Poso, PPID – Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si dalam sambutannya membuka secara resmi Workshop Fasilitasi Peningkatan Kinerja PDAM Kabupaten Poso pada Kamis 12 September 2019 bertempat di Hotel Ancyra Poso, mengakui adanya beberapa kondisi yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini PDAM Poso dalam menyediakan air minum saat ini memang masih jauh dari harapan.

Sehingga dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin tinggi, Pemda mengupayakan berbagai cara salah satunya dengan mendatangkan lembaga yang berada di bawah koordinasi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dilaksanakan oleh PDAM Poso. Kegiatan yang bekerjasama dengan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) – Kementrian PUPR ini bertujuan untuk memberikan bantuan pendampingan bagi PDAM dalam peningkatan tata kelola perusahaan yang baik. 

Baca Juga :  Bupati Poso Tutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke 72 di Pamona Utara
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Poso

Anggota BPPSPAM Unsur Penyelenggara, Henry Limbong mengatakan bahwa BPPSPAM memiliki tugas dan fungsi membantu Pemda dalam meningkatkan penyelenggaraan system penyediaan air minum dengan melakukan beberapa tugas pokok seperti menilai kinerja penyelenggaraan serta memberikan rekomendasi dalam memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas serta kontinuitas pelayanan system penyediaan air minum.

Sehingga dalam upaya Pemda memenuhi target peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum, dibutuhkan beberapa penilaian serta rekomendasi dari pihak berwenang untuk “menyehatkan” PDAM Poso sehingga mampu mengoperasikan system secara efektif dan efisien melalui manajemen internal PDAM yang kuat dan sehat.

“Dengan permasalahan yang kompleks, dimana setiap PDAM memiliki persoalan yang berbeda-beda. Sehingga dibutuhkan juga komitmen dari Pemda dalam program peningkatan kapasitas maupun pendampingan teknis” jelas Henry. Namun satu hal yang disyukuri tambahnya lagi bahwa untuk Kabupaten Poso sendiri, Ia mengapresiasi atas kerja cepat yang dilakukan oleh Pemerintahan Darmin-Samsuri yang telah menetapkan Kepala PDAM Poso secara definitive, tidak seperti Kabupaten-Kabupaten lain yang ditemuinya masih menggunakan Pelaksana Tugas (Plt) sebagai Kepala PDAM, sehingga menyulitkan Perusahaan Daerah itu untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

Baca Juga :  Pemda Gulirkan Bantuan Rehab Kantor Desa dan Peresmian Anggota BPD

Untuk Nilai Kerja PDAM Kabupaten / Kota se-Provinsi Sulteng berdasarkan Audit BPKP 2019 mengatakan bahwa PDAM Poso menempati posisi ke 6 setelah Kabupaten Banggai yang mendapatkan nilai kerja 2,51 dengan predikat “kurang sehat”. Oleh karenanya perlu adanya perbaikan baik dalam aspek SDM, operasional, pelayanan dan keuangan yang salah satunya dapat diatasi dengan menyeimbangkan antara rasio jumlah pegawai dan pelanggan, mengganti meter air, meningkatkan kompetensi pegawai, serta meningkatkan jam operasional pelayanan meskipun tantangannya adalah efisiensi energi.

Wabup Samsuri menegaskan bahwa Pemkab Poso menerima penilaian serta rekomendasi yang diberikan oleh BPPSPAM demi peningkatan kondisi keuangan, kualitas dan cakupan pelayanan air minum PDAM Poso secara berkesinambungan. Olehnya Pemkab Poso bersifat terbuka terhadap upaya-upaya serta kerjasama dengan semua pihak terkait dalam usaha mewujudkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Poso.

Baca Juga :  Terus Bergerak Menuju Poso "Cerdas"

Upaya fasilitasi “penyehatan” PDAM Poso ini merupakan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Poso yang kian kompleks, dimana lanjut Wabup Samsuri bahwa “sehat” dalam arti PDAM mempunyai peralatan dan aparatur yang siap sehingga bisa menjalankan fungsinya terhadap masyarakat dengan baik dan secara prima. “Dan ini adalah komitmen kami bersama Bupati Darmin, bahwa kami akan berusaha memberikan pelayanan yang maksimal serta melakukan perubahan-perubahan yang mendasar guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Poso” ungkap Wabup Samsuri.

Sebelum melakukan penilaian, BPPSPAM telah menurunkan tim serta tenaga-tenaga ahli untuk memantau serta mengecheck langsung di lapangan kondisi-kondisi yang ada, dan dari hasil pantauan, tim BPPSPAM optimis bahwa dengan adanya penunjukan Dirut PDAM baru yang definitive dari Pemda, dengan beberapa gebrakan atau inovasi terbaru yang baru saja dilakukan oleh Lindon Lagamu yang baru beberapa bulan menjabat ini, di tahun yang akan datang PDAM Poso akan meraih predikat “Sehat”. (GP)

KOMENTAR