Poso, PPID – “Mengantisipasi isu-isu yang berkembang terutama melalui media sosial perlu disikapi dengan menyiapkan berbagai opsi untuk dijadikan solusi” tutur Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu di awal Pertemuan bersama FKPD, Wakil Bupati Poso, Dansatgas Tinombala, FKUB, Camat – Lurah se-Poso Kota Bersaudara, Tokoh-Tokoh Agama dan masyarakat pada Rabu 21 Agustus 2019 bertempat di Gedung Pogombo Kantor Bupati Poso. Hal ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah Daerah yang selalu berupaya untuk menjalin Komunikasi, Koordinasi, Kerjasama serta saling memberikan Informasi yang baik terhadap semua pihak mengingat Poso masuk peringkat ke-7 daerah rawan konflik di Indonesia terkait dengan Pelaksanaan Pesta Demokrasi Pileg dan Pilpres pada beberapa waktu yang lalu berdasarkan Penilaian Bawaslu RI.

Bupati Darmin bersama Wabup Samsuri langsung menggelar Pertemuan ini mengingat situasi kondisi keamanan yang tengah terjadi di wilayah NKRI terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Papua. Disisi lain Bupati Darmin mengatakan bahwa meskipun Poso masuk dalam kategori 10 besar daerah rawan konflik menurut penilaian Bawaslu, namun masyarakat Poso telah mampu menunjukkan bahwa Poso berhasil melaksanakan pilpres dan pileg dengan baik serta menjadi daerah yang memiliki jumlah partisipasi masyarakat terbanyak dalam menggunakan hak suara.

Baca Juga :  Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial
Bupati Darmin saat memberikan arahan membuka Pertemuan Rabu 21 Agustus 2019, doc by Gita Humas

“Namun, kami selaku Pemerintah Daerah harus gesit dan maju selangkah ke depan dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang ada mengingat maraknya peredaran isu-isu provokatif dan berita-berita hoax di media sosial, menjadikan kami harus lebih jelih dan waspada lagi dalam memimpin daerah ini” tegas Bupati Darmin. Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Papua saat ini, menurut Bupati Darmin juga merupakan masalah bersama yang harus disikapi dengan pikiran terbuka serta lebih mengutamakan rasa persatuan dan persaudaraan dalam bingkai NKRI.

Sementara itu Kepala Dansatgas Tinombala menghimbau agar masyarakat Kabupaten Poso tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokatif yang beredar serta tidak mudah mempercayai berita-berita hoax dengan tidak ikut turut memberikan statement-statement negative yang dapat memperkeruh suasana. Tak hanya dari segi keamanan, dari segi pendidikan pun turut angkat suara terkait dengan situasi yang tengah terjadi dimana menurut Rektor UNSIMAR Poso mengatakan bahwa pihaknya bersama senat mahasiswa telah melakukan komunikasi dalam pertemuan-pertemuan bersama mahasiswa untuk selalu dapat menjaga keberagaman dan keharmonisan dalam bingkai Sintuwu Maroso.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018

Dari kalangan tokoh-tokoh agama, masyarakat serta FKUB juga sepakat untuk menyerukan kedamaian dan toleransi yang tinggi antar umat beragama serta menyarankan kepada pihak akademisi juga untuk selalu mengajarkan atau menyisipkan mata pelajaran / kuliah tentang nasionalisme dalam dunia pendidikan. Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si juga turut memberikan arahan agar para ASN dapat menjadi contoh yang baik kepada masyarakat dengan mengontrol diri serta menjadi penyejuk di tengah masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa mengingat kondisi letak geografis Kabupaten Poso yang berada di 4 titik jalur pertemuan dengan daerah-daerah seperti Sulawesi Utara, Selatan, Tenggara dan daerah Kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah maka ASN harus lebih berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif dan tenteram bagi masyarakat. Pertemuan ini juga digelar selain untuk menyamakan persepsi dengan semua pimpinan tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta pihak TNI/Polri dan juga Pemerintah Daerah dalam memajukan Kabupaten Poso yang damai, adil dan sejahtera juga untuk menjalin silatuhrrahmi antar pemuka-pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat bersama TNI/Polri dan Pemda sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Ikut Berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi Ala Bupati Darmin

Langkah sigap dan tepat yang diambil oleh Pemerintahan Darmin-Samsuri melihat situasi yang tengah terjadi saat ini, menjadikan duet kepemimpinan ini lebih tanggap dan responsive terhadap isu-isu hangat untuk lebih menjaga keamanan dan kedamaian di Tana Poso. Setelah melalui beberapa diskusi, dialog dan koordinasi dengan semua pihak, Bupati Darmin menutup pertemuan dengan menghimbau kepada seluruh tokoh-tokoh agama agar memberikan khotbah-khotbah serta ceramah-ceramah yang menyejukkan dan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan daerah.

Selaku Kepala Daerah, Ia mengajak kepada seluruh komponen agar dapat menciptakan situasi yang damai di tana Poso untuk kelancaran pembangunan yang tengah getol-getolnya dilakukan oleh Pemerintahan Darmin-Samsuri saat ini. “Karena tanpa dukungan penuh dari semua pihak termasuk masyarakat, kami tidak akan mungkin dapat melakukan pembangunan yang adil bagi semua wilayah, oleh sebab itu, marilah kita berpikir serta bertindak cerdas untuk memajukan Kabupaten Poso” tegas Bupati Darmin menutup pertemuan. (Bobby & Gita)

KOMENTAR