Poso, PPID – Dihadapan ribuan pendeta yg mengikuti Konven Pendeta se-GKST Wakil Presiden Republik Indonesia Drs. H. Moh. Jusuf Kalla, mengapresiasi kondisi sosial masyarskat Poso khususnya di wilsyah Tentena yg jauh lebih baik dan harmonis dibanding 18 tahun yg lalu. Hal ini disampaikan Wapres ketika memberikan sambutan pada Konven Pendeta GKST yang berlangsung dibanua mpogombo Tentena rabu 25/7.2018. Ia menilai hal ini merupakan potensi besar dalam membangun Poso yg lebih maju kedepan, dimana peran tokoh agama/pendeta memegang peranan penting didalamnya.

Dirinya juga mengaku bangga sebab meskipun Kabupaten Poso memiliki beragam suku dan agama namun tetap hidup damai dan penuh keakraban, apalagi kesediaan warga Poso untuk melupakan masa kelam yg pernah dialami, tegas penggagas deklarasi malino itu. Karena itu peran gereja hendaknya tidak sekedar memikirkan pembinaan kerohanian bagi warga jemaat tetapi juga bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk warga gereja didalamnya.

Wapres berharap wilayah Tentena akan semakin maju dan berkembang, baik dari sisi kerohanian maupun di bidang pendidikan dan ekonomi. Sebelum meninggalkan kota wisata Tentena, Wapres Jusuf Kalla berkenan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit “Sinar kasih” Tentena serta meresmikan mesjid Jami Baitullah Tentena. Selanjutnya Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau PT Poso Energy, lokasi pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Poso, yang berada di bawah naungan Kalla Group. Kegiatan tersebut dilakukan Wapres dalam serangkaian agenda kunjungan kerjanya di Poso, Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Bedah Rumah dan Pembangunan Embung, Upaya Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Palapa

Di dampingi adik kandungnya Achmad Kalla, Wapres Jusuf Kalla bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, dan pejabat lainnya serta rombongan yang tiba dari Jakarta, meninjau area perkantoran, bendungan dan kincir air, yang terdapat di PLTA Poso Energy 1, yaitu salah satu bisnis dibidang energy yang berada dibawah naungan Kalla Group.

PLTA Poso Energy merupakan sumber listrik terbesar di pulau Sulawesi. Memiliki total kapasitas daya 540 mega watt, dengan menggunakan sumber daya air sungai Poso, yang berada di Desa sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso. Saat ini, PLTA Poso Energy telah mengoperasikan aktifitas produksi listrik melalui energy air sebesar 180 mega watt, yang dialiri ke beberapa Kabupaten di Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kawua

Kedatangan Wapres Jusuf Kalla di perusahaan pembangkit listrik tersebut, merupakan yang kesekian kalinya dilakukan sebagai salah satu pemilik perusahaan raksasa yang berada di bawah naungan Kalla Group.

Selain meninjau PLTA Poso Energy, Wapres Jusuf Kalla juga melakukan peletakan batu pertama Rumah Sakit Sinar Kasih Tentena, penandatanganan prasasti Masjid Jami Baitullah Tentena, hadir sebagai pembicara di hadapan seribuan pendeta dalam acara Konvensi Pendeta GKST, Grand Opening Poso City Mall dan Ancyra Hotel, peresmian auditorium serta penutupan peringatan 10 tahun pondok pesantren modern Darussalam Gontor Kampus 13 dan Kampus Putri 6 Ittihadul Ummah di Poso.

Sementara itu, Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn.) Darmin Agustinus Sigilipu disela-sela kunjungan Wapres mengatakan, kunjungan Wakil Presiden di Poso memberikan nilai tambah serta membawa manfaat yg sangat besar bagi kemajuan pembangunan secara menyeluruh, baik secara fisik maupun dalam kaitannya dgn pembangunan manusia seutuhnya. Karena itu melalui kunjungan orang no2 di Indonesia itu bupati Darmin berharap kiranya menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah bersama seluruh masyarakat untuk terus berjuang menata kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Perayaan HUT Kota Poso Ke-123

Rombongan Wapres yang bertolak dari Bandara Kasiguncu sekitar pukul 18.50 wita dengan menggunakan pesawat kepresidenan itu sekaligus mmbuktikan bahwa saat ini telah dapat dilakukan penerbangan malam melalui bandar udara Kasiguncu yg saat ini utk sementara memiliki panjang landasan pacu (Runway) 1.800 meter dan menurut bupati akan terus dilakukan pengembangan hingga mencapai 2.400 meter. Ia juga berharap kedepan akan bisa diikuti oleh pesawat komersil lainnya yg melayani rute melalui Bandara Kasiguncu. (AS)

KOMENTAR