Tentena, PPID – Pembukaan Pelaksanaan Pembangunan destinasi wisata melalui penataan sungai Poso oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso bekerja sama dengan PT. Poso Energy resmi dimulai pengerjaannya pada Senin 9 September 2019 bertempat di pinggir danau Poso Kelurahan Tentena Kecamatan Pamona Puselemba. Pembukaan proses pengerjaan pembangunan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyalaan mesin kapal pengeruk pasir danau Poso oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Manajer PT. Poso Energy Ir. Syarudin, Ketua Dewan Adat Kabupaten Poso Yan Edward Guluda, SH, MH dan Majelis Sinode GKST.

Adapun proses pembangunan destinasi wisata dalam penataan sungai Poso ini diawali dengan proses pengerukan sungai Poso yang bertujuan untuk merevitalisasi fungsi danau Poso sehingga ke depannya dapat dimanfaatkan lebih luas lagi baik bagi perkembangan perekonomian masyarakat maupun untuk perkembangan dunia pariwisata di Kabupaten Poso. Proyek pembangunan destinasi wisata ini nantinya akan dibangun Taman Konservasi Dongi serta Kawasan Perlindungan Burung, kawasan ruang public yang terdiri dari area wisata air, area bermain anak serta sarana olahraga dan juga wisata kuliner.

Baca Juga :  Rapat Evaluasi Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Poso Tahun Anggaran 2018
Penandatangan Prasasti oleh Bupati Darmin tanda dimulainya Proses Pengerjaan Pembangunan, doc by Gita Humas

Syarudin berjanji bahwa pihak Poso Energy akan menyelesaikan proyek ini dalam jangka waktu 2 tahun ke depan dimana semua proses pengerjaan yang akan dilakukan maupun alat-alat yang digunakan tentunya sudah melalui hasil kajian uji kelayakan yang telah diteliti oleh para ahli dan pakar sungai yang didatangkan secara langsung. Sehingga lanjutnya lagi bahwa kegiatan proses pembangunan ini sebenarnya dilakukan hanya semata untuk menaikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah sungai Poso.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Sinode GKST Pdt. Jetroson Rense, M.Th dalam khotbah yang disampaikannya pada Ibadah Syukur sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, mengajak agar warga gereja ikut menjaga serta merawat kekayaan serta keindahan alam lewat mendukung program pemerintah dalam menata kembali sungai Poso sebagai bentuk rasa syukur atas kekayaan alam yang dimiliki. Ia juga mengatakan bahwa hal ini dapat dilakukan dengan memberikan ruang serta akses bagi Pemerintah Daerah sebagai wakil Tuhan di dunia dalam mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakat lewat penataan kekayaan alam Danau Poso menjadi destinasi wisata.

Baca Juga :  Safari Natal Hari Ke-III, Mendukung Program PTSL - Bupati Bagikan Sertipikat
Majelis Sinode GKST turut mendoakan Proses Pengerjaan Pembangunan dalam Rangkaian Ibadah Syukur, doc by Gita Humas

Bupati Darmin sebelum meresmikan pengoperasian pembangunan destinasi wisata penataan sungai Poso ini mengatakan bahwa dalam setiap proses pembangunan suatu wilayah pasti diperhadapkan dengan berbagai tantangan apalagi yang bersentuhan langsung dengan kondisi kehidupan masyarakat secara umum. Namun lanjutnya lagi bahwa semuanya itu tidak akan menjadikan Pemerintah Daerah mundur atau terhalangi untuk melakukan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dan Kabupaten Poso yang lebih baik.

“Dalam segenap upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Poso, kami sadari bahwa itu semua tentunya tidak lepas dari peran serta dukungan sepenuhnya dari berbagai pihak termasuk masyarakat. Karena pembangunan yang tengah kami kerjakan saat ini tidak lain demi kepentingan bersama dan kemajuan daerah di masa yang akan datang” ungkap Bupati Darmin.

Baca Juga :  Launching Bina Desa Mandiri
Bupati Darmin saat memberikan sambutan sebelum mersmikan Pengoperasian Pembangunan Destinasi Wisata, doc by Gita Humas

Ia juga mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan sebuah destinasi pariwisata yang terintegrasi dengan konsep pelestarian alam khususnya kawasan sungai dan danau Poso dimana lanjutnya lagi bahwa ini semua memberikan nilai estetika sehingga obyek wisata danau Poso nantinya semakin cantik dan indah. Oleh karenanya Ia kembali menegaskan kepada pihak Poso Energy agar dalam melakukan pembangunan destinasi wisata ini selalu menggunakan ornamen-ornamen khas daerah Poso dan tulisan-tulisan nama dengan menggunakan bahasa daerah.

Bupati Darmin saat meninjau di atas Kapal Pengeruk yang berada di tengah Danau Poso, doc by Gita Humas

Hal ini diperuntukkan untuk lebih memperkenalkan budaya Tana Poso pada setiap pengunjung yang datang . “Kami membangun Kabupaten Poso dengan inovasi-inovasi terbaru dan modern, tetapi kami juga tidak melupakan budaya-budaya yang ada di Tana Poso. Oleh karenanya pembangunan yang kami lakukan ini akan berjalan berdampingan dengan budaya yang sudah lama ada yang telah diwariskan oleh nene moyang Tana Poso” tegas Bupati Darmin menutup sambutannya.

Kegiatan pembangunan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa / Kelurahan yang ada di sekitar penataan Sungai Poso, tokoh-tokoh masyarakat, agama, Ketua-Ketua Lembaga Adat Kecamatan serta beberapa Pimpinan OPD. Di akhir acara, Bupati Darmin meninjau kapal pengeruk pasir yang ada di tengah danau Poso dengan menggunakan perahu motor. (GP)

KOMENTAR