Saat ini maraknya kegiatan-kegiatan yang diprakarsai atau diinisiasi sendiri oleh masyarakat atau sekelompok organisasi turut membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Poso. Seperti yang baru-baru saja dilaksanakan yakni Festival Etnik Air Terjun Saluopa oleh masyarakat lokal pemerhati seni dan budaya, beberapa kegiatan-kegiatan adat budaya yang kerap diselenggarakan oleh AMANDA Poso, serta kegiatan-kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas anak muda lainnya.

Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah memiliki fungsi penting, antara lain sebagai sarana bagi Masyarakat baik orang perseorangan, kelompok masyarakat, maupun Organisasi Kemasyarakatan dalam mengekspresikan kebutuhan dan kepentingannya sehingga proses pembentukan kebijakan daerah lebih responsif terhadap kebutuhan dan kepentingan Masyarakat. Partisipasi Masyarakat juga merupakan hal penting dalam mewujudkan kepedulian dan dukungan Masyarakat untuk keberhasilan pembangunan di daerahnya.

Kata “Partisipasi” sendiri merupakan proses tumbuhnya kesadaran terhadap kesalinghubungan di antara stakeholders yang berbeda dalam masyarakat, yaitu antara kelompok-kelompok sosial dan komunitas dengan pengambil kebijakan dan lembaga-lembaga jasa lain. Dalam hal ini Pemerintah Daerah selaku pengambil kebijakan bertindak sebagai fasilitator dan pendamping dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang turut melibatkan seluruh aspek sumber daya alam yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga :  Bupati : "Semua Wilayah mendapat Perhatian & Perlakuan yang sama"

Seperti halnya pelaksanaan Festival Etnik Air Terjun Saluopa di Desa Wera Kecamatan Pamona Puselemba pada beberapa waktu yang lalu sempat menjadi perdebatan di kalangan masyarakat mengingat kegiatan yang diprakarsai atau inisiasi sekelompok pemerhati budaya dan seni, dianggap sebagian orang bahwa kehadiran Pemerintah Daerah dalam kegiatan tersebut merupakan kegiatan “pendomplengan”. Sebelum mengambil kata tersebut marilah kita telusur bersama arti kata dari “dompleng”, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dompleng adalah ikut bertempat tinggal, makan, duduk (dsb) dengan cuma-cuma (gratis).

Kegiatan Festival Etnik Air Terjun Saluopa ini pada kenyataannya memang belum masuk dalam APBD 2019 karena kegiatan ini sendiri merupakan inisiasi atau prakarsa yang baru saja keluar dari masyarakat lokal pemerhati seni dan budaya. Hanya saja yang perlu kita ketahui bersama bahwa dalam kegiatan tersebut tidak semerta-merta dilakukan sendiri oleh komunitas itu melainkan dalam pelaksanaanya Pemerintah Daerah juga turut serta membantu memfasilitasi dan mempromosikan kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Kukuhkan Barisan Pemuda Adat, Bupati Darmin Resmikan Gedung Pakambia

Dan salah satu fakta menarik yang sebenarnya tabu untuk diumumkan di kegiatan tersebut yakni adanya sumbangan secara pribadi dari Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu sebesar Rp10.000.000,00. Hal ini pun disambut dengan tepuk tangan meriah dari masyarakat dan juga panitia serta pelukan spontan dari Ketua Panitia Pelaksana Kin Sau Salua, S.Th di tengah Bupati Darmin membacakan sambutannya.

Keberadaan/Kehadiran Pemerintah Daerah dalam kegiatan-kegiatan yang diprakarsai oleh masyarakat yakni untuk mengarahkan, melindungi serta mendukung aktivitas yang bertujuan baik dan mulia demi perkembangan Kabupaten Poso ke depan. Sehubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, partisipasi yang dimaksud di sini adalah dimana masyarakat dapat terlibat dalam proses penentuan arah, strategi kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

Baca Juga :  Bedah Rumah dan Pembangunan Embung, Upaya Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Palapa

Dengan adanya inisiasi kegiatan positif ini, menjadi dasar atau acuan Pemerintah Daerah untuk menganggarkan agenda ini di tahun-tahun berikutnya, tentunya ini merupakan proses hubungan sosial yang baik antara masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam bekerja sama menciptakan inovasi-inovasi terbaik bagi Tana Poso. Untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan, inisiatif dan kreatifitas dari anggota masyarakat yang lahir dari kesadaran dan tanggung jawab sebagai manusia yang hidup bermasyarakat juga merupakan suatu partisipasi yang baik dan bermanfaat bagi kemajuan daerah.

Memandang segala sesuatu dari perspektif yang baik tentunya akan menciptakan kehidupan yang berkualitas dan sehat. Mari ciptakan karya positif bagi daerah, berkarya, bersinergi serta maju bersama dalam bingkai Sintuwu Maroso.

KOMENTAR