Poso, PPID – Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu atas nama pemerintah dan masyarakat Tana Poso menerima Sertifikat Indikasi Geografis Marmorata dari Direktorat Jendral Hak kekayaan intelektual Kementrian hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenkumhan Provinsi Sulawesi Tengah Zulkifli. SH, MH, pada acara puncak Festival Pangan Cerdas yang dilaksanakan di Poso City Mall, jumat (9/8/2019).

Penyerahan Sertifikat indikasi geografis Marmorata itu diberikan berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan Ditjen Haki secara berjenjang atas kepemilikan/produk khas yang dimiliki daerah Kabupaten Poso khususnya Sidat Marmorata, melalui dokumen permohonan yang telah diajukan beberapa waktu yang lalu. Dokumen tersebut berupa deskripsi indikasi yang memuat informasi , termasuk reputasi ,kualitas, dan karakteristik barang dan/atau produk yang terkait dengan faktor geografis dari Sidat Marmorata. Kakanwil Kemenkumham Prov. Sulawesi tengah Zulkifli. SH. MH dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten Poso untuk mendapatkan pengakuan sebagai pemegang hak atas indikasi Geografis Marmorata.

Menurutnya ini merupakan peluang untuk dapat mengusulkan spesifikasi khas daerah Poso yang lain guna memperoleh pengakuan yang sama. Menanggapi hal itu, Bupati Poso Kol. Mar (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu atas nama pemerintah dan masyarakat bumi sintuwu maroso dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada pihak Kemenkumham melalui Kakanwil kemenkumham Prov. Sulteng yang selama ini memberikan dukungan penuh serta kerja sama yang baik dengan pihak pemda Poso. Ia berharap kerja sama itu terus berkesinambungan sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa spesifikasi/produk khas daerah Poso seperti Kayu ebony, kain Inodo, Beras kamba dan kopi napu bisa diusulkan untuk memperoleh pengakuan indikasi geografis seperti Sidat Marmorata. Hal ini penting kata Bupati Darmin, sebab dengan memperoleh perlindungan indikasi geografis akan diperoleh manfaat seperti: 1. Memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standart produk dan proses diantara para pemangku kepentingan indikasi geografis. 2. Menghindari praktek persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dan penyalahgunaan reputasi indikasi geografis. 3. Menjamin kualitas produk indikasi geografis sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen. 4. Membina produsen lokal, mendukung koordinasi, dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan dan memperkuat citra nama dan reputasi produk. 5. Meningkatnya produksi dikarenakan didalam indikasi geografis dijelaskan dengan rinci tentang produk berkarakter khas dan unik. 6. Reputasi suatu kawasan indikasi geografis akan ikut terangkat, selain itu indikasi geografis juga dapat melestarikan keindahan alam, pengetahuan tradisional, serta sumber daya hayati, dan akan berdampak positif terhadap pengembangan agro wisata.

Baca Juga :  Bupati Poso Mengapresiasi Penampilan Tim Pesparawi Kabupaten Poso Yang Mewakili Provinsi Sulawesi Tengah

Karenanya sehubungan dengan 4 produk khas daerah Poso yakni: kayu ebony, beras kamba, kain inodo dan kopi napu, Bupati Darmin telah memberikan petunjuk kepada OPD terkait agar segera menyusun dokumen dan melakukan kajian secara teknis untuk diusulkan agar secepatnya bisa memperoleh pengakuan yang sama. Sertifikasi indikasi geografis merupakan upaya untuk melindungi produk suatu daerah agar tidak diklaim dan dipatenkan oleh daerah lain, jelasnya. Selai itu berkaitan dengan pelaksanaan festival pangan “Cerdas” , mantan pasukan Garuda XII kamboja itu mengaku, inisiatif itu muncul dari dirinya selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kab. Poso dengan maksud untuk menggerakan masyarakat Kabupaten Poso agar membiasakan diri mengkomsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Sebab menurutnya pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Selain itu pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak azazi setiap individu, guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu melaksanakan pembangunan nasional dan daerah. Untuk itu Ia terus memberi dorongan kepada OPD terkait agar senantiasa berkolaborasi, berkoordinasi serta bekerja cerdas sehingga program disetiap OPD membawah manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Bupati Poso Sambangi Langsung Wilayah Gempa 4,6 SR

Sementara besarnya komsumsi perkapita terhadap beras membuat tekanan kebutuhan beras nasional sangat tinggi. Melihat kondisi tersebut pemeritah kabupaten Poso melalui Dewan Ketahanan Pangan yang di ketuai Bupati melakukan gerakan menekan tingkat komsumsi beras masyarakat dengan mendorong peningkatan komsumsi pangan non beras yang bersumber daya lokal. Sedangkan strategi yang diterapkan adalah dengan mengkampanyekan Gemastanase atau Gerakan masyarakat sehari sekali tanpa nasi, sehat. Komsumsi beras dikurangi dan menggantinya dengan makanan pokok lainnya. Gerakan selanjutnya adalah Gerakan masyarakat pencinta sayur dan buah (GemasB) dan Gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan). Menurut bupati, data BPS 2016 menyatakan bahwa komsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia baru mencapai 173 gram/hari, jauh lebih kecil dari angka kecukupan gizi Badan kesehatan dunia (WHO) yaitu 400 gram/hari, padahal komsumsi sayuran dan buah – buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Karena itu ia meminta tiga OPD terkait itu yakni Dinkes,

Baca Juga :  Pembukaan Kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Publikasi Kabupaten Poso Dalam Angka 2018

Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan agar melakukan koordinasi dan sinkronisasi program sebab dibutuhkan strategi baru yang melibatkan seluruh komponen agar mampu membangun kesadaran masyarakat untuk memilih pangan lokal dalam menu makanan keluarga, tegas Bupati. Pada Festival pangan Cerdas, juga dilaksanakan pameran kuliner makanan khas lokal non beras serta hasil produk lokal dari 19 kecamatan se-kab. Poso. Usai menutup Festival pangan Cerdas 2019, bupati Darmin juga meresmikan IGN Sinema yang dilanjutkan dengan nonton bersama tanda dimulainya kegiatan IGN yang berlokasi di Poso City Mall itu.

Ditengah kegiatan yang cukup padat itu Bupati Darmin sendiri tampak haru menyaksikan aksi suprice yang dilakukan sejumlah kalangan masyarakat yang menyanyikan lagu selamat Hari Ulang Tahun serta menyuguhkan kue ulang tahun sebagai tanda kecintaan mereka terhadap pimpinannya yang saat itu berhari ulang tahun ke-55.(AS)

KOMENTAR