Kasiguncu, PPID – Ibadah Raya Guru Pendidikan Agama Kristen dilaksanakan di Gereja Jemaat GKST Bethesda Kasiguncu. Kegiatan ini adalah yang perdana dilakukan dan digagas oleh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Bimas Kristen. Ibadah ini mencakup guru-guru Pendidikan Agama Kristen yang ada di wilayah Poso Pesisir Bersaudara, Poso Kota Bersaudara dan Lage, mulai dari guru SD, SMP sampai guru SMA. (30/08/2018)

Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Pendeta Jemaat, serta dihadiri oleh para guru-guru Pendidikan Agama Kristen yang berasal dari 3 Kecamatan (Poso Kota, Poso Pesisir dan Lage).

Sambutan dari tuan rumah pelaksana, Ni Wayan Darmis, S.Th (Guru Pendidikan Agama Kristen pada SMPN 3 Poso Pesisir Utara, Desa Kilo) menyampaikan suatu kehormatan bahwa kegiatan ini dipercayakan kepada kami sebagai tuan rumah. Puji syukur atas penyertaan Tuhan, sehingga kita semua guru-guru Agama dapat dikumpulkan ditempat ini. Kehadiran Bupati Poso menjadi motivasi bagi kami untuk selalu menjalin kebersamaan dalam satu tugas untuk membentuk karakter bangsa. Karena tanpa sentuhan Agama (Agama manapun), maka suatu peradaban tidak akan berjalan baik. Generasi yang nantinya akan menjadi pengganti kita dimasa datang, harus mendapatkan pembimbingan dan pengajaran mulai dari saat ini, membekali dengan pemahaman Agama yang baik, agar dapat menciptakan generasi muda siap pakai dan mengutamakan kebersamaan, keadilan serta menumbuhkan sikap peka terhadap sesama.

Sambutan Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Pdt. Martinus. Sebagai guru Agama Kristen, harus dipahami bahwa dalam melaksanakan tugas itu adalah sebagai Panggilan Iman. Karena jika kita merasa hal tersebut sebagai panggilan iman, maka tidak ada yang akan menjalankan tugasnya dengan kesungguhan hati. Saat ini, kami telah melakukan berbagai macam terobosan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Agama Kristen di Kabupaten Poso. Karena harus diakui bahwa kita masih tertinggal jauh dengan model pendidikan yang lain. Kami mendukung seluruh program Pemerintah Daerah. Karena sebagai guru, kami diikat oleh sebuah sistem yaitu: ASN. Direncanakan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan minimal 3 bulan sekali. Karena hal ini untuk peningkatan spritualisme dan menjadi sarana bagi para Guru Agama Kristen untuk berkumpul, saling mengenal dan berbagi pengalaman.

Baca Juga :  Tabligh Akbar membawa Berkah

Sebelum memberikan sambutan. Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu memberikan salam “Poso Cerdas, Selamat Sore” dan dijawab oleh seluruh jemaat “Sore. Sore, sore, Maroso…!!!”. Bupati menyampaikan bahwa ini adalah yel-yel kita sebagai penyemangat dalam melakukan segala aktifitas serta menunjukkan jati diri kita sebagai orang Poso.

Bupati Darmin melanjutkan, bahwa hal utama dalam kehidupan yang dapat memajukan kita adalah dengan menghargai waktu. Syukur bahwa kegiatan saat ini dapat berlangsung dengan tepat waktu. Guru adalah yang membentuk karakter anak-anak, karakter Bangsa. Sebagai guru Agama, harus dapat memberikan bekal kepada para murid untuk memiliki karakter Iman sebagai anak-anak Tuhan. Tanpa iman, maka niscaya suatu keberhasilan bisa diraih. Yakinlah Tuhan ada bersama-sama kita. “Dimana ada satu atau dua orang berkumpul dalam namaKu, disitu pasti aku ada”.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Poso memberikan kesempatan kepada para guru untuk bercerita tentang hal yang menjadi kendala, agar dapat ditemukan solusi bersama. Pertanyaan yang ditanyakan mencakup bagaimana bagi kami untuk dapat memiliki Buku K-13, sehingga dapat digunakan untuk bahan ajar kepada siswa. Keberadaan ruang kelas untuk pelajaran Agama Kristen bagi SD, jika disatukan untuk ibadah belum memiliki tempat yang layak, karena yang dipakai bukan ruang kelas seperti pada umumnya. Masalah kenaikan pangkat yang tidak bersamaan dikeluarkan, karena sepertinya ada yang lebih diutamakan dan ada yang tidak karena menunggu lama.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan di Sekitar Keberagaman Yang Menyatukan

