Poso, PPID – Bupati Poso “Manfaatkan pangan lokal yang banyak terdapat disekitar kita, alam telah menyediakan dan kita hanya perlu menjaganya. Poso terus berbenah dan membangun diri menjadi kawasan yang unggul di Provinsi Sulawesi Tengah. Mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada menjadi kekuatan yang akan menjawab segala tantangan. Tiada kata lain selain kerja dan kerja. Komitmen yang diaktualisasi dalam tindakan akan menghasilkan kenyataan yang membahagiakan”.

Bupati Poso, Kol. Mar. Purn. Darmin Agustinus Sigilipu menutup seluruh rangkaian gelaran Pangan Cerdas Sintuwu Maroso bertempat di halaman Poso City Mall didampingi oleh Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri, M.Si, Sekretaris Daerah Kab. Poso Yan Edward Guluda, SH., MH dan FORKOPIMDA Kab. Poso. Hadir juga, Kepala Kanwil Kemenkumham Prov. Sulteng, Zulkifli, SH., MH, Kadis Pangan Prov. Sulteng Ir. H. Abdullah Kawulusan M.Si, Karman Karim (Pemilik Poso City Mall), Kadis Ketahanan Pangan Kab. Poso, Kadis Perikanan dan Kelautan Kab. Poso, serta para Kepala OPD lingkup Pemda Kabupaten Poso. Para Camat dan Lurah serta Kepala Desa, tamu undangan dan dimeriahkan oleh seluruh peserta dan para pengunjung mall. (09/08/2019)

Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Poso, Rusna Mangun mengatakan “bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara beragam, bergizi, seimbang dan aman. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas/Badan lainnya di Kabupaten Poso yang juga bergerak dalam pangan dan pemberdayaan masyarakat, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Kumperindag, Dinas Pariwisata serta melibatkan para pelaku usaha binaan/CSR PT. Poso Energy. Pemenang lomba cipta menu dan cipta sajian ikan yang telah dilaksanakan tadi pagi, akan mewakili Kab. Poso untuk kegiatan di Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Meningkatkan pangan lokal sebagai bahan pangan masyarakat, menggemarkan makan ikan dan membudayakan makan ikan dan sayur serta meningkatkan jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Kabupaten Poso. Peserta kegiatan terdiri dari kelompok PKK se Kab. Poso, Kelompok Wanita Tani, Kelompok binaan CSR, Kelompok Binaan BUMDES, Puskesmas. Sementara peserta dari anak – anak SD, mengikuti kegiatan menggambar pangan lokal. Biaya berasl dari APBD masing – masing Dinas terkait serta sponsor dari pihak yang tidak mengikat. Kegiatan ini dapat terlaksana atas sinergitas seluruh elemen masyarakat”.

Kadis Pangan Abdullah mengatakan “kegiatan ini sangat penting untuk mendukung tercapainya pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan yang diimplementasikan melalui penerapan konsumsi pangan B2SA guna mempersiapkan SDM yang berkualitas. Kualitas SDM ditentukan oleh sebagan besar faktor lingkungan termasuk pengaruh konsumsi pangan sebesar 70% dan sisanya sebesar 30% ditentukan oleh faktor genetik. Jika pada masa janin dan anak usia dini telah mengalami kekurangan gizi maka berdampak pada perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kongnitif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan keberhasilan pendidikan, yang berdampak pada peningkatan risiko kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa, seperti Diabetes type II, Stroke, Penyakit Jantung dan lainnya. Tantangan besar bagi bangsa ini untuk bersama – sama meningkatkan kualitas SDM, salah satunya dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas konsumsi pangan. Melalui berbagai program, Dinas Pangan Prov. Sulteng berupaya mendorong konsumsi pangan masyarakat ke arah B2SA melalui pangan yang beragam ditingkat rumah tangga dengan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), penerapan konsumsi pangan B2SA berbahan baku lokal yang bernilai ekonomis, promosi dan sosialisasi konsumsi pangan B2SA serta penanganan keamanan dan mutu pangan. Untuk maksud ini juga, Pemerintah Prov. Sulteng melalui Dinas Pangan secara rutin menyelenggarakan promosi yang pada tahun ini diselenggarakan di Kab. Poso. Fokus Festival Pangan Lokal B2SA tahun 2019 yaitu pengembangan pangan lokal olahan dengan pangan pokok non beras dan non terigu, disajikan dalam paket makan siang berdasarkan berdasarkan kebutuhan gizi orang dewasa (2150 kkal/kap/hari) disamping itu mendorong kreativitas dan inovasi olahan pangan lokal yang bernilai komersil”.

