Tampemadoro, PPID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) adalah organisasi kemasyarakatan independen dengan visi untuk mewujudkan kehidupan yang adil dan sejahtera bagi semua Masyarakat Adat di Indonesia. AMAN bekerja di tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk mewakili dan melakukan advokasi untuk isu-isu Masyarakat Adat.

Masyarakat Adat memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh hukum adat, dan lembaga adat yang mempertahankan keberlanjutan kehidupan mereka sebagai komunitas adat. Di Kabupaten Poso sendiri AMANDA atau Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Pamona Poso telah banyak berjuang dalam mengembalikkan nilai-nilai luhur budaya adat yang termarginal, diskriminasi dan pelanggaran hak-hak masyarakat adat.

Antusiasme Penyambutan Warga Masyarakat Desa Tampemadoro menerima Kedatangan Orang Nomor 1 di Kabupaten Poso, doc by Gita

Salah satunya dimana kelembagaan ini mengatur sistem kekerabatan masyarakat adat to pamona dan menjalankan kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan secara arif dan bijaksana. Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang saat itu hadir dalam memberikan dukungannya terhadap Kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara yang ke-20 di desa Tampemadoro Kecamatan Lage pada Selasa 19 Maret 2019, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada jajaran aliansi masyarakat adat Pamona Poso yang selama ini turut bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dalam menjaga serta melestarikan kekayaan adat, budaya daerah Poso sebagai aset bangsa dan daerah demi kemajuan pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga :  Wakil Bupati Poso Membuka Secara Resmi MTQ Ke-27 Tingkat Kabupaten Poso Tahun 2018

Peringatan Hari Kebangkitan ini dirayakan dengan ritual adat pamona yakni pepamongoka dimana Bupati Poso bersama tamu yakni Dewan Aman Nasional Region Sulawesi, Dewan Aman Wilayah Sulawesi Tengah bersama Ketua Badan Pelaksana Harian Aman Wilayah Sulawesi Tengah menyentuh daun sirih, pinang dan kapur yang ada dalam bingka. Tradisi ini biasa dilakukan dalam adat Pamona sebagai bentuk prosesi penerimaan tamu dalam sebuah kegiatan-kegiatan atau acara yang dilaksanakan.

Penyerahan Program Kerja AMANDA dari Ketua DAMANWILAMAN Sulteng kepada Bupati Poso, doc by Gita

Baik Dewan Aman Wilayah Sulteng maupun Ketua Lembaga Adat Poso Pamona (LAPPOS) Kabupaten Poso sama-sama menyampaikan bentuk ucapan terima kasih serta apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Darmin-Samsuri yang selalu membantu serta mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Masyarakat Adat dimana selalu hadir dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Mereka juga menyatakan bentuk dukungan masyarakat adat terhadap kepemimpinan Pemerintah Daerah saat ini yang sudah mulai menampakkan perkembangan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Paskibraka Membentuk Karakter Muda Yang Disiplin dan Mandiri Serta Cinta Tanah Air

Sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan hari kebangkitan tahun ini yakni “Masyarakat Adat Pamona Siap Mendukung Program Pemerintah Terwujudnya Poso Cerdas” maka kegiatan perayaan ini ditujukan untuk menyatukan persepsi dengan para pihak yang ada di Kabupaten Poso untuk kedaulatan masyarakat Pamona. Dalam perayaan kegiatan yang mengikutsertakan komunitas adat pamona, perempuan adat pamona serta barisan pemuda adat pamona ini juga memamerkan hasil-hasil bumi dan kerajinan tangan khas Poso serta melakukan tradisi adat makan bersama yaitu molimbu.

Tradisi Molimbu atau duduk makan bersama, doc by Octo

Dalam arahannya, Bupati Darmin mengatakan bahwa perayaan ini harus dimaknai sebagai sebuah peluang untuk lebih memberdayakan eksistensi aliansi masyarakat adat nusantara pada umumnya dan aliansi masyarakat adat daerah pamona poso dalam memberikan sentuhan perubahan bagi peningkatan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat adat di Kabupaten Poso melalui semangat dan dorongan kultur budaya pamona poso yang dikenal sejak dulu sebagai orang yang kuat dan rajin bekerja dengan berbagai jenis profesi yang digeluti.

Baca Juga :  Upacara Penutupan Perkemahan Bakti Pramuka Penggalang Penegak se-Kabupaten Poso dan Kemah Temu Saka Wira Kartika Tahun 2018

“Sumbang saran, pemikiran dan karya budaya untuk mendukung kemajuan daerah agar lebih baik lagi ke depan AMANDA Pamona Poso juga harus mengambil peran strategis serta menjalin sinergitas bersama Pemerintah daerah merupakan kekuatan besar yang menjadi semboyan masyarakat Poso yakni Sintuwu Maroso kiranya dapat diwujudnyatakan sebagai model percontohan bagi masyarakat” ungkap Bupati Darmin menutup sambutannya.  (GP)

KOMENTAR