Bupati Poso menjawab: untuk kekurangan kelas yang dimaksud, dalam waktu dekat ini akan dilakukan peninjauan bersama Dinas P & K, sekiranya dapat dibantu pembangunanya di tahun 2019 dengan melihat lahan yang ada disekolah dan bisa dibangun satu ruangan untuk Agama. Sementara untuk kenaikan pangkat, merupakan kasuistik dan akan memanggil kepala BKD untuk menanyakan hal ini. Sekretaris P&K menambahkan sebagaimana arahan Bupati Poso, bahwa pada waktu penyerahan berkas kenaikan pangkat, akan melihat angka kredit. Selanjutnya akan ke BKD sampai SK keluar dan apabila ada kekurangan yang harus dilengkapi maka akan ada informasi kepada yang bersangkutan. Menurut Bupati, jika ada oknum yang melakukan punggutan liar maka akan langsung mendapatkan tindakan.

Selanjutnya untuk guru-guru tingkat SMP, menanyakan mengenai buku K-13 khususnya mata pelajaran Agama Kristen dan keberadaan ruang kelas yang membutuhkan rehabilitasi. Belum memiliki no. NUPTK karena menyulitkan saat mengikuti tes Guru Agama Kristen.

Bupati Poso menjawab: bahwa seperti para guru yang mengajar di tingkat SD, di SMP juga kami akan melakukan hal yang sama bagi perbaikan gedung dan pembuatan pagar sekolah. Menurut aturan Permenpan 2016, guru yang diangkat dibawah pangkat golongan 3a/guru pertama maka belum akan mendapatkan NUPTK. Strategi yang harus ditempuh adalah mengupayakan S1, sementara untuk pemgangkatan K2 yang pengangkatannya SMA, maka tidak langsung disesuaikan. Harus ada SK jabatan guru, dan solusinya adalah harus mengikuti penyesuaian ijazah.

Baca Juga :  Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja Kibaid Jemaat Poso

Guru SMA bertanya, bahwa banyak siswa yang berasal dari tempat jauh dari sekolah. Sementara untuk pengantaran pulang, tidak sampai pada desa terjauh (Tampemadoro) hal ini juga menyebabkan banyak siswa yang terlambat untuk datang ke sekolah, sehingga harap untuk bisa diperpanjang jarak antarnya. Disamping itu juga ruangan tempat ibadah dan tempat pembelajaran untuk Agama Kristen belum tersedia.

Bupati Poso menjawab: akan diupayakan kendaraan lain yang dapat mengangkut para siswa untuk saat ini dan ke depan akan diupayakan bus sekolah yang baru, sehingga masalah ini dapat teratasi. Untuk keberadaan unit yang rusak, sebisanya akan diperbaiki. Keberadaan ruang ibadah dan belajar di SMA merupakan kewenangan Provinsi untuk pengelolaannya. Namun melalui Pemda Poso, Sekolah dapat memasukan proposal agar melalui DAU dapat di prioritaskan pembangunannya.

Ketua Bimas Kristen menambahkan, bahwa ini adalah hal yang luar biasa Bupati memberikan ruang untuk curhat. Sehingga kita semua dapat dengan gamblang menceritakan keluh kesah sebagai Guru Agama.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati Poso mempersembahkan sebuah Pujian ” Hidup ini Adalah Kesempatan” dan mengajak seluruh Jemaat untuk menyanyikannya. (BP)

KOMENTAR