Tonusu, PPID – Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu datang langsung ke Desa Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba untuk melihat dan mengecheck keberadaan masyarakat serta kondisi yang beredar secara viral di masyarakat Kabupaten Poso terkait Gempa Bumi yang melanda wilayah Pamona Puselemba pada Sabtu 20 Oktober 2018 pukul 13:21 Waktu Indonesia Bagian Tengah yang berkekuatan 4,6 SR dengan lokasi 1,73 LS – 120,53 BT (darat, 13 kilometer arah barat Tentena) dengan kedalaman 11 kilometer dan pada pukul 17.27 Waktu Indonesia Bagian Tengah dengan kekuatan 3,9 SR.

Bupati Poso yang baru saja tiba dari Jakarta seusai menerima hibah barang milik negara dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Kamis 18 Oktober 2018 di Jakarta, berupaya untuk datang secara khusus beribadah bersama-sama dengan warga masyarakat GKST Tiberias Tonusu pada Minggu 21 Oktober 2018. Bupati Darmin yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Kepala Bagian Humas & Protokoler Setdakab Poso ini datang ke wilayah ini sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Daerah kepada masyarakat terkait dengan isu yang beredar di kalangan masyarakat pasca gempa yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga :  Pendampingan Optimalisasi PAD & Manajemen Aset Daerah oleh KPK RI
Bupati Poso berkomunikasi langsung dengan masyarakat bersama camat, kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama, doc by Gita

Menurut kesaksian Kepala Desa Tonusu bahwa masyarakat mulai mengungsi di wilayah perbukitan (daerah perkebunan) yang tidak jauh dari desa setelah gempa kedua terjadi. Karena berita-berita hoax yang beredar dan trauma akan peristiwa gempa Palu yang terjadi beberapa waktu yang lalu sehingga masyarakat mulai panik dan berlarian menuju ke daerah yang lebih tinggi. Hal yang sama juga terjadi di Desa Taipa saat Bupati Poso mengunjungi desa yang berada tidak jauh dari Bukit Padamarari ini dimana seluruh masyarakat panik meninggalkan rumah dan berlarian untuk menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih tinggi.

 

Bupati Darmin yang dalam sehari itu mengunjungi 4 desa yaitu Tonusu, Taipa, Wera dan Leboni ini berkomunikasi atau kontak langsung dengan masyarakat bersama camat, kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama untuk menenangkan masyarakat serta memberikan keterangan yang benar terkait gempa bumi yang terjadi. Maraknya berita-berita hoax yang beredar seringkali membuat masyarakat merasa cemas dan panik dalam menghadapi gempa bumi oleh karenanya Pemerintah Daerah kembali menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengecheck kebenaran setiap berita yang beredar terkait dengan gempa yang terjadi kepada pihak-pihak yang berwenang seperti BMKG.

Baca Juga :  Dengar Pendapat DPRD dan PEMDA Poso, James Salarupa: "K2 Adalah Persoalan Lama , Jadi Beban Pemerintah Sekarang "

 

Bupati Poso menginstruksikan kepada Pimpinan-Pimpinan Desa serta tokoh-tokoh agama yang berperan sangat penting dalam masyarakat supaya dapat menenangkan warga dengan selalu mengklarifikasi terlebih dahulu setiap berita yang beredar. Hal ini ditujukan agar supaya masyarakat tetap tenang dan tidak mudah termakan berita-berita hoax yang menyebar sehingga merugikan masyarakat itu sendiri. Kejadian yang dialami oleh sebagian warga di wilayah Pamona Puselemba dan Pamona Barat ini awalnya berasal dari berita-berita tidak benar tentang adanya bencana besar yang akan datang melanda daerah-daerah di seputaran / pinggiran danau.

Bupati Poso sambangi langsung wilayah gempa 4,6 SR, doc by Gita

Namun setelah melihat langsung kondisi wilayah desa-desa di tepian Danau Poso ini dimana tidak terdapat kerusakan-kerusakan rumah maupun wilayah yang terendam air seperti yang diberitakan, Bupati Darmin mengunjungi satu per satu tempat pengungsian warga dan kembali menenangkan sejumlah warga yang masih berada di tempat pengungsian dan enggan untuk kembali ke rumah. Adapun berita-berita yang mengatakan bahwa desa Tonusu terendam banjir maupun isu bencana besar terjadi di sejumlah daerah pinggiran danau adalah berita hoax. Dalam kunjungannya ke setiap tempat-tempat pengungsian di wilayah Pamona Puselemba dan Barat ini Bupati Poso menemukan beberapa pengungsi Palu yang sakit sehingga Ia kembali menginformasikan kepada para pengungsi bahwa saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Poso memberikan pengobatan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah Poso kepada para pengungsi Palu.

Baca Juga :  Suka Cita Besar Bagi Tanah Sintuwu Maroso. Kunjungan Kerja RI 2 Di Kabupaten Poso

 

Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait dengan bencana, bertanggungjawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, melindungi masyarakat dari ancaman bahaya bencana serta melaksanakan tanggap bencana dan hal ini pula yang telah dilakukan Pemerintahan Darmin-Samsuri. (GP)

KOMENTAR