Poso, PPID – Pemerintah Daerah Kabupaten Poso tanggap bencana dengan menyegerakan sejumlah tindakan antisipatif dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Poso bersama Dinas Sosial bekerja sama dengan RSUD Poso membangun tenda-tenda darurat di halaman parkir RSUD Poso pasca gempa, Jumat 12 April 2019. Gempa yang melanda hamper sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Tengah ini dengan kekuatan 6,9 SR yang berpusat di kedalam 10 m 1,90 Lintang Selatan dan 122,54 Bujur Timur yang diperkirakan arah Barat Daya Banggai Kepulauan Sulawasi Tengah.

Kabag Humas bersama Dirut RSUD Poso saat melihat langsung kondisi pasien yang mengungsi di halaman RSUD Poso

Gempa yang terjadi sekitar pukul 19.40 wita ini sempat mengagetkan warga masyarakat Poso terlebih bagi mereka yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Poso. Menurut Direktur Utama RSUD Poso dr. Massalinri Hasmar, M. Epid, M. Kes, Sp. S bahwa sesuai dengan data terakhir yang diperoleh pada saat pendataan pasien yang dirawat di rumah sakit yang baru saja terakreditasi madya bintang 3 ini terhitung ada 158 pasien yang dibawa keluar halaman RSUD karena goncangan hebat gempa.

Baca Juga :  Memupuk Kehangatan dan Solidaritas serta persatuan yang kokoh antar denominasi Gereja diklasis Poso Kota Bersaudara.
Sejumlah Pasien RSUD mengungsi di Halaman RSUD Poso pasca gempa, Jumat 12 April 2019, doc by Gita

Sebagian pasien yang tergolong menderita penyakit ringan sudah meminta pulang ke rumah sedangkan sebagian lagi masih harus dirawat di Rumah Sakit sehingga mengharuskan para petugas RSUD untuk mendorong memindahkan tempat tidur pasien yang berada dalam ruangan untuk sementara harus berada di lorong-lorong jalan Rumah Sakit. Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu langsung memerintahkan Kepala BPBD Masdian Mentiri bersama Kadis Sosial Faried Awad untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di RSUD dan segera membangun tenda-tenda darurat mengingat sebagian besar pasien yang berada di halaman RSUD.

Pemda Poso Tanggap Bencana dengan segera membangun tenda darurat bagi pasien RSUD yang mengungsi di halaman Rumah Sakit

Untuk kerusakan bangunan sendiri dilaporkan tidak terjadi di Rumah Sakit ini hanya saja pasien yang ketakutan dan lari berhamburan di halaman untuk melindungi diri dari bahaya jatuh atau runtuhnya bangunan. Tenda-tenda darurat ini langsung dibangun saat itu juga oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Poso untuk menampung sejumlah pasien yang masih takut akan terjadi gempa susulan sehingga mereka memutuskan untuk tinggal bermalam di tenda darurat tersebut.

Baca Juga :  Dialog Ilmiah UNKRIT, sepakat kembangkan Pariwisata Poso
Sejumlah Pasien RSUD nampak sudah berada di tenda yang baru saja dibangun oleh Dinas Sosial dan BPBD Poso

Tak hanya itu pula dalam sambungan teleponnya dengan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Poso Drs. Armol Songko mengatakan bahwa Bupati Darmin meminta agar pelayanan RSUD tetap dioptimalkan walaupun dalam kondisi darurat bencana seperti ini. “Utamakan pelayanan yang terbaik bagi pasien, meskipun dalam kondisi darurat bencana, sebagai pelayan masyarakat kita dituntut untuk dapat bertindak secara professional dengan mengutamakan kewajiban kita melayani kebutuhan masyarakat” ungkap Kabag Humas menirukan perintah Bupati melalui sambungan telepon itu.

Lorong RSUD yang dipenuhi dengan pengungsi pasien yang takut untuk berada dalam ruangan kamar

Di bawah kepemimpinan Darmin-Samsuri, Pemerintah Daerah mengupayakan untuk selalu memastikan secara kondisional situasi terupdate yang terjadi di masyarakat dan menangani langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sebagai wujud tanggung jawab amanah yang telah diberikan. Lewat Organisasi-organisasi perangkat daerah yang ada, Bupati-Wabup Darmin-Samsuri memberdayakan satuan-satuan perangkat kerja untuk dapat melakukan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi melayani masyarakat. (GP)

KOMENTAR