Uelene, PPID – Penilaian Lomba Desa / Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Desa Uelene Kecamatan Pamona Selatan dan Kelurahan Sayo Kecamatan Poso Kota Selatan digelar pada hari yang sama Jumat, 24 Mei 2019 dipimpin langsung oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra. Hj. Siti Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Ketua Pokja II TP PKK Provinsi Sulteng Dra. Hj. Pujiastuti, M.Pd, Wakil Bupati Poso, Ketua Tim PKK Kabupaten Poso, Kadis PMD Kabupaten Poso, Kadis Pendidikan & Kebudayaan dan Unsur Muspika Pamona Selatan dan Poso Kota Selatan.

Rombongan Tim Penilai Provinsi yang disambut dengan Upacara Adat Pekasiwia di desa Uelene pada pagi harinya mengawali kegiatan penilaian Lomba Desa / Kelurahan Tingkat Provinsi ini di Kabupaten Poso dan sore harinya bertempat di Kantor Lurah Sayo dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama masyarakat Sayo. Penilaian Lomba Desa / Kelurahan sendiri merupakan bentuk evaluasi penilaian perkembangan pembangunan atas usaha pemerintah bersama masyarakat dengan sasaran penilaian perlombaan desa / kelurahan dilakukan dengan membandingkan data tingkat perkembangan desa / kelurahan 2 tahun terakhir berdasarkan data profil desa / kelurahan dengan indicator penilaian pendidikan, ekonomi masyarakat, keamanan, ketertiban hingga pemberdayaan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :  Disiplin ASN Meningkat, Bukti Kekompakan Darmin - Samsuri
Penyambutan Kedatangan Tim Penilai Provinsi diterima langsung oleh Wabup Samsuri Jumat 24 Mei 2019, doc by Octo

Perlombaan desa / kelurahan ini pada hakekatnya bertujuan untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi masyarakat, penanggulangan kemiskinan dan swadaya gotong royong. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan mendorong serta memotivasi masyarakat untuk berlomba dan bersaing secara sportif dan positif dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di desa / kelurahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan.

Lomba Desa dan Kelurahan ini sangat penting artinya yaitu dalam rangka untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan, yang dilakukan secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 yang menyebutkan bahwa untuk mengetahui efektivitas, tingkat perkembangan desa dan kelurahan, kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa dan kelurahan melalui pembangunan yang dimulai dari pinggiran dengan memperkuat desa dan kelurahan, maka diperlukan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Seleksi CPNS dan Terima Rute Tol Kapal Laut Pelabuhan Poso
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra. Hj. Siti Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH

Staf Ahli Gubernur Norma Mardjanu mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi mengapresiasi kinerja Pemerintahan Darmin-Samsuri dimana dalam pelaksanaan roda pemerintahannya selalu mengangkat kearifan budaya local seperti melaksanakan upacara-upacara penyambutan tamu yang baru pertama kalinya berkunjung di Kabupaten Poso dengan upacara adat Pekasiwia, membudayakan masyarakat untuk lebih mengenal budaya daerah Lagu Lemba Ntana Poso dengan selalu mengumandangkan lagu tersebut di setiap pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Bumi Sintuwu Maroso khususnya kepada generasi muda, pemakaian busana adat dan masih banyak hal lainnya yang berhasil diinisiasi sendiri oleh duet Kepemimpinan ini. Sehingga tambahnya lagi, Poso menjadi daerah percontohan bagi daerah-daerah lainnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang selalu mengangkat kearifan budaya lokalnya di setiap kegiatannya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Poso Dalam Rangka Pembukaan Masa Persidangan I DPRD Kabupaten Poso Tahun 2019

Sementara itu Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya selaku Pemerintah Daerah menyambut baik kedatangan Tim Penilai Lomba Desa / Kelurahan Tingkat Provinsi dengan mengawal langsung proses penilaian dari awal hingga akhir. Wabup Samsuri mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Poso sendiri telah dewasa dalam menyikapi setiap permasalahan politik dan perbedaan pandangan yang ada sehingga walaupun Poso masuk dalam peringkat 7 daftar nasional sebagai daerah yang dinilai rawan terhadap isu-isu konflik pesta demokrasi 17 april kemaren, namun berkat dukungan semua pihak termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama yang sangat berperan penting dalam menjaga kondusivitas keamanan di Tana Poso sehingga semua itu dapat terlewati dengan baik.

Hasil dari penilaian lomba desa / kelurahan tingkat Provinsi ini nantinya akan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada tingkat nasional nanti sehingga dibutuhkan dukungan penuh serta partisipasi aktif dari semua masyarakat dalam bersinergi bersama Pemerintah Daerah yang tentunya ingin melakukan perubahan Kabupaten Poso ke arah yang lebih baik lagi. Karena keseriusan Pemda dalam membangun serta menata Kabupaten Poso yang dimulai dari tingkat desa / kelurahan sejatinya juga memerlukan usaha bersama dari seluruh komponen masyarakat untuk dapat menciptakan pembangunan dan kesejahteraan bersama di Bumi Sintuwu Maroso. (GP)

KOMENTAR