Tangkura, PPID – Bencana banjir yang melanda 3 lokasi berbeda yang ada di Kabupaten Poso yakni: Desa Panjo Kecamatan Pamona Selatan, Desa Watuawu Kecamatan Lage dan Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sontak menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu usai melepas secara resmi kontingen kafilah MTQ Kabupaten Poso yang akan mengikuti lomba MTQ Tingkat Provinsi Sulteng di Kabupaten Morowali pagi tadi kamis 26/4.2018, langsung bergerak meninjau lokasi banjir yang berada di Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan.

doc by Nofie Humas

Melihat kehadiran langsung orang No. 1 di Poso itu, warga pun secara bergantian menyalami seraya melaporkan berbagai kondisi yang terjadi disekitar pemukiman mereka. Melihat Bupati yang memasuki lokasi banjir dengan menemui warga yang sedang membersihkan rumah dan sekolah yang digenangi lumpur, suasanapun berubah menjadi tawa dan canda seakan tidak terjadi sesuatu. Warga kagum melihat tindakan Bupati Darmin yang datang tanpa memperhitungkan kondisi yang penuh dengan lumpur itu.

Bahkan mereka mengatakan, semangat kami langsung bangkit lagi melihat Bupati dengan cepat tanggap mengunjungi kami dan tidak tanggung-tanggung masuk ke lokasi yang penuh dengan genangan lumpur. Menurut penuturan salah seorang warga Muhamad Hidayat, bencana banjir sudah sering terjadi di wilayah itu, namun kejadian kali ini adalah yang terparah. Meskipun tidak memakan korban jiwa manusia, namun bencana banjir telah menghanyutkan paling sedikit 5 ekor sapi, puluhan ekor babi, kambing dan ayam serta sejumlah areal perkebunan padi dan jagung yang sudah siap panen.

Baca Juga :  Perayaan Hari Pekabaran Injil Pemuda Sinode GKST Ke-69 Tahun 2018 Klasis Pamona Utara di Jemaat Galilea Desa Leboni
doc by Nofie Humas

Selain itu banjir juga telah menghanyutkan 1 unit jembatan gantung yang menghubungkan tiga desa yakni: Padalembara, Taunca dan Tangkura. Sedangkan jumlah kerugian material sampai berita ini diturunkan, masih dalam perhitungan namun diperkirakan tidak kurang dari 300 juta rupiah. Sedangkan penyebab banjir menurut Mohamad Hidayat disebabkan karena makin maraknya pemalakan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di wilayah pegunungan Desa Tangkura, Sangginora dan Dewua.

Mendengar laporan warga, Bupati Darmin langsung memerintahkan Camat Poso Pesisir Selatan untuk segera melakukan rapat koordinasi dengan unsur tripika, kades, ketua RT, dan tokoh-tokoh adat/agama guna penyelesaian secara cepat dan meminta kepada aparat keamanan agar tidak ragu-ragu menindak setiap pelaku pemalakan liar yang telah mengakibatkan kerugian banyak orang. Bupati Darmin juga sangat menyesalkan hal itu terjadi karena ulah sekelompok orang yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan kehidupan orang lain.

Baca Juga :  Hidup Bersatu, Ajakan Bupati Darmin lepas Bapak Klasis Poso Kota
Bupati Poso meninjau Aliran Sungai Puna, doc by Nofie Humas

Ia berharap ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk ikut bertanggung jawab memelihara kelestarian hutan alam sekitar demi kenyamanan bersama. Usai meninjau semua lokasi bencana banjir, Bupati Darmin langsung memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Poso Masdian Mentiri yang saat itu ikut mendampingi untuk segera melakukan koordinasi dgn BPBD Provinsi Sulteng dan BNPB Pusat untuk segera melakukan tindakan tanggap darurat guna memberikan bantuan logistik kepada para korban bencana termasuk kebutuhan air bersih dan kebutuhan pokok lainnya.

Dan setelah pasca tanggap darurat itu, nantinya akan dilanjutkan pada tahap pemulihan yang meliputi pembangunan infrastruktur yakni pembangunan jembatan gantung, normalisasi sungai serta pemulihan fasilitas umum lainnya seperti Gereja, Mesjid dan Sekolah, sehingga aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar secepatnya berjalan kembali secara normal.

Baca Juga :  Bupati : Makna Natal Harus Menjadi Dorongan Bagi Umat Tuhan Untuk Bersatu Hati

Dalam perjalanan pulang usai meninjau lokasi bencana, Bupati Darmin menyempatkan diri melihat bronjong jembatan Puna yang hancur, padahal belum lama dibangun oleh Balai sungai dan jembatan dengan sumber dana APBN. Melihat kondisi itu, mantan Danyon marinir itu sangat menyesalkan kejadian itu. Ia menilai ini semua karena tidak adanya koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso. “Andaikan ini dikoordinasikan dengan baik, saya yakin kecil sekali kemungkinan akan terjadi kerusakan seperti yang ada sekarang” tegas Bupati Darmin serius. Karena itu dirinya kembali menegaskan perlunya prinsip K 3 I yaitu: Komunikasi, Koordinasi, Kerjasama dan keterbukaan Informasi, menjadi hal penting dalam setiap kegiatan pembangunan. Oleh sebab itu Ia berharap agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa, apalagi ini sudah pasti menggunakan biaya yang tidak sedikit. (AS)

KOMENTAR