Jakarta, PPID – Terkait dengan Penghargaan yang diterima oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu di Jakarta pada beberapa waktu yang lalu yakni penghargaan Indeks Kelola 2019 Kinerja dan Efektivitas Pengelolan APBD untuk Pembangunan Kesehatan, Amelia Agustine, Tim dari Penyelenggara Indeks Kelola 2019 menjelaskan secara terperinci laporan hasil penilaian Katadata Insight Center (KIC) terhadap Kabupaten Poso. Amel menjelaskan bahwa dari hasil penilaian yang telah melalui proses analisis data dengan pengelompokkan 508 kabupaten dan kota se-Indonesia ke dalam empat kelompok menurut besarnya APBD per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini, Kabupaten Poso memiliki nilai capaian keberhasilan pembangunan yang lebih besar di bidang kesehatan.

Sesuai dengan survey data yang diperoleh, lanjutnya lagi bahwa Kabupaten Poso merupakan daerah dengan angka harapan hidup di atas rata-rata nasional dimana pada tahun 2017 angka harapan hidup di Poso berjumlah 70,16 dan naik menjadi 70,51 pada tahun 2018. Ia juga mengatakan bahwa pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Poso dinilai berhasil karena mampu menaikan angka harapan hidup 0,50% dengan alokasi anggaran untuk bidang kesehatan sebesar 16% dari total APBD.

Baca Juga :  Hari Anti Narkoba 2019 di Kabupaten Poso

Naiknya angka harapan hidup, terangnya lagi mencerminkan bahwa kondisi kesehatan di Kabupaten Poso juga meningkat, karena setiap daerah yang memiliki angka harapan hidup yang tinggi, pada umumnya tingkat kesehatan ibu dan bayinya juga tinggi. Sebaliknya apabila di suatu daerah memiliki angka yang relative rendah maka sudah dapat dipastikan karena buruknya masalah pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Hal ini, lanjutnya lagi dapat dibuktikan dengan kebijakan inovasi yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah dalam hal ini Bupati Darmin yang terus meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menambah jumlah puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Poso. “Sehingga hal ini tentunya berdampak pada pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat sampai ke pelosok daerah” terang Amel.

Baca Juga :  Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke-72 di Kabupaten Poso

Salah satu yang menjadi nilai plus dalam pembangunan puskesmas secara menyeluruh di setiap daerah yang dilakukan oleh Pemkab Poso, yakni dimana Pemkab Poso mampu menampung aspirasi masyarakat Kecamatan Pamona Timur yang menginginkan dibangunnya tambahan Puskesmas lain. Mengingat kecamatan ini memiliki 13 desa dengan luas wilayah 701,95 km3 dengan pelayanan kesehatan yang hanya dilakukan oleh Puskesmas Taripa, maka dengan anggaran alokasi APBD yang ada, Pemkab Poso dinilai mampu untuk membangun lagi sebuah Puskesmas untuk pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, yakni dibangunnya Puskesmas Olumokunde.

Sedangkan untuk program atau inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Poso, KIC menilai bahwa selain adanya program kesehatan “Gema Beraksi” untuk pengendalian schistosomiasis tingkat desa ini, dalam laporan hasil survey yang ada, selaku Pimpinan Daerah, Bupati Darmin dinilai mampu menggerakkan Perangkat Daerahnya agar berlomba-lomba melakukan inovasi-inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat seperti peningkatan kapasitas kesehatan lintas sektor lainnya. Salah satunya Pemkab Poso juga dinilai mampu meneruskan program lanjutan dari Pemerintah Pusat yakni program “Germas” (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan Gerakan Peduli Bersama Tentang Pelaksanaan Gerakan Peduli Ibu Anak Selamat (Geliat).

Baca Juga :  Pengembangan Program Kabupaten/Kota Sehat di Kabupaten Poso

Bupati Darmin mengungkapkan bahwa program-program yang dilakukan ini sejatinya merupakan kampanye kesehatan akan pentingnya membudayakan pola hidup sehat dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut berkontribusi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). “Program yang dilakukan tentunya juga tidak lepas dari dukungan semua pihak, karena keberhasilan yang diperoleh juga merupakan hasil kerjasama serta komitmen masyarakat Kabupaten Poso terhadap pentingnya kesadaran hidup sehat dan keselamatan bagi ibu dan bayi” aku Bupati Darmin.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan sejumlah permasalahan kesehatan yang timbul di Kabupaten Poso saat ini tentunya bisa dicegah dikarenakan Pemkab Poso berupaya untuk tetap fokus pada upaya kesehatan dengan mengutamakan sistem preventif dan promotif dalam menumbuh kembangkan kemandirian keluarga dan masyarakat di Kabupaten Poso. (GP)

KOMENTAR