Poso, PPID – Dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Poso, Sekretaris Dinas PMD, Kepala Dinas Kumperindag, Sekretaris Dinas Pertanian, Satuan Kerja (satker) P3MD Provinsi Sulteng, pemateri, para Camat dan Kepala Desa serta pendamping desa juga dari perwakilan desa serta LSM.

Ketua Panitia menyampikan dalam laporannya “Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mewujudkan Nawa Cita dalam RPJMN 2015 – 2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas Desa sesuai dengan UU No. 6/2014 tentang Desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan Desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing. PID merupakan bagian dari keseluruhan program yang dilaksanakan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (Rakor TIK) mencakup didalamnya program – program dalam lingkup besar pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yaitu program pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Program Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) dan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Pelaksanaan Rakor TIK merupakan bagian dari upaya peningkatan koordinasi pembinaan dan program dalam lingkup pengendalian pelaksanaan seluruh tahapan program PPMD serta penyebarluasan informasi mengenai program dan capaian hasil pelaksanaannya kepada para pihak pemangku kepentingan termasuk para pelaku usaha”.

Baca Juga :  Audiensi Pemda Poso bersama Program Cargill Cocoa Promise

Lebih lanjut dikatakan “Tujuan pelaksanaan Rakor Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa, adalah: Melakukan analisa dan evaluasi pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan Program Inovasi Desa; Sosialisasi dan diseminasi pokok- pokok kebijakan Program Inovasi Desa; Melakukan review tahapan perencanaan dan penganggaran desa tahun 2019 menyangkut pemecahan, masalah kendala termasuk menyusun strategi replikasi inovasi desa dalam perencanaan penganggaran desa; Sosialisasi Kegiatan Inovasi Bidang Infrastruktur dan Sosialisasi Kegiatan Inovasi Bidang Sumber Daya Manusia (Stunting), Sosialisasi Kegiatan Inovasi Bidang Kewirausahaan / Ekonomi serta Pengendalian dan konsolidasi Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Adapun Output yang diharapkan dari Rakor TIK adalah:
1. Laporan kemajuan pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan Program Inovasi Desa;
2. Materi sosialisasi dan diseminasi pokok – pokok kebijakan program Program Inovasi Desa;
3. Hasil review tahapan perencanaan dan penganggaran desa Tahun 2019 menyangkut pengesahan, masalah / kendala dan strategi replikasi inovasi desa
dalam perencanaan dan penganggaran desa;
4. Rencana kegiatan pelaksanaan program Tahun 2019, termasuk kegiatan DUK Bantuan Pemerintah PID;
5. Hasil evaluasi pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa dan DUK Bantuan Pemerintah PID;
6. Strategi teknis implementasi kegiatan program sebagai tindakan perbaikan agar dapat terlaksana secara baik dan tepat waktu;
7. Hasil peningkatan kapasitas bagi para pelaku program;
8. Rumusan langkah pelaksanaan program tersebut;
9. Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL);
10. Hasil evaluasi perkembangan kinerja program termasuk capaian target kegiatan sesuai rencana. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu Jumat s/d Sabtu, tanggal 26 s/d 27 Juli 2019 bertempat di Hotel Kartika Poso”.

Baca Juga :  TPA Diresmikan, Kerinduan Masyarakat Poso Terjawab

Sambutan Bupati Poso yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum N. L. R. Tandawuya, SH mengatakan ”apresiasi kepada jajaran Dinas PMD baik Provinsi maupun Kab. Poso yang telah melaksanakan kegiatan ini untuk mendorong perkembangan dan kemajuan desa melalui inovasi-inovasi desa oleh masyarakatnya. Pemerintah melalui peraturan perundang-undangan memberikan kewenangan yang lebih luas kepada desa untuk mengelola Potensi Sumber Daya Desa, termasuk kewenangan pengelolaan keuangan desa, untuk mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera. Besarnya kewenangan tersebut, harus diimbangi dengan penguatan kapasitas desa, serta memanfaatkan sumber daya sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. Dengan menguatnya kapasitas, diharapkan desa mampu mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat secara efektif guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui Rakor ini sangat diharapkan agar seluruh perangkat daerah dapat berperan aktif sesuai tuhas dan fungsi yang ada demi suksesnya program Inovasi Desa (PID) di Kabupaten Poso”.

Baca Juga :  6 OPD dan 3 Kecamatan Capai Target Pendapatan Asli Daerah

Selanjutnya menurut Bupati Poso, “pelaksanaan PID tahun 2019, terdapat 3 bidnag yang dapat dikembangkan oleh Pemdes yaitu Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal, Bidang SDM dan Bidang Infrastruktur. Ketiga bidang ini wajib dikembangkan oleh semua jajaran Pemerintahan Desa, pengelola pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dan penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD) yang merupakan komponen yang sangat penting di dalam pelaksanaan program inovasi Desa. Kepada Aparat Desa sebagai ujung tombak pelaksanaan PID, untuk membangun Desa harus ada mitra kerja yang telah diamanatkan dan selalu siap untuk mendukung pelaksanaan PID untuk dikembangakan. Melalui Rakor yang kita laksanakan saat ini, semoga bisa menyatukan persepsi tentang langkah-langkah yang perlu kita lakukan bersama, sehingga para OPD yang terkait bisa sling bersinergi dan beroeran aktif dalam mendorong peningkatan Produktivitas dan kualitas masyarakat desa melalui program inovasi-inovasi desa”.

Materi dalam kegiatan ini meliputi:

1. Pokok-pokok Kebijakan PID T.A. 2019
2. Pelaku dan Tahapan PID
3. Kegiatan Inovasi Bidang Infrastruktur, 
4. Kegiatan Inovasi Nidang SDM (Stunting) 
5. Capturing dan Replikasi
6. Review Komitmen 2018 dalam APBDesa T. A 2019
7. Rencana Kerja dan Tindak Lanjut Pelatihan Bursa Inovasi Deda (BID) dan Pengembangan SDM.

Peserta : Camat 16 orang, Ketua TPID 16 orang, Kades 8 orang, TIK 14 orang, P2KTD 6 orang, OPD terkait 7 orang, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten 5 orang, Pendamping Desa 8 orang, total 80 orang.(BP)

KOMENTAR