Tagolu, PPID – Wakil Bupati Poso, Ir. Samsuri M.Si didampingi Ketua DPRD Kab Poso Sesi K D Mapeda S.H M.H, serta Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Kabupaten Poso (LPPD) Putera Botilangi S.E M.Si, Ketua Panitia Pesparawi dr. Taufan Karwur, serta para Kepala-Kepala OPD, dan seluruh peserta Pesparawi ke -9 dengan jumlah peserta kurang lebih 1.084 orang dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Poso,(27/11/2019),

Diawali dengan parade devile dari para peserta lomba, yang di iringi drum band dari smp 1 lage. Pembukaan lomba Pesparawi ke 9 bertempat di Gereja GKST MORIA Tagolu, Desa Tagolu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso.

dr. Taufan Karwur mengatakan ‘”Pesparawi adalah bagian dari pembinaan mental dan spiritual moral dan etika bagi umat Kristiani, sekaligus sebagai salah satu perwujudan iman Kristen dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang berdasar pada UUD 1945. Dengan peningkatan kualitas SDM di bidang seni budaya yang bernafaskan kekristenan sekaligus sumber motivasi dan inspirasi untuk mempererat tali persaudaraan rasa kebersamaan di tengah-tengah kebhinekaan dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Rasa kebersamaan dan ungkapan kesetiaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta cerminan kebersamaan dan kesatuan umat Kristiani di Kabupaten Poso. Serta mengembangkan kreativitas seni budaya yang hidup dalam tata Ibadah dalam umat Kristiani, sekaligus memelihara serta melestarikan budaya bangsa meningkatkan mutu dalam paduan suara ketahuan dan pengalaman yang dimiliki”.

Baca Juga :  Pembukaan Pasar Murah, Bupati Darmin Serahkan Bantuan Bangun Jembatan Gantung

Wakil Bupati Poso menyampaikan “terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh hamba tuhan dan seluruh umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kabupaten Poso bahkan seluruh peserta yang turut meramaikan dan mensukseskan penyelenggaraan aja paduan suara gerejawi, tingkat kabupaten Poso pada tahun 2019 ini, karena kegiatan ini disamping bersifat lomba juga tentunya ada nilai religius yang terkandung di dalamnya sehingga selaku pimpinan di daerah ini menyambut baik pelaksanaan event pesparawi yang juga merupakan proses pembinaan keimanan dan ketakwaan kita kepada Tuhan firman yang kita lantunkan lewat nyanyian pujian kepada Tuhan. Mudah-mudahan lomba pada ajang ini penuh berkat”.

Baca Juga :  Bupati : Poso Pesisir Bersaudara Menjadi Daerah Percontohan Kerukunan Antar Umat Beragama

Ir. Samsuri melanjutkan “Pesparawi merupakan kegiatan pembinaan mental spiritual bagi umat Nasrani melalui lagu puji-pujian yang dilombakan. Untuk memuliakan nama Tuhan yang selalu memberikan berbagai berkat dan kenikmatan hidup di dunia ini. Selaku hamba tuhan tentunya kita tidak boleh lupa mensyukuri segala berkat Tuhan tersebut melihat kidung kidung pujian yang sejalan dengan tema Pesparawi ke 9 tahun 2019 yaitu Bernyanyilah Bagi Tuhan dengan nyanyian syukur. (mazmur 47:7a). Lantunan puji-pujian yang dikembangkan dalam ajang pesparawi diharapkan dapat memberikan berkas cahaya yang terang benderang untuk menuntun kita ke jalan yang lebih terarah bersama masyarakat Poso lagu pemerintah daerah dan stakeholder lainnya dalam upaya mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Poso yang damai dan sejahtera.

Baca Juga :  HUT Jemaat GKST Sion Sangele, Bupati Darmin Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah

Akhirnya melalui kesempatan ini saya juga mengajak kepada kita semua warga masyarakat Poso untuk terus menjaga kedamaian dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa saat ini seperti keragaman atau pluralisme. Untuk itu Mari kita sukseskan bersama kegiatan pesta Rawi religi yang melibatkan masyarakat sintuwu maroso saya percaya event ini mampu kita sukseskan pelaksanaannya karena beberapa event daerah bahkan event berskala nasional telah kita sukseskan. Dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang memiliki keberagaman suku agama dan budaya yang ada di kota Poso.

Karena itu persatuan dan kesatuan yang utuh yang telah dimiliki harus kita pertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi sehingga Kabupaten Poso menjadi salah satu daerah yang menjadi simbol perdamaian dan persatuan bangsa Indonesia”. (Opi)

KOMENTAR