Poso, PPID – Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Yan Edward Guluda sore tadi Kamis, (3/10/2019) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pada tanggal 1 Oktober 2019 kemarin Pemda Poso menerima informasi dari Ketua Kerukunan Masyarakat Poso di Wamena Ratna Tolembo yang menyampaikan bahwa kurang lebih 100 jiwa masyarakat Poso yang berada di Wamena telah di evakuasi ketempat yang lebih aman. Dari informasi inilah Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu memerintahkan kepada jajaran terkait untuk mengambil langkah cepat mengatasi warga Poso yang berada di Wamena.

Bupati melalui sekda membentuk Tim untuk menangani permasalahan tersebut dengan menunjuk Kadis Perhubungan Okto Lebang sebagai ketuanya. Menurut sekda, ” Adapun langkah Pemda Poso yaitu dengan cara memulangkan semua warga Poso yang berada di Wamena dengan menanggung seluruhnya warga pengunsi baik logistik, akomodasi dan medis. Pemda Poso melalui tim yang ada membagi 3 kloter keberangkatan melalui jalur Laut dari Wamena (Papua) ke Makassar hingga ke Poso dengan menggunakan jalur darat (bus).” Terangnya.

Baca Juga :  Berbagi Kasih, Bupati Darmin Buka Puasa Bersama Anak Yatim

” Kloter pertama diperkirakan pada hari Jumat, 5 Oktober 2019 tim dari Pemda Poso akan menjemput para pengungsi asal Poso kurang lebih 15 orang dan yang menjadi prioritas yaitu perempuan dan anak-anak bertempat di Pelabuhan Makassar dan selanjutnya akan diberangkatkan menuju Poso dengan menggunakan Bus yang disediakan oleh Pemda Poso. Sedangkan kloter kedua diperkirakan pada Jumat depan memulangkan kurang lebih 45 orang dan kloter ketiga pada hari jumat berikutnya akan d berangkatkan lagi kurang lebih sekitar 55 orang.” Lanjut keterangan sekda.

” Tiba di Poso, para pengunsi menginap di Hotel Wisata dan akan di kembalikan pada keluarga masing – masing nantinya. Saat ini tim sedang dalam perjalanan menuju Makassar untuk menjemput para pengungsi asal Poso dan telah bekerjasama dengan Rukun Poso yang ada di Makassar untuk memulangkan kedaerah asalnya masing – masing.” Kuncinya.

Baca Juga :  Desa Terberdaya, Masyarakat Sejahtera

Tragedi Kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua semata mata bukanlah konflik agama melainkan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab yang mendesak warga pendatang (yang bukan asli daerah Wamena Papua) untuk segera keluar meninggalkan daerahnya. Konflik ini semata mata adalah murni konflik sosial. (S&R)

KOMENTAR