Baca Juga :  Poso Surplus Beras 77.662 ton dan Menjadi Pemasok Sampai di Ibu Kota Provinsi

Zulkifli, menyampaikan “salut atas upaya yang telah dilakukan dalam proses penyelesaian permohonan Indikasi Geografis Ikan Sidat Marmorata sampai dengan terbitnya Sertifikat, sehingga dapat terwujud perlindungan serta pengembangan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Poso. Sebagaimana dipahami bahwa kementerian hukum dan HAM merupakan salah satu kementerian yang dibentuk guna membantu tugas-tugas Presiden didalam pelaksanaan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Peran dan tugas kementerian hukum dan ham tersebut sangat strategis dalam rangka mengaktualisasikan fungsi pelayanan hukum, pembinaan hukum, menciptakan budaya hukum, pemberian bantuan hukum serta penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia, pada intinya Kekayaan Intelektual adalah hak untuk menikmati secara moral dan ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karaktertistik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Perkembangan perekonomian global membuktikan bahwa Kekayaan Intelektual telah menjadi salah satu komuditas yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Dunia saat ini telah memasuki era ekonomi kreatif, hal ini telah menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah. Flora dan Fauna yang dimiliki oleh daerah sangat perlu dilindungi dengan kesadaran dan perhatian untuk didaftarkan, atas hak Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis. Sejalan dengan hal tersebut di atas pantaslah apabila para pelaku Kekayaan Intelektual (penemu, pencipta, pendesain, dan sebagainya) diberikan hak ekslusif atas karyanya agar dapat menikmati secara ekonomis hak tersebut. Saat ini masih banyaknya ditemukan praktek pelanggaran di bidang Kekayaan Intelektual (Seperti; Pembajakan, plagiat dll). Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dari kita bersama terutama bagi institusi pendidikan dan aparat penegak hukum sebagai pemangku kepentingan”.

Baca Juga :  Cetak Sawah Baru, Bupati Poso dan Danrem 132 Tadulako Tanam Padi Perdana

Lebih lanjut dikatakan “Manfaat Kekayaan intelektual kepada masyarakat, Civitas Akademika, Kaum Professional, Industri, Pelaku usaha UKM maupun Pemerintah Daerah dapat mendorong kreativitas, inovasi, kesadaran, daya saing serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kanwil Kemenkumham Sulteng, terus mendorong Pemda Kab. Poso untuk terus mendaftarkan keunggulan potensi SDAnya seperti; Beras Kamba, Kayu, Ebony dan Kopi Napu serta hal lainnya termasuk karya seni dan budaya. Demikian juga bagi Kab. lainnya di Sulteng. Selain itu kami akan menginventarisir potensi Desain Industri yang bagian dari Kekayaan Intelektual agar pelaku usaha yang ada di Provinsi Sulteng dapat memanfaatkan hasil kreaktivitas dalam peningkatan ekonomi. Diharapkan dengan sertifikat Indikasi Geografis “Ikan Sidat Marmorata” ini nantinya dapat meningkatkan perekonomian dan kesadaran dalam melindungi sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat”.

“Di Cilacap minyak sidat dicampur madu untuk meningkatkan kecerdasan anak. Sidat bagi orang Jepang sangat digemari dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan sidat memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama untuk meningkatkan vitalitas pria. Kita patut bersyukur bahwa ikan sidat saat ini telah menjadi ikan yang sah dimiliki dan berasal dari Kabupaten Poso karena telah memiliki sertifikasi” tegas Bupati Poso.

Kemudian kata Bupati Poso “selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Poso, saya berinisiatif untuk melaksanakan suatu kegiatan yang dapat menggerakkan masyarakat membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak asasi setiap individu, dengan demikian akan terwujud SDM yang berkualitas dan mampu melaksanakan pembangunan. Olehnya saya selalu mendorong kepada setiap OPD yang mempunyai program kegiatan di bidang pangan, untuk berkolaborasi dan bekerja dengan cerdas, sehingga program yang ada akan dikerjakan secara bersama untuk hasil yang lebih maksimal bagi masyarakat. Besarnya konsumsi per kapita terhadap beras membuat kebutuhan beras nasional menjadi tinggi, melihat kondisi ini Pemerintah Daerah Kab. Poso melalui OPD terkait berupaya untuk menekan kebutuhan akan konsumsi beras dan menggantinya dengan pangan lokal yang manfaatnya sama dengan beras. Strategi yang diterapkan dengan terus mengkampanyekan pengurangan terhadap konsumsi beras/nasi melalui gerakan GEMASETANASE atau Gerakan Masyarakat Sehari Sekali Tanpa Nasi Sehat. Konsumsi beras dikurangi dan menggantinya dengan makan pokok lain yang tersedia dalam jumlah banyak disekitar kita, sehingga tujuan yang diharapkan akan bisa tercapai”.

