Siuri, PPID – Pesta demokrasi secara nasional yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden baru saja selesai, selanjutnya di tahun 2020 kembali akan diperhadapkan dengan pesta demokrasi secara serentak, yaitu pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah. Sebanyak 7 (tujuh) kabupaten di di Sulawesi Tengah akan melaksanakan pilkada dimana banyak kepentingan politik yang akan ditawarkan kepada masyarakat, namun Pemerintah Daerah diminta untuk tetap waspada agar kepentingan politik itu tidak menyebabkan konflik / perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Pada era globalisasi dan keterbukaan, dimana batas-batas Negara semakin kabur serta adanya semangat reformasi yang berlebihan yang dapat menimbulkan kerawanan sosial dan disintegrasi bangsa maka dipandang perlu adanya pemahaman dan pendalaman 4 pilar kebangsaan yang ke depannya diharapkan dapat menjaga keutuhan bangsa melalui semangat/jiwa persatuan dan kesatuan.

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program/Kegiatan Badan Kesatuan Bangsa Politik Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kabupaten/Kota, doc by Octo Humas

Opini ini muncul pada Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program/Kegiatan Badan Kesatuan Bangsa Politik Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kabupaten/Kota di Kabupaten Poso Tahun Anggaran 2019 bertempat di Pantai Siuri, Sabtu 13 Juli 2019. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu atas nama Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.

Baca Juga :  Bupati Darmin Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Dihadiri oleh Kaban Kesbangpol Provinsi, Kaban Kesbangpol Kabupaten Poso, Kaban dan Sekretaris bersama Kasubag-Kasubag Program, keuangan dan aset serta kepegawaian dan umum di lingkungan Kesbangpol Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, acara ini diisi materi Sinkronisasi Pembangunan Bidang Kewenangan Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten /Kota ; Penguatan Kewenangan Kesbangpol melalui Komunikasi Lintas Sektor serta beberapa isu-isu hangat lainnya yang akan dibahas dalam rangka menyamakan persepsi Kesbangpol antara Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Sulteng.

Bupati Darmin : Perlunya menyamakan persepsi, menjaring dan menampung ide-ide untuk meminimalisir terjadinya konflik, doc by Octo Humas

Bupati Darmin saat membacakan sambutan Gubernur menegaskan akan perlunya menyamakan persepsi, menjaring dan menampung ide-ide untuk meminimalisir terjadinya konflik kepentingan pada pesta demokrasi. “Karena itu saya meminta dan mengingatkan kepada kita semua agar dapat membantu menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah mengoptimalkan peran deteksi dini melalui koordinasi antar instansi terkait, sehingga hal-hal yang dapat mengganggu adanya pesta demokrasi tersebut dapat diminimalisir” ungkap Bupati Darmin.

Baca Juga :  BUPATI POSO DARMIN PERINTAHKAN KA.OPD TINDAK ASN YANG INDISIPLINER

Ia juga menambahkan bahwa dengan melibatkan semua pihak, maka penguatan melalui sinergitas dan sinkronisasi program/kegiatan dalam rangka peningkatan pemahaman terhadap penyelenggaraan pemerintahan umum, ideology dan wawasan kebangsaan, peningkatan kewaspadaan dan terpeliharanya ketahanan ekonomi, seni budaya kemasyarakatan dan agama serta meningkatnya pendidikan politik di kalangan masyarakat dapat mewujudkan kondusifitas daerah dan integritas nasional.

Dihadiri oleh Kaban Kesbangpol Provinsi, Kaban Kesbangpol Kabupaten Poso, Kaban dan Sekretaris bersama Kasubag-Kasubag Program Kesbangpol Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, doc by Octo Humas

Sesaat sebelum membacakan Sambutan Gubernur, Bupati Darmin sebagai Tuan Rumah Kabupaten menyampaikan selamat datang kepada peserta Rakor seraya memperkenalkan salam dari Kabupaten Poso dengan menjelaskan arti kata “Maroso” yang menurutnya lagi mungkin nantinya akan dapat menjadi acuan dalam rakor ini sehingga dapat menghasilkan program-program yang membawa pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga :  Langkah Pemda Poso Menyikapi Gempa Tsunami Palu-Donggala

Selain itu Ia juga memperkenalkan tentang “Salam Cerdas” yang saat ini menjadi symbol dari masyarakat Kabupaten Poso dimana kata Cerdas, lanjutnya lagi, selain memiliki pengertian lain dari kepanjangan yang ada (Ceria, Elok, Ramah, Damai, Adil & Sejahtera), kata ini juga merupakan ajakan atau seruan bagi masyarakat Kabupaten Poso untuk dapat berpikir, bertutur kata serta berperilaku cerdas dalam kehidupannya sehari-hari.

Kegiatan yang awalnya didaftarkan akan diikuti oleh 65 orang peserta yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah ini ternyata saat dilakukan pendataan kembali sebelum acara pembukaan dimulai ditemukan bertambah hingga hamper mencapai 200 orang. Menurut I Wayan Yudhana, AP, M.Si dalam laporan panitianya menyatakan bahwa hal ini terjadi dikarenakan adanya daya tarik dari Pesona Kabupaten Poso yang menyediakan lokasi pertemuan tepat di pinggiran Danau Poso atau lebih tepatnya Pantai Siuri yang memiliki keunikan “Pasir Kuning” di sepanjang lokasi kegiatan berlangsung. (GP)

KOMENTAR