Kasiguncu, PPID – Dalam Sila Pertama Pancasila dan UUD 1945 pasal 29 mengakui adanya agama dan kebebasan beragama sehingga dalam hubungan Pemerintah Daerah bersama dengan organisasi keagamaan berada dalam garis sejajar yang saling membantu, memperlengkapi, dan memberdayakan satu sama lain. Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu selaku Kepala Pemerintahan Daerah meletakkan batu pertama atas pembangunan Pastori Klasis Poso Pesisir, Jumat sore 24 Januari 2020 di Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir.

Pembangunan Rumah Pastori ini dibangun dengan ukuran 12 x 9 meter dengan biaya yang dianggarkan sebesar Rp 300.000.000,00 (Tiga ratus juta rupiah) yang berasal dari upaya bersama Panitia Pembangunan Rumah Pastori Klasis serta beberapa bantuan dari Kepala-Kepala Desa yang ada di Klasis Poso Pesisir. Adapun tujuan pembangunan rumah pastori ini untuk mendapatkan tempat yang representatif bagi hamba Tuhan dalam membangun pertumbuhan jemaat dan pelayanannya di wilayah Klasis Poso Pesisir.

Baca Juga :  Bupati Darmin : Menjadi Orang Bijak Yang Meneduhkan
Pembukaan Pertemuan Jaringan Kerja Persekutuan Pemuda GKST Tahun 2020 dibuka oleh Bupati Poso

Dalam rangkaian kegiatan ini juga Bupati Poso Darmin Sigilipu membuka secara resmi Pertemuan Jaringan Kerja Persekutuan Pemuda GKST Tahun 2020 yang direncanakan waktu pelaksanaannya selama 3 hari dari 24 s/d 26 Januari 2020. Diikuti oleh 104 peserta yang terdiri dari Majelis Klasis bersama dengan Pengurus Pers Pemuda 26 Klasis se- GKST, kegiatan ini mengangkat tema “Pemuda GKST siap maju dalam regenerasi hidup mandiri dan berkualitas”.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda GKST Brami Y. Limbong, S.Kom, MAP mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan titik awal atau kegiatan yang strategis dalam menetapkan modul pendidikan kader GKST. “Menjadi pergumulan bersama bagi seluruh warga pemuda GKST dimana saat ini Gereja membutuhkan regenerasi yang berkualitas agar dapat melanjutkan misi pekabaran/penginjilan sehingga kegiatan ini merupakan awal yang tepat untuk merumuskan modul pendidikan kader GKST” ungkap Brami.

Baca Juga :  Bangkitnya Toleransi Antar Umat Beragama di Kabupaten Poso

Sementara itu Ketua Umum Sinode GKST Pdt, Jetroson Rense, M.Th dalam sambutannya mengajak agar para pemuda dapat segera menyesuaikan diri menghadapi tuntutan zaman 4,0 yang berkembang sangat pesat. “Kalau kita tidak cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, maka kita akan berada jauh di belakang. Pemuda GKST harus mampu menyikapinya dengan berlandaskan ajaran-ajaran iman Kristen serta juga dituntut dapat berkembang secara cepat baik di bidang pengetahuan maupun kemampuan dalam berteknologi” ujar Pdt. Jetroson.

Bupati Poso Darmin Sigilipu mengatakan bahwa Pemerintah Daerah akan terus mendukung serta mendorong upaya-upaya atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam mengaktualisasikan segala potensi dirinya. “Pemerintah merespon kegiatan pemuda yang berani berinovasi, berkreasi serta menciptakan hal-hal baik bagi dirinya sendiri maupun perkembangan dan pertumbuhan daerah” terang Bupati Poso Darmin Sigilipu.

Baca Juga :  Insya Allah Meraih Haji Mabrur Sepanjang Hayat

Ia juga mengajak para pemuda GKST agar mampu bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menciptakan kreasi-kreasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, gereja, masyarakat dan daerah. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Poso, Ketua Umum Majelis Sinode GKST, beberapa Pimpinan OPD, Ketua Umum Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda GKST bersama Pengurus, Hamba-Hamba Tuhan se-Klasis Poso Pesisir dan tokoh-tokoh agama serta masyarakat Poso Pesisir. (GP)

KOMENTAR