Tentena, PPID – Menindaklanjuti surat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang nomor 005/1408/Keu & Aset yang berdasarkan Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 035/488/BPKAD tanggal 5 November 2019 perihal Persetujuan Gubernur. Selaku perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Poso melaksanakan instruksi tersebut dengan melakukan pembongkaran Jembatan Yondo Mpamona untuk dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih baik dan kuat.

Proses renovasi yang dimulai dengan pembongkaran seluruh badan jembatan ini dimaksudkan untuk dapat memasang tiang pancang yang kuat bagi kaki-kaki jembatan, yang sebelumnya telah banyak lapuk dimakan air. Dengan melibatkan 10 desa/kelurahan yang ada di wilayah Pamona Puselemba, proses pembongkaran ini berjalan dengan tertib dan lancar oleh karena adanya dukungan dari semua pihak.

Baca Juga :  Lantik Kepala Desa, Bupati Darmin Juga Meresmikan Sejumlah Bangunan Infrastruktur

Jembatan Pamona yang dibongkar ini rencananya akan dibangun kembali dengan 80% menggunakan kayu yang menjadi ciri khasnya dan tentunya juga akan menjadi sangat aman bagi para wisatawan yang akan melintasi melewati jembatan tersebut. Mengingat Danau Poso yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sulawesi 3 Provinsi Sulawesi Tengah, selaku pengawas pelaksana kegiatan dan juga pelaksana instruksi peraturan yang telah dikeluarkan oleh Pemprov, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Poso berupaya memfasilitasi kegiatan ini dengan bekerjasa semua pihak termasuk juga melibatkan pekerja yang semuanya berasal dari masyarakat Kecamatan Pamona Puselemba.

Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu yang mengawal langsung proses pengbongkaran ini menyatakan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Pamona yang telah bekerjasama mendukung setiap program Pemerintah. Terbukti selama waktu pengbongkaran jembatan tersebut, pelaksanaan pengbongkaran berjalan dengan lancar karena didukung sepenuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk dari lembaga legislative.

Baca Juga :  Darmin-Samsuri Berupaya Memenuhi Kebutuhan Masyarakat tanpa Mengabaikan Peraturan yang Berlaku

“Yang perlu dipahami bersama bahwa jembatan Yondo Mpamona ini merupakan asset dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 1982. Oleh karena adanya penghapusan asset yang mengakibatkan pada pengbokaran jembatan, maka kami menampung semua aspirasi masyarakat yang masih menginginkan keberadaan jembatan tersebut dengan membangun kembali jembatan yang tentunya dengan konstruksi jembatan yang baru tanpa meninggalkan jati diri cirri khas dari jembatan itu sendiri” terang Bupati Darmin. Proses pengbongkaran ini dimulai pada Selasa pagi 19 November 2019 pukul 10.00 wita. (GP)

KOMENTAR