Uelincu, PPID – Setelah sekian lamanya, akhirnya Listrik masuk desa Uelincu dan Panjoka Kecamatan Pamona Utara. Di sela kesibukannya dalam Perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74, Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu seusai menjadi Inspektur Upacara pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar di Lapangan Maroso Poso, langsung bertolak menuju Desa Uelincu untuk melakukan Penyalaan Listrik Desa di Desa Uelincu Pamona Utara, Sabtu 17 Agustus 2019.

Didampingi Unsur Muspika dan beberapa Pimpinan OPD, Bupati Darmin menyalakan saklar listrik yang ada di Kantor Desa sebagai tanda listrik masuk desa. Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Tengah Robert Weku melaporkan bahwa untuk Kabupaten Poso sendiri tersisa beberapa dusun yang belum berlistrik PLN dan salah satunya adalah di Desa Kilo. Ia juga mengatakan bahwa rencana melistriki desa Uelincu dan Panjoka sendiri sudah dimulai dari tahun 2012 dikontrakan namun gagal, kemudian di tahun 2014 kembali gagal karena beberapa kendala.

Baca Juga :  Pemkab Poso Gelar Musrenbang Revisi RPJMD Kabupaten Poso Tahun 2016 – 2021
Sambutan Bupati Poso saat Meresmikan Penyalaan Listrik Desa di Uelincu dan Panjoka, doc by Gita Humas

Hingga akhirnya pada tahun 2017, menurut Robert atas perhatian besar dari Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, khususnya Bupati Darmin yang sangat menyambut baik kerjasama ini serta terus mendorong Pihak PLN untuk menyegerakan listrik masuk ke dua desa ini dapat terujud. Ia juga menambahkan bahwa untuk melistriki kedua desa ini dibangun jaringan tegangan menengah sepanjang 32.7 kms, jaringan tegangan rendah sepanjang 3,4 kms dan gardu 100kva di tiap desa serta memiliki potensi pelanggan sebanyak 213 KK.

Bupati Darmin dalam sambutannya sesaat sebelum meresmikan penyalaan listrik desa ini mengatakan bahwa sejak dibangunnya PLTA Sulewana oleh PT. Poso Energy 17 tahun silam, kedua desa ini belum bisa menikmati karena terkendala pada izin pinjam pakai kawasan hutan lindung yang akan dilalui jaringan listrik. Ia juga mengatakan bahwa atas upaya yang dilakukan Pemda bersama instansi terkait akhirnya kerinduan masyarakat ini dapat terkabulkan.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Tengah Robert Weku, doc by Gita Humas

“Dengan menerapkan pola kerja K3I, yakni Komunikasi yang baik, maka akan menimbulkan Koordinasi yang baik pula, dari situ kita akan mendapatkan Kerjasama yang baik serta saling memberikan Informasi, maka yakin dan percaya, dengan niat tulus kami, maka semuanya akan mendatangkan hal-hal yang baik pula” aku Bupati Darmin. Ia juga menambahkan bahwa Pemda dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat, Ia bersama dengan Wabup Samsuri akan mengupayakan segala hal yang dapat dipersembahkan bagi kebutuhan mendasar masyarakat Tana Poso.

Baca Juga :  Mencipta Peluang Menjadi Karya Untuk Membangun Poso

“Oleh karenanya saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menjaga alam dengan tidak melakukan penebangan pohon secara liar atau membakar kawasan hutan yang ada, sebab alam juga bisa mengamuk apabila kita tidak menjaganya dengan baik” pesan Bupati Darmin. Berkaitan dengan pelayanan listrik yang telah diterima oleh kedua desa ini, Bupati Darmin mengatakan bahwa ini juga merupakan komitmen Pemerintahan Darmin-Samsuri untuk dapat memberikan perhatian yang sama kepada semua daerah/wilayah yang ada di Kabupaten Poso.

“Karena kami menyadari benar bahwa kekuatan pembangunan justru berada dan dimulai dari desa dimana keadilan yang diberikan tentunya berdasarkan analisis kebutuhan, karakteristik serta potensi yang ada di wilayah tersebut” ungkap Bupati Darmin. Ia juga berharap dengan adanya listrik masuk desa ini, kiranya dapat menggerakkan industri, meningkatkan perekonomian serta menghidupkan suasana perkampungan/pemukiman.

Baca Juga :  Langkah Serius Pemda Mewujudkan Poso Meraih Adipura

Hal ini disambut dengan pekik semangat kemerdekaan warga masyarakat, dimana saat Bupati Darmin memekikkan kata “Merdeka” di akhir sambutannya, warga masyarakat pun menyahutinya dengan kalimat “Mareka Silo” yang artinya sudah menyala lampu. Kemerdekaan juga sudah diraih oleh masyarakat Desa Uelincu dan Panjoka dengan hadirnya listrik masuk desa atas perjuangan Pemerintah Daerah serta PT. PLN Persero UIW Suluttenggo.

Masyarakat pun menyambut dengan antusias, dimana salah seorang warga mengatakan bahwa ini adalah hadiah terindah yang diberikan oleh Pemerintahan Darmin-Samsuri kepada masyarakat Uelincu dan Panjoka terlebih di hari Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-74. Sehingga sebelum Bupati Darmin bertolak kembali ke Poso untuk mengikuti Upacara Penurunan Bendera, atas nama kedua masyarakat desa ini, memberikan oleh-oleh cenderamata berupa madu khas Desa Panjoka kepada Bupati Darmin, Manajer UP2K Sulawesi Tengah dan Manajer PLN Poso. (GP)

KOMENTAR