Pamona Barat, PPID – Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, Yan Edward Guluda, SH., MH yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Adat Kabupaten Poso, Pdt. James Salarupa, S.Th (mewakili FKPD), Kadis P dan K, Kadis Perhubungan, Kadis Sosial dan Kadis Dukcapil serta Staf Ahli Bidang Hukum Plt. Kadis Pariwisata, menghadiri Musyawarah Adat Lembaga Adat Pamona Poso Kecamatan Pamona Barat sekaligus melantik dan mengukuhkan Pengurus Harian Komunitas Ratontinimbo yang dilaksanakan di Desa Taipa Kecamatan Pamona Barat, jumat (25/1.2019). Dihadiri pula oleh Camat Pamona Barat beserta Unsur Tripika, Kepala Desa Taipa bersama para Kepala Desa yang ada di Kecamatan Pamona Barat serta jajarannya dan para anggota AMANDA yang berasal dari (Desa Taipa, Owini, Uranosari, Salukaia, Meko dan Desa Toinasa) serta tokoh adat, tokoh masyarakat dan para undangan.

Ketua Lembaga Adat Pamona Kecamatan Pamona Barat, Marten Kaladu menyampaikan dalam laporannya, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Poso terlebih atas segala upaya yang telah dilakukan untuk pembangunan di Kabupaten Poso khususnya di Desa Taipa yang telah di rasakan sampai saat ini. Bupati Poso telah menghadirkan Mentri Pemuda dan Olah Raga untuk berkunjung ke desa kami, suatu kebanggaan yang luar biasa, ujarnya. Kami sangat mendukung segala hal yang dilakukan oleh Pemda untuk kemajuan daerah kami. Taipa adalah desa tua hampir 100 tahun usianya, merupakan tempat wisata yang menarik karena terletak persis dipinggiran Danau Poso, tambah Marten. Sedangkan tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengokohkan adat yang sudah hadir sejak dahulu kala, sehingga mampu menjadi pengayom dalam kehidupan bermasyarakat .

Baca Juga :  Buka Lomba Drum Band, Bupati Darmin : Masyarakat Kota Poso Juga Butuh Hiburan

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Pamona Kabupaten Poso, Yan Edward Guluda dalam sambutannya antara lain mengatakan, pengukuhan ini dimaksudkan agar para pengurus mampu menjadi pemandu terhadap aktifitas adat ditengah masyarakat. Perkembangan jaman sekarang ini, mengakibatkan banyak perubahan ditengah masyarakat yang terbawa dari luar. Apalagi Posisi Kabupaten Poso yang berada ditengah-tengah dari berbagai Provinsi di Sulawesi. Banyak budaya yang sudah terkikis dan saat inilah yang paling tepat untuk kembali menguatkan. Contoh kecil saja dalam hal penghormatan, para anak muda sudah enggan menyapa kepada orang yang lebih tua. Penyebutan siko dan komi (engkau, kamu atau anda) , dua hal yang sama namun tidak dapat digunakan kepada semua orang. Penyebutan bagi orang yang lebih tua, harus dengan komi.

Sementara kalau yang tua kepada yang lebih muda, menggunakan siko. Tidak boleh terbalik, kenyataannya saat ini banyak yang keliru, olehnya dengan adanya Perempuan AMANDA Pamona akan semakin mempertegas keberadaan adat yang harus dijunjung tinggi. Demikian juga untuk penggunaan tutup kepala, siga (yang digunakan oleh pria), tali bonto (yang digunakan oleh wanita) dan ada juga yang disebut dengan tali. Banyak modifikasi yang dilakukan terhadap atribut adat tersebut, namun yang harus diperhatikan adalah keasliannya, itulah yang seharusnya digunakan. Penggunaan bahasa Pamona dalam percakapan sehari-hari mestinya dikenal oleh siapa saja, untuk memudahkan komunikasi terlebih dalam hal adat.

Baca Juga :  Masyarakat Adat : Mendukung Sepenuhnya Program Pemerintah Darmin-Samsuri

Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Adat Pamona yang senantiasa menjaga dan memelihara kelestarian adat dan Budaya Leluhur sampai dengan saat ini diseluruh wilayah kedaulatan Adat Pamona bahkan sampai ke Kabupaten Morowali Utara. Desa Taipa merupakan desa percontohan untuk kegiatan adat, sehingga menjadi potensi wisata yang patut dikembangkan. 
Untuk mengoptimalkan perjuangan masyarakat adat Pamona melalui karya-karya yang nyata, tentu butuh suatu tekad serta tujuan yang sama membawa lembaga ini untuk tetap eksis dan matang dalam mengembangkan misi luhurnya sebagai perekat Bangsa, yang selanjutnya dituangkan dalam program kerja, kata bupati.

Ditambahkan, Lembaga adat yang telah terbentuk didaerah ini memiliki kapasitas dan peran yang strategis sebagai ruang komunikasi antara pemangku-pemangku adat khususnya diwilayah Pamona Barat. Amanda juga tidaklah sekedar sebagai simbol perhimpunan Budaya/Adat Istiadat dengan sejumlah aturan dan norma yang berlaku dimasyarakat, tetapi lebih dari itu, menjadi simpul untuk menyatukan berbagai perbedaan sebagai suatu kekuatan Bangsa dan Daerah. Hal ini penting kata bupati, sebab meskipun kita datang dari berbagai suku, ras etnis dan lain sebagainya, namun kita semua diarahkan dalam satu pandangan dan persepsi yang sama akan pentingnya menghargai dan menjunjung tinggi adat istiadat (pamona Poso red) tanpa harus mengabaikan adat istiadat lain yang di tana Poso. Karena itu bupati Darmin berharap agar Sinergitas antara Aliansi Masyarakat Adat Pamona dengan Pemerintah Daerah sangat diperlukan guna memperkuat suatu tatanan kehidupan masyarakat dalam keikutsertaannya dibidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga :  Molapa Baula, Membangkitkan Kembali Adat Warisan Leluhur

Hal ini penting sebab tanpa penguatan yang sifatnya mengakar maka masyarakat kita akan mudah dipengaruhi oleh pendekatan-pendekatan lain yang sifatnya temporer demi mencapai tujuan tertentu. Apalagi saat ini kita berada diambang pesta demokrasi yang mau tidk mau masyarakat diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Kondisi ini perlu menjadi tanda awas bagi kita untuk merapatkan barisan demi terwujudnya kabupaten Poso yang damai, adil dan sejahtera, didukung sumber daya manusia yang andal dan bermartabat, tegas bupati. Dikatakan, kekayaan adat budaya pamona Poso yang terus menguat ditengah derasnya arus globalisasi teknologi komunikasi dan informasi, merupakan kebanggaan daerah yang harus dipertahankan bersama adat dan budaya nusantara lainnya. Keberadaan budaya tidak harus dipandang sebagai suatu tantangan, melainkan justru menjadi kekayaan khasanah daerah sebagai potensi bangsa yang mempersatukan dalam kebhinekaan Indonesia. Pada kesempatan itu bupati Darmin juga menyerahkan sejumlah e-ktp-el kepada camat Pamona Barat umtuk diteruskan kepada masyarakat. Sebelum meninggalkan desa Taipa, bupati berkenaan melihat langsung kegiatan perekaman e-ktp-el yang dilaksanakan Dinas Dukcapil kab. Poso. Ia berharap kegiatan perekaman terus dilakukan untuk memastikan agar seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu yang datang. (BA)

KOMENTAR