Poso, PPID – Sebuah pemikiran tentang pembangunan menurut Mohammad Ali bahwa pembangunan merupakan upaya yang dikerjakan secara terencana untuk melaksanakan perubahan yang memiliki tujuan utama dalam memperbaiki dan menaikkan taraf hidup, kesejahteraan, dan kualitas manusia. Sedangkan pembangunan menurut Inayatullah merupakan kegiatan perubahan menuju ke pola-pola masyarakat yang lebih baik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat membuat masyarakat memiliki kendali yang lebih besar terhadap kondisi lingkungan dan juga membuat warganya menjadi lebih memiliki kontrol terhadap kehidupan diri sendiri.

Kabupaten Poso terdiri dari berbagai suku, agama, serta adat budaya yang tumbuh berkembang seiring dengan bertambahnya populasi penduduk di setiap wilayah baik itu berasal dari angka kelahiran maupun perpindahan penduduk. Faktanya dalam pelaksanaan pembangunan dengan kondisi keberagaman masyarakat Kabupaten Poso serta jangkauan di setiap wilayah memiliki masing-masing keunikan dengan permasalahan yang tidak selalu sama di setiap daerah.

Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Cluster V Wilayah Pamona Selatan, Timur dan Tenggara

Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Poso dengan luas wilayah ± 8.712, 25 km yang mencakup jumlah penduduk sekitar 245.993 jiwa (Tahun 2017) bukanlah semudah membalikkan telapak tangan atau sesuatu yang dapat dilakukan hanya dengan sekali menjentikkan jari. Tentu pembangunan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang intens, serta kerjasama yang baik dari semua pihak dimana tahapan-tahapan tersebut juga memerlukan waktu.

3 tahun lebih masa kepemimpinan Darmin-Samsuri, tanpa mengesampingkan capaian-capaian keberhasilan yang telah dilakukan oleh pimpinan-pimpinan daerah terdahulu, telah membawa Kabupaten Poso pada sejumlah prestasi yang diraih baik di tingkat provinsi maupun nasional. Secara fisik pembangunan yang mulai nampak yakni adanya perbaikan-perbaikan jalan maupun pembangunan aksesoris-aksesoris kota yang turut memberikan kontribusi dalam pemulihan nama baik Kabupaten Poso yang dulunya dikenal sebagai kota mati (karena adanya konflik social yang terjadi, red).

Baca Juga :  Upaya "Penyehatan" PDAM Poso

Pembangunan memerlukan tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan yang telah tertuang dalam visi misi Pemerintah Daerah. Dengan tahapan pembangunan yang dibedakan menjadi tiga jangka waktu yaitu jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan dengan biaya anggaran yang belum cukup/kurang tetapi diupayakan untuk mendapat hasil yang semaksimal mungkin.

Pelaksanaan Pembangunan di Kabupaten Poso merupakan proses perubahan yang berangkat dari situasi daerah untuk mencapai kondisi daerah yang lebih baik dengan kesepakatan awal pembangunan untuk memanusiawikan pembangunan. Sesuai dengan visi Pemerintah Daerah yakni mewujudkan Kabupaten Poso yang damai, adil dan sejahtera didukung dengan sumber daya manusia yang andal dan bermartabat tentunya pembangunan yang tengah diupayakan saat ini oleh Pemerintah Darmin-Samsuri bukanlah hanya sekedar menjadi masyarakat teknologis.

Baca Juga :  Berpikir & bertindak CERDAS dalam membangun Tana Poso

Melainkan menjadi masyarakat yang maju dan mandiri dengan kendali agama dan moral yang baik serta tidak terjebak dan terperosok dalam provokasi perpecahan serta pikiran-pikiran negative yang tidak membangun. Kegagalan atau keberhasilan pembangunan sangat tergantung dari pihak pelaksana yakni pemerintah dan masyarakat.

Dimana pemerintah dalam merealisasikan suatu kebijakan membutuhkan dukungan dari rakyatnya, karena tanpa dukungan dari masyarakat suatu kebijakan tidak dapat berjalan dengan lancar. Secara garis besar, tujuan pelaksanaan pembangunan yang saat ini tengah dilakukan Pemerintah Daerah adalah secara kuatitatif mampu menjangkau masyarakat seluas mungkin dan secara kualitatif mampu menumbuhkan dan membina kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Dengan adanya berbagai dukungan dari berbagai pihak baik itu organisasi kemasyarakatan maupun inovasi-inovasi pembangunan mandiri yang dilakukan oleh anak-anak muda di Kabupaten Poso saat ini merupakan faktor pendukung yang turut mempengaruhi keberhasilan pembangunan di Poso. Seperti adanya Duta Genre, Aliansi Masyarakat Adat Pamona Poso, Komunitas Musik Elekton, Forum Imam Mesjid Pelopor Perdamaian, Solidaritas Perempuan Sintuwu Raya Poso, Rumah Belajar Buyung Katedo serta sejumlah organisasi-organisasi lainnya merupakan usaha positif yang dilakukan masyarakat dalam turut berpartisipasi melakukan pembangunan di Kabupaten Poso. (GP)

KOMENTAR