Desa Taunca, PPID – Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M. Si didampingi Asisten I, Kepala Seksi Bimas Kristen yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Poso menghadiri acara Dharma Santi di Desa Taunca Kecamatan Poso Pesisir Selatan yang mengangkat tema: Melalui Dharma Santi Berbeda Dalam Kebersamaan, Membangun Poso CERDAS dan Berkarakter Dalam Bingkai Sintuwu Maroso. Dihadiri juga oleh Camat Poso Pesisir Selatan, PHDI Kecamatan Poso Pesisir Selatan, para kepala Desa tetangga dan tokoh Agama Hindu dan Tokoh Agama lain bersama masyarakat.(12/03/2019)

Hikmah Hari Raya Nyepi yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementrian Agama Kabupaten Poso, Melasti merupakan rangkaian awal dari pelaksanaan Nyepi dengan maksud bakti suci kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dilakukan ditempat-tempat suci ataupun di laut. Simbol proses penyucian Duana Agung (penyucian alam semesta) dan Duana Alip (penyucian diri sendiri), selanjutnya kegiatan Tawur Agung Kesane yang dilakukan diseluruh Dunia melalui prosesi-prosesi ibadah sakral. Seperti halnya pawai ogoh-ogoh, kegiatan yang dilakukan sakral (diritualkan) dan non sakral (tidak diritualkan atau diarak), kemudian Nyepi amati geni tdk menyalakam api, amati lelungan tdk berpergian, tidak melakukan hiburan dan pekerjaan serta tidak makan/berpuasa.

Baca Juga :  Penutupan Safari Natal Pemda Poso, Bupati Darmin ajak Masyarakat Hidup Bersatu

Camat Poso Pesisir Selatan menyampaikan selama pelaksanaan kegiatan terlebih untuk pawai ogoh-ogoh yang dilakukan diberbagai tempat di Kecamatan kami seluruhnya berjalan dengan baik dan lancar. Sampai dengan pelaksanaan acara saat ini berjalan dengan baik.

Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa tujuan pembangunan di Kabupaten Poso untuk meningkatkan standar kehidupan masyarakat yang didasari oleh Ceria, Elok, Ramah, Damai, Adil dan Sejahtera. Pemerintah selalu menfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan. Tujuannya untuk lebih meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan antar kita semua. Kami berupaya untuk selalu menyediakan waktu menghadiri agenda-agenda kegiatan semacam ini, untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada saudara semua. Kabupaten Poso memiliki tingkat keamanan yang rendah akibat dari permasalahan yang pernah melanda. Tentunya kita tidak menginhinkan hal tersebut untuk kembali terulang, olehnya kebersamaan dan persatuan harus selalu menjadi pedoman dalam hidup kita bermasyarakat.

Baca Juga :  Promosikan Kabupaten Poso, Bupati Darmin Buka Radar GSJA se- Sulteng

Wakil Bupati Poso menambahkan bahwa perbedaan adalah kenyataan yang harus diterima karena sudah semestinya. Oleh karena itu, setiap pribadi harus menyadari pentingnya toleransi dan kekeluargaan. Saling memahami dan mengerti akan perbedaan dengan menjadikannya kekuatan untuk secara bersama membangun bangsa dan daerah yang kita cintai ini. Melalui momentum ini saya mengajak kepada kita semua untuk terus menumbuhkan harmoni yang menjadi pondasi dari kehidupan bermasyarakat untuk saling menghargai dan menghormati sesuai dengan falsafah Pancasila. Karena kedamaian dan kerukunan itu tidak akan datang dengan sendirinya, harus selalu dipupuk, dijaga agar semakin tumbuh di hati sanubari kita masing-masing. Perayaan ini bisa semakin membuat kita lebih religius dan hening dalam mensucikan dan membersihkan hati dan pikiran serta diri kita agar menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Pererat Kerukunan Antar Umat Beragama, Pemda Poso Gelar Safari Nyepi di Desa Salukaia

Kegiatan Dharma Shanti Nyepi 2019 dilaksanakan dengan maksud agar tujuan Dharma Shanti untuk mencapai kedamaian dengan jalan kebenaran, dapat terwujud nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia khususnyq di daerah kita in. Dalam ajaran Agama Hindu dijelaskan konsep memulai dari keheningan pada hari Suci Nyepi kemudian kembali pada nol (Kedamaian/Santi).

Kedamaian yang dimaksud tidak hanya sebatas kedamaian pribadi namun kedamaian yang harus menjadi milik semua orang sebagai makhluk sosial. Karena bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang paling Mulia dan Terhormat disisiNya adalah manusia yang Taat dan Patuh pada Ajaran Agamanya serta mencinta sesama makhluk ciptaan Tuhan. Olehnya kita diharuskan untuk saling menghormati, menghargai, dan saling menjaga. (BP)

KOMENTAR