Lengkeka, PPID – Sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 19 Ayat 3 menyatakan bahwa peserta Musrenbang Kecamatan sekurang-kurangnya terdiri atas unsur Pemerintahan Desa / Kelurahan, Lembaga Masyarakat Desa, Organisasi sosial / kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan Tokoh Masyarakat setempat didampingi oleh Aparat Pemerintah Daerah dengan melibatkan peran serta perempuan, hal ini menunjukkan pentingnya peranan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, karena masyarakat adalah subyek sekaligus obyek pembangunan itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus SIgilipu saat memimpin pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Cluster III Tahun 2019 Kecamatan Lore Selatan dan Barat, Jumat 15 Februari 2019 bertempat di Balai Desa Lengkeka Lore Barat.

Pembangunan Perdesaan Sesuai amanat UU No. 6 Tahun 2014, memang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa dengan cara mendorong pembangunan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Dalam upaya Pemerintah Daerah mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, sesuai dengan instruksi Presiden bahwa pembangunan dilakukan mulai dari desa sehingga dilaksanakan percepatan pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota melalui pembangunan kawasan perdesaan dan memberikan bantuan langsung berupa dana desa” ungkap Bupati Darmin

Baca Juga :  Disiplin ASN Meningkat, Bukti Kekompakan Darmin - Samsuri

Dalam rangka implementasi undang-undang tersebut semua desa telah mendapat Alokasi Dana Desa (ADD) yang berasal dari 10% dana perimbangan dalam APBD dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) ditambah Dana Desa yang berasal dari transfer Pemerintah Pusat yang jumlahnya terus bertambah dimana tahun 2019 ini rata-rata mencapai 1,5 milyar per desa. “Maka masyarakat bersama Pemerintah Desa dapat memanfaatkan alokasi dana dalam melaksanakan pembangunan sesuai kebutuhan dan potensi desanya masing-masing. Oleh karenanya bantuan langsung ini tentu menuntut tanggung jawab moral dan administrasi dari perangkat desa dan masyarakat untuk memakai dana tersebut dengan sebaik-baiknya dan pada porsinya.” Tegas Bupati Darmin.

Rangkaian Musrenbang Kecamatan sebagai suatu proses dalam penyusunan dokumen RKPD Tahun 2020 yang berpedoman pada visi misi Pemerintah Daerah memerlukan koordinasi antar instansi Pemda dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan. Sehingga dalam Musrenbang Cluster III ini beberapa hal yang diajukan oleh warga Lore Barat pada bidang infrastruktur diantaranya seperti rehab jembatan gantung desa Kolori, normalisasi sungai lariang desa Tomehipi, dan pembangunan jembatan desa Lelio ; sedang pada bidang sosial budaya yakni rehabilitasi puskesmas pembantu wilayah IV desa Kolori, pembangunan gedung perpustakaan desa Toare, rumah dinas guru SMP Wilayah 4 Desa Kageroa ; dan untuk bidang ekonomi masyarakat Lore Barat mengusulkan pembangunan jalan kantong produksi desa Tuare dan pengadaan bibit ikan nila gesit wilayah II desa Kolori.

Baca Juga :  Laporan Pansus DPRD Kabupaten Poso

Wilayah Lore Selatan juga mengajukan beberapa usulan prioritas dalam bidang infrastruktur berupa pembangunan bendung wilayah IV desa Pada, pembangunan jembatan wilayah IV desa Bomba ; untuk bidang sosial budaya rehabilitasi puskesmas pembantu wilayah IV desa Bulili dan pembangunan gedung perpustakaan desa Runde ; pada bidang ekonomi Lore Selatan mengusulkan pengadaan racun tikus untuk desa Bewa dan pembangunan jalan kantung produksi desa Bomba.

Tekad membangun desa, menjadi prioritas pemerintahan Darmin-Samsuri, sejalan dengan upaya pemerintah RI dalam mewujudkan program Nawacita yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan cara memperkuat daerah-daerah dan desa yang ada. Oleh karenanya dalam kawalan Musrenbang Kecamatan Cluster III yang didampingi langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Poso Yus Ama ini turut mengapresiasi niat tulus serta hasil kerja pembangunan yang telah dilakukan selama ini dimana ia mengajak kepada seluruh kepala-kepala desa serta seluruh stakeholder yang ada untuk mendukung setiap program pemerintah daerah dan terus bersinergi menopang dalam pencapaian kehidupan masyarakt Kabupaten Poso yang sejahtera.

“Pembangunan desa harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah karena sangat terkait dengan upaya membangun daerah Kabupaten Poso dari pinggiran dengan cara memperkuat wilayah-wilayah perdesaan. Kita ingin membangun Tana Poso yang damai, karena dari kedamaian maka timbullah rasa aman.” Ungkap Bupati Darmin. Ia juga kembali menjelaskan kepada masyarakat bahwa daerah yang aman belum tentu akan merasa damai, tetapi daerah yang damai pasti akan mendatangkan rasa aman bagi masyarakatnya, sehingga dengan keadaan seperti itu akan menimbulkan rasa yang nyaman bagi pengunjung atau pendatang di Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Poso Bahas 3 Agenda, Bupati : “Ciptakan Kualitas Belanja Yang Lebih Produktif dan Efisien"

Saat ini masyarakat Tampo Bada patutlah berbangga karena Icon Kabupaten Poso ada terdapat di dataran Tampo Bada sehingga Bupati Darmin kembali mengharapkan dukungan serta partisipasi masyarakat Tampo Bada untuk membangun desanya sendiri dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di wilayahnya untuk pembangunan masyarakat desa yang mandiri seperti misalnya melestarikan rumah-rumah adat maupun menjaga serta memelihara pesona alam yang ada di wilayahnya sebagai daya tarik pariwisata. Ia juga menginstruksikan kepada kepala-kepala desa serta Camat untuk lebih menghabiskan tenaga, waktu serta pikiran 60% turun langsung di lapangan melihat kondisi pembangunan masyarakat dan selebihnya 40% untuk penyelesaian administrasi di kantor.

Di akhir arahannya Bupati Darmin mengajak masyarakat untuk tetap konsisten bahu-membahu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan dengan lebih berhati-hati dalam mencermati setiap perkembangan yang ada seperti tidak mudah terpancing dengan maraknya isu-isu yang tidak benar (hoax) yang sering beredar di media sosial. “Sebab kami (Pemerintah Daerah, red) akan tetap konsisten pada cita-cita luhur untuk terus melakukan perubahan melalui pembangunan yang rasional dan berkelanjutan bagi kemajuan Tana Poso demi kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.” Ungkap Bupati Darmin seraya menutup rangkaian Musrenbang Kecamatan Cluster III Tahun 2019 dengan penandatangan dan penyerahan berita acara yang akan dibawa pada Forum OPD dan Musrenbang tingkat Kabupaten mendatang. (GP)

KOMENTAR