Dilanjutkan oleh Bupati Poso “masyarakat harus mampu mengganti konsumsi nasi 1 kali dalam sehari (jika sehari 3 kali makan, maka 1 kali diupayakan untuk makan non beras) misalnya menggantikan dengan jagung, ubi kayu/singkong, ubi jalar, sagu maupun jenis lainnya. Menghilangkan stigma kalau belum makan nasi, maka belum makan. Meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pengembangan pangan lokal non beras, membentuk pola makan masyarakat yang mengandung unsur B2SA berbasis sumber daya lokal, mendorong pengusaha kuliner untuk menyiapkan pangan lokal pengganti nasi pada daftar menunya.

Baca Juga :  Festival Pangan Cerdas Sintuwu Maroso

Hal ini sedini mungkin harus dikampanyekan bagi kita semua terutama anak-anak, dan menciptakan makanan yang menarik minat anak untuk memakannya. Gerakan Masyarakat Pecinta Sayur dan Buah (Gemasb), menurut data BPS 2016 bahwa konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia baru mencapai 173 gram/hari, jauh lebih kecil dari angka kecukupan gizi badan kesehatan dunia (WHO) yaitu 400 gram/hari padahal konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Kalau tubuh kekurangan konsumsi sayur dan buah dampaknya bisa berakibat jangka panjang, bahkan penyakit tidak menular justru banyak menyerang usia muda yang masih produktif. Upaya untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia serta minat untuk mengkonsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena ikan diharapkan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola konsumsi dan budaya masyarakat Indonesia. Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) juga mulai digalakkan. Tentu hal itu tidak hanya merupakan tugas dari Dinas Perikanan dan Kelautan, namun juga tugas bersama antar Instansi terkait, karena dengan meningkatnya Gemarikan masyarakat akan mendukung pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda tana Poso yang berkualitas”.

Bupati Poso kembali mengatakan “dalam upaya mendukung pelaksanaan program Pemda Poso yang berada pada tiga OPD, terkait GEMASETANASE pada Dinas Ketahanan Pangan, GERMASB pada Dinas Kesehatan dan GEMARIKAN pada Dinas Perikanan dan Kelautan maka diperlukan koordinasi dan sinkronisasi antar OPD. Langkah tersebut membutuhkan strategi baru yang melibatkan seluruh komponen agar mampu membangun kesadaran masyarakat untuk memilih pangan lokal dalam menu makanan keluarga.

Pada acara puncak pelaksanaan Festival Pangan Cerdas Sintuwu Maroso, saat ini dihadiri oleh Kadis Pangan Provinsi Sulteng yang juga akan menyerahkan beberapa bantuan untuk kelompok tani dan kelompok wanita tani melalui dana APBD I maupun dana dekon yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk peningkatan program – program Ketahanan Pangan terutama dalam peningkatan usaha dan pendapatan masyarakat. Selain itu hal yang membanggakam dan patut disyukuri sekaligus merupakan sejarah baru yaitu dengan diserahkannya Sertifikat Indikasi Geigrafis Marmorata dari Dirjen Hak dan Kekayaan Intelektual Kemenkumham oleh Kakanwil. Atas nama Pemda dan masyarakat Kab. Poso menyampaikan terima kasih kepada Kakanwil yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga impian kami boleh terwujud hari ini. Semoga kerja sama yang harmonis ini dapat berkelanjutan, karena masih banyak kekayaan asli Poso yang masih membutuhkan Sertifikasi yang perlu kita perjuangkam bersama untuk mendapatkan pengakuan sekaligus perlindungan atas produk khusus yang berasal dari tana Poso”.

Disaat yang sama Bupati Poso meresmikan pembukaan IGN Cinema bertempat di lantai 2 Poso City Mall dengan pengguntingan pita dan berkesempatan menikmati tayangan perdana pemutaran film Lion King. Menurut Bupati Poso, “dengan hadirnya IGN Cinema di daerah kita, maka semakin menambah jenis hiburan yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan dan bagi mereka yang tidak mau ketinggalan dengan film-film terbaru untuk mengisi waktu luang”. Karman Karim sebagai pemilik mengatakan “Mall dan IGN baru ada di Kabupaten Poso, belum ada di Kabupaten lain di Sulteng. Hal ini didasari karna saya sangat mencintai Poso”.

Bertepatan tanggal 9 Agustus adalah HUT Bupati Poso, maka ditengah riuhnya kegiatan terdengar lagu Jamrud ‘Selamat Ulang Tahun’ yang dipersembahkan oleh anak-anak sekolah dengan melakukan flash mob. Seluruh hadirin turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bupati Poso.(BP)

KOMENTAR