang kemudian berdampak pada perusakan lingkungan.

Dan hal ini juga dirasakan langsung oleh warga masyarakat sekitar dimana lahan-lahan perkebunan warga tersapu oleh banjir sehingga mengakibatkan gagal panen, hal ini diungkapkan oleh salah satu warga asli Desa Tangkura, Mohammad Hidayat. Dalam keterangan yang diberikan oleh Kepala Desa Tangkura Daud Marianto Laganda bahwa terdapat beberapa hewan ternak seperti sapi yang mati hanyut terbawa oleh derasnya banjir bandang yang datang menimpa Desa Tangkura yang dimulai dengan guyuran hujan pada pukul 18.00 wita Rabu 25 April hingga pukul 24.00 wita. Dan banjir ini pun dimulai pada pukul 21.00 wita dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa dan baru surut pada pukul 24.00 wita tengah malam.

Baca Juga :  Bupati Poso : " Keragaman Adat Budaya Sebagai Alat Pemersatu Bangsa"
doc by Nofie Humas

Bupati Poso yang turun langsung meninjau lokasi banjir seusai melepas secara resmi Rombongan Kafilah MTQ Kabupaten Poso yang akan mengikuti MTQ ke-27 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2018 di Kabupaten Morowali, pagi tadi 26 April 2018 di halaman Kantor Bupati Poso, menginstruksikan kepada Camat Poso Pesisir Selatan, Kapolsek serta Danramil di wilayah tersebut untuk secara cepat mengumpulkan semua tokoh-tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan serta tokoh-tokoh pemuda di wilayah Poso Pesisir Selatan untuk bersama-sama bergandengan tangan mencari dan mengusut tuntas oknum-oknum pembalakan liar di wilayah tersebut.

Mantan Kepala Departemen Operasi Pendidikan Komando Distrik Marinir ini juga memerintahkan kepada Kapolsek setempat agar segera menangkap pelaku-pelaku pembalakan liar serta menyita barang-barang untuk dijadikan bukti. “Lebih cepat, lebih baik !!” Karena musibah yang terjadi ini sebagian besar disebabkan oleh kegiatan penebangan kayu yang tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang, sehingga hal ini bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku dan dipandang sebagai suatu perbuatan yang merusak ekosistem hutan.

Baca Juga :  Ambransius Ma'it Menduduki PAW Anggota DPRD Kabupaten Poso 2014-2019
Seluruh Tenaga Pendidik bersama anak-anak sekolah membersihkan lokasi Sekolah Dasar Negeri 1 Tangkura yang dilanda banjir, doc by Nofie Humas

Bupati Poso juga memberi instruksi khusus kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar segera melakukan Komunikasi, Koordinasi, Kerjasama serta saling memberi Informasi (K3I) sesuai dengan pola kerja Darmin-Samsuri dalam mengatasi setiap permasalahan di Bumi Sintuwu Maroso terutama dalam menghadapi musibah banjir bandang di wilayah Tangkura ini bersama dengan OPD-OPD terkait seperti PUPR terkait normalisasi sungai, Satpol PP & Damkar untuk membantu para warga dalam membersihkan/menyemprotkan lumpur-lumpur yang masuk ke rumah-rumah ibadah maupun sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

Hal ini dilakukan secara cepat oleh Pemerintah Daerah agar keadaan masyarakat setempat bisa kembali pulih dan semua aktivitas warga seperti kegiatan sekolah dapat dilanjutkan kembali. Bupati Poso kembali menunjukkan keseriusannya dalam menyikapi masalah ini dengan mengunjungi setiap lokasi-lokasi korban banjir seperti di rumah-rumah warga, sekolah hingga jembatan gantung Tangkura yang putus dimana jembatan ini menghubungkan 3 desa yaitu Tangkura, Pantangolemba dan Padalembara.

doc by Nofie Humas

Kabupaten Poso adalah bumi yang dianugerahi dengan wilayah yang begitu subur dan kaya akan sumber daya alam. Namun, sangat disayangkan masih ada saja sebagian oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab tidak mampu dalam mengelola sumber daya alam tersebut secara efektif dan efisien, diantaranya dengan melakukan pembalakan liar.

Masyarakat hendaknya menyadari dampak terbesar dari ilegal logging ini adalah diantaranya hilangnya kesuburan tanah yang mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Hingga nutrisi dalam tanah mudah menguap. Selain itu, hujan bisa menyapu sisa-sisa nutrisi dari tanah. Oleh sebab itu, ketika tanah sudah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi hal yang sulit dan budidaya di lahan tersebut menjadi tidak memungkinkan. Selain itu juga mengakibatkan banjir dikarenakan hutan yang berfungsi sebagai penyerap air tidak dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi seperti yang terjadi di Desa Tangkura saat ini.

Baca Juga :  Bupati Ingatkan ASN Jaga Netralitas Menghadapi Pemilu 2019

Diakhir kunjungannya, Bupati Poso bersama rombongan kembali menyempatkan diri meninjau dari dekat aliran sungai Puna. Dalam kesempatan tersebut Bupati Darmin menjelaskan tentang curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Poso yang menyebabkan meluapnya sungai-sungai besar di wilayah ini salah satunya adalah Sungai Puna.

Bupati Darmin menyayangkan pengerjaan bronjong di Sungai Puna ini dimana tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso sehingga pengerjaan tersebut terlihat seperti tidak dibuat dengan baik. Melihat dari hasil konstruksi yang baru dibuat kurang lebih setahun yang lalu bronjong atau gabions tersebut sudah hancur. Hal ini dapat mengakibatkan luapan air Sungai Puna mengancam wilayah Bandar Udara Kasiguncu. Bupati berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pengerjaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak yang menggunakan uang rakyat baik itu menggunakan dana APBN maupun APBD untuk dapat memberikan yang terbaik sehingga hasil yang didapat tidak menjadi mubazir. (GP)

KOMENTAR