Desa Lengkeka, PPID – Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu mengatakan kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia yang memiliki kontribusi positif untuk meningkatkan index pembangunan manusia. Oleh karena itu menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan menjaga kesehatan demi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kabupaten Poso. Pernyataan ini disampaikan Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu dalam sambutannya saat meresmikan Laboratorium Schistosomiasis Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat dan desa Wuasa Kecamatan Lore Utara, selasa (6/8/2019). Peresmian itu ditandai dengan penanda tanganan prasasti dan pengguntingan pita yang disaksikan oleh sejumlah tokoh-tokoh penting Lembah Bada serta masyarakat yang ada di Kecamatan Lore Barat.

Lanjut Bupati dalam sambutannya mengatakan, penyakit demam keong (sdhistosomiasis) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing shistosoma japonicum yang hidup didalam pembuluh darah hati manusia dan bila tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini dalam siklus penularannya membutuhkan peran keong perantara (keong oncomelania hupansis lindoensis) yang hidup disekitar pemukiman dan tempat beraktivitas masyarakat. Dan di Indonesia sendiri hanya ada di daerah Bada dan Napu Kab. Poso, serta daerah lindu Kab. Sigi.

Baca Juga :  Rakornas P3MD, Bupati Darmin: "Lakukan Pengawasan Dana Desa Secara Periodik "

Oleh karena itu lanjut Bupati, karena kompleksnya siklus penularannya, maka penyakit ini tidak dapat diselesaikan hanya dari sektor kesehatan saja, tetapi sangat dibutuhkan peran lintas sektor terkait mulai dari tingkat pusat hingga kedaerah. Itulah sebabnya pemerintah daerah telah berupaya membangun laboratorium schistosomiasis yang ada di desa Lengkeka dan Wuasa sebagai daerah fokus dalam rangka menunjang penegakan diagnosis, pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit schistosomiasis. Karena itu bupati berharap agar laboratorium schistosomiasis yang dibangun dengan biaya yang mahal dapat digunakan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Bupati Darmin juga mengajak kepada semua pihak untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap upaya pemberantasan penyakit schistosomiasis, sehingga diharapkan kabupaten Poso secara nyata dapat terbebas dari penyakit berbahaya itu.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut maka diperlukan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit schistosomiasis melalui langkah-langkah antara lain: 1. Berlaku hidup bersih dan sehat. 2. Tidak melintas dan beraktivitas di daerah fokus. 3. Berpartisipasi dalam kegiatan pengobatan selektif maupun masal. 4. Melakukan kegiatan pemberantasan fokus keong melalui Gema Beraksi ( Gerakan masyarakat mandiri berantas keong schistosomiasis) secara terus-menerus. 5. Kegiatan-kegiatan inovasi dalam rangka pengendalian dan pemberantasan penyakit schistosomiasis seperti Pembentukan tim pengendalian schistosomiasis desa. Pada kesempatan itu, Bupati Darmin juga menyerahkan dua unit mobil operasional serta kendaraan roda dua guna mendukung kelancaran tugas dilapangan, serta penyerahan kartu identitas anak dan bantuan sosial berupa fasilitas MCK bersih. Selain meresmikan laboratorium schistosomiasis, Bupati juga mengresmikan sejumlah anggota BPD yang ada di lembah bada dan beberapa kecamatan lainnya serta mengukuhkan tim pengendali schistosomiasis wilayah bada dan napu.

Baca Juga :  Menuju Adipura : Perbankan dan Swasta sumbang seribu pohon Ketapang dan Tong Sampah

Ia berharap para anggota BPD yang telah dilantik/diresmikan dapat menjalankan fungsi tugas selaku anggota BPD yang baik dan mampu bersinergi dan bekerjasama dengan kepala desa guna memajukan dan mewujudkan desa yang sejahtera, kokoh dan tangguh. Dan kepada tim pengendali schistosomiasis desa yang baru dikukuhkan Ia berharap agar tugas mulia itu dapar dijalankan dengan sungguh-sungguh, penuh rasa tanggung jawab. Sebelum meninggalkan lembah bada, mantan Danyon Marinir itu juga menggunakan kesempatan untuk melihat kondisi terkini Puskesmas Lengkeka dan Gintu pasca kesiapan penilaian akreditasi.

Dalam kunjungannya tersebut, tidak tanggung-tanggung mantan perwira marinir berpangkat Kolonel itu memeriksa seluruh fasilitas yang ada serta sistem pelayanan yang diberikan terhadap pasien, dan disetiap akhir kunjungannya, ia juga tak lupa memberikan arahan dan petunjuk serta motivasi bagi seluruh karyawan Puskemas. Menururnya upaya yang kita lakukan dibidang kesehatan selama ini bukan semata-mata mengejar akreditasi, tetapi yang terpenting dari itu adalah dengan terakreditasinya semua Puskesmas di kab. Poso maka secara otomatis pula akan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga dengan demikian masyarakat akan merasakan pelayanan kesehatan secara merata dan berkeadilan diseluruh wilayah Tana Poso, tegas Bupati.

Baca Juga :  Wabup : Menangkap Aspirasi Masyarakat dengan Situasi Terkini

Ketika ditanya wartawan tentang target program pemberantasan schistosomiasis yang dengan gencar dilaksanakan, bupati dengan tegas mengatakan, melalui kerja sama semua pihak yang didukung oleh seluruh masyarakat , kita optimis sebelum tahun 2025, Kabupaten Poso bisa mencapai zero poin schistosomiasis (AS).

KOMENTAR