Poso, PPID – Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Renovasi Yondo Mpamona yang rencananya akan dilaksanakan pada Selasa 19 November 2019 bersama Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri, M.Si. Rapat persiapan yang digelar pada Senin siang 18 November 2019 di Ruang Pogombo Kantor Bupati Poso ini dihadiri oleh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, PT. Poso Energy, Balai Wilayah Sungai Sulawesi 3, Pimpinan OPD terkait seperti Dinas PUPR, Lingkungan Hidup, PMPSP, Pol PP dan Damkar, serta lurah dan Camat Pamona Utara dan Puselemba.

Berdasarkan surat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang nomor 005/1408/Keu & Aset yang menindaklanjuti Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 035/488/BPKAD tanggal 5 November 2019 perihal Persetujuan Gubernur, maka Pemerintah Daerah mengikuti regulasi serta instruksi yang ada dengan menggelar rapat persiapan dalam Pelaksanaan Renovasi Yondo Mpamona.

Jembatan Yondo Mpamona yang merupakan asset Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 1982 ini akhirnya oleh Pemerintah Provinsi dihapus kepemilikkannya (asset) dari Pemprov, maka atas inisiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, di bawah kepemimpinan Darmin – Samsuri maka jembatan tersebut akan direnovasi kembali dan dijadikan lebih baik lagi.

Baca Juga :  Bupati : Menyelesaikan Masalah tanpa Menciptakan Masalah Baru

Oleh karena adanya penghapusan asset dari Pemprov Provinsi yang berakibat pada pembongkaran atau pemusnahan jembatan tersebut, maka Pemda berupaya untuk tetap menampung aspirasi masyarakat yang masih menginginkan keberadaan jembatan tersebut dengan merenovasi kembali jembatan Yondo Mpamona. Mengingat juga kondisi jembatan yang sudah rapuh dan rusak seperti kaki jembatan yang sudah mulai lapuk dan keropos serta jalan-jalan jembatan yang sudah berlubang-lubang atau tidak pada kondisi yang aman bagi para pejalan kaki, maka bersama PT. Poso Energy, Pemda akan menata kembali jembatan tersebut dengan konstruksi yang tentunya lebih kuat serta aman bagi pejalan kaki.

Konstruksi jembatan tersebut menurut PT.Poso Energy melalui CSR Irma memaparkan bahwa akan direnovasi kembali dengan menggunakan bahan-bahan yang baru terbuat dari kayu yang tentunya juga tidak akan meninggalkan jati diri Yondo Mpamona itu sendiri. Dalam artian bahwa jembatan tersebut memiliki konstruksi yang baru dan lebih kokoh namun juga tetap memiliki ornament-ornamen khas Pamona.

Sementara itu Bupati Darmin kembali menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk menata Kota Tentena agar dapat menjadi kota wisata dengan sejumlah spot-spot atau tempat yang mampu menarik kunjungan wisatawan. “Hal ini juga tentunya akan membuat roda perputaran ekonomi di wilayah Tentena dan sekitarnya menjadi lebih aktif lagi dikarenakan banyaknya kunjungan-kunjungan wisatawan yang tentunya akan berdampak pada penginapan-penginapan, rumah-rumah makan dan industry kecil lainnya seperti kerajinan tangan yang dapat dijadikan souvenir bagi wisatawan menjadi lebih ramai” jelas Bupati Darmin.

Baca Juga :  DP 0 Dengan Cicilan Super Murah, Sejuta Rumah Untuk Indonesia

Terkait dengan renovasi yondo mpamona serta revitalisasi danau Poso, Ketua DPRD Kabupaten Poso, Sesi Mapeda mengaku mendukung apa yang sudah menjadi keputusan dari Pemerintah Daerah. “Kami selaku badan legislative yang dalam fungsinya melakukan pengawasan terhadap pemerintahan, memandang bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Daerah saat ini tentunya sudah melalui aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku, olehnya kami mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan dalam merevitalisasi kembali Kota Tentena menjadi Kota Tujuan Wisata, baik itu dalam penataan sungai Poso maupun renovasi jembatan Yondo Mpamona” tegas Ketua DPRD yang saat itu didampingi oleh Wakil Ketua I, Rommy Alimin, SE.

Adapun batas waktu renovasi yang akan dilakukan oleh pihak PT.Poso Energy dalam proses renovasi tersebut, oleh Pemda Poso memberikan deadline waktu paling cepat bulan Agustus 2020 atau paling lambat sekitar awal bulan September 2020. Dengan pengerjaan yang akan melibatkan 10 desa di wilayah kecamatan Pamona Puselemba tentunya hal ini juga menunjukkan bahwa dalam proses renovasi jembatan ini pun masih didasarkan pada budaya adat berdirinya yondo mpamona yang melibatkan 11 desa pada waktu itu.

Baca Juga :  Jadikan Desa Inspiratif dan Inovatif Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Pembangunan Menuju Desa Mandiri

Terkait dengan penataan danau Poso, Wabup Samsuri kembali menstretching bahwa proses revitalisasi atau pengerukan yang dilakukan tentunya juga sesuai hasil kesepakatan yang telah ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 26 Maret 2019 yang lalu pada Rapat Koordinasi dengan Kepala-Kepala Daerah terkait dengan upaya penyelamatan 15 danau yang masuk dalam prioritas penyelamatan.

Ia menambahkan bahwa penelitian telah dilakukan oleh sejumlah ahli dan salah satunya ini juga diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa terdapat 15 danau prioritas yang hingga kini status ekosistemnya masih terancam. Hal ini, lanjutnya lagi dikarenakan terjadi peningkatan sedimentasi dan dan Danau Poso masuk dalam 15 kategori danau prioritas tersebut.

Olehnya Pemda mewujudkan komitmennya tersebut bekerja sama dengan PT. Poso Energy melakukan penyelamatan atau pemulihan danau dengan merevitalisasi sungai Poso. “Karena Danau Poso sudah masuk dalam prioritas penanganan penyelamatan danau yang tertuang dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2014-2019 maka, kami meminta kepada semua pihak agar dapat bekerja sama dan mendukung apa yang sudah menjadi program pemerintah” Terang Wabup Samsuri. (GP)

KOMENTAR