Morowali Utara, PPID – Penyerahan Tulisan Adat “POTUTUA ADA MPORONGO PAI ADA MPOBOTUSI TO PAMONA MALULU ADA LAMUSA” disaksikan oleh 2 Pimpinan Daerah Bupati Poso dan Bupati Morowali Utara bertempat di Desa Lee Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara, Jumat 2 November 2018. Atas kerjasama dan koordinasi yang baik, walaupun lokasi kegiatan berada di Kabupaten Morowali Utara namun dapat mempertemukan 2 Kepala Daerah Kabupaten yang memiliki sejarah yang sama.

 

Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang memboyong sejumlah Pimpinan OPD seperti Kepala Dinas Sosial, Kesehatan, PUPR dan Nakertrans ini mengaku bangga serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada para tokoh adat yang diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Kabupaten Poso ini yang telah mendukung serta mensupport pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu upaya bersama dalam menggali kembali dan melestarikan adat leluhur. Bupati Darmin secara kompak datang bersamaan dengan Bupati Morowali Utara Ir. Aptripel Tumimor, MT ini disambut dengan upacara adat lewat pengalungan enu kalide dan pepamongoka.

Baca Juga :  Festival Danau Poso Ke-21 dan Festival Budaya Daerah Ke-12
Penyerahan Buku Potutua Ada Mporongo Pai Ada Mpobotusi To Pamona Malulu Ada Lamusa, doc by Gita

Keharmonisan serta hubungan yang baik antar kepemimpinan dua daerah ini menunjukkan bahwa kedua daerah ini tetap memiliki hubungan emosional yang kuat, baik dari segi budaya, adat istiadat maupun dari sudut pandang sejarah perkembangan daerah Kabupaten Poso. Itulah sebabnya kehadiran Bupati Poso di wilayah Morut ini merupakan bukti konkrit adanya pertalian daerah yang tidak bisa disangkal atau dipisahkan dari kehidupan masyarakat Pamona yang ada di wilayah Morut.

 

Melalui momentum penyerahan makalah adat/ peraturan dan tata cara adat istiadat anak suku lamusa palande ini menjadi sejarah baru dalam masyarakat modern Pamona di dalam mengaktualisasikan kembali karya-karya masyarakat adat baik dalam komunitas masyarakat adat maupun dalam personal / individu masyarakat adat, sehingga budaya-budaya luhur masyarakat adat Pamona semakin dikenal masyarakat luas serta lebih memiliki nuansa kharisma tersendiri yang terus dipertahankan dan dapat menjadi panduan bagi generasi yang akan datang. Masih dalam sambutannya Bupati Darmin juga mengatakan bahwa dengan adanya buku tata cara atau panduan adat istiadat Pamona ini bukan berarti masyarakat adat Pamona tertutup dengan adat istiadat ataupun peradaban lainnya melainkan justru melalui pengembangan dan pelestarian adat ini diharapkan lebih memahami dan menghargai antar budaya sekaligus dijadikan alat pemersatu tanpa harus mempermasalahkan perbedaan yang ada.

Baca Juga :  Kukuhkan Barisan Pemuda Adat, Bupati Darmin Resmikan Gedung Pakambia

 

Sementara dalam sambutan Bupati Morut juga berterima kasih kepada para penulis buku ini  karena sesungguhnya wilayah Morut yang merupakan cucu dari Kabupaten Poso dimana sebagian wilayahnya ditinggali oleh rumpun adat Pamona sangat menginginkan keberadaan buku atau tata cara ini guna kelancaran pelaksanaan ritual-ritual adat pamona yang diselenggarakan di wilayah Morut. Ia juga mengapresiasi hubungan harmonis yang tercipta antara Poso – Morowali tentunya tidak lepas dari peran Pimpinan Daerah itu sendiri. ‘

Momentum penyerahan makalah adat/ peraturan dan tata cara adat istiadat anak suku lamusa palande menjadi sejarah baru dalam masyarakat modern Pamona, doc by Gita

Sebelumnya acara diawali dengan Pengkuhan sejumlah majelis adat dan Penyerahan Buku dari Koordinator Penulisan Buku Potutua Ada Mporongo Pai Ada Mpobotusi To Pamona Malulu Ada Lamusa oleh S. Mowidu, B.Sc kepada Pengurus Lembaga Adat Pamona Poso (LAPPOS) Yan Edward Guluda, SH, MH dan selanjutnya dari LAPPOS menyerahkan kepada masing-masing Bupati Poso dan Morowali untuk diserahkan kepada ketua-ketua majelis adat desa dan kecamatan di tiap Kabupaten.

Baca Juga :  Festival Lembah Lore, Merajut Tradisi - Melestarikan Alam

 

Masyarakat adat Pamona sejak dahulu memang dikenal sebagai orang yang sangat memegang teguh dan menghormati adat leluhurnya meskipun berada di luar daerah Kabupaten Poso. Oleh karenanya masyarakat adat desa Lee yang berada di wilayah Kabupaten Morut ini menjadi salah satu bukti konkrit bahwa rumpun adat Pamona tetap mempertahankan tradisi luhur warisan adat sehingga Pemerintah Daerah tetap mendukung dan menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan lembaga adat ini. (GP)

KOMENTAR