Poso, PPID – Video Conference Kepala Daerah Se-Provinsi Sulawesi Tengah bersama Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dilakukan di Ruang Kerja Bupati Poso, Selasa 31 Maret 2020, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso dan beberapa Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Perhubungan dan RSUD Poso mendampingi Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu dalam kegiatan tersebut. Terkait dengan pencegahan dan penanganan COVID-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Gubernur pun menginstruksikan kepada Kepala-Kepala Daerah agar menutup jalan akses masuk di wilayah perbatasan Sulawesi Tengah yang dimulai pada pukul 17.00 – 07.00 wita dan dibuka kembali pada pukul 07.00 – 17.00 wita.

Adapun untuk kendaraan logistic, obat-obatan maupun BBM tetap akan diberikan akses masuk untuk menjaga stok di Provinsi Sulawesi Tengah dengan tetap melakukan penyemprotan disinfektan serta pemeriksaan kesehatan bagi pengendaranya. Untuk Kabupaten Poso sendiri, Gubernur Longki mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Bupati Darmin yang juga telah memberlakukan waktu buka tutup jalan di wilayah perbatasan terutama di Desa Mayoa Kecamatan Pamona Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan serta inisiatif Pemda Poso yang melaporkan langsung pada Pemprov tentang sejumlah tindakan preventif yang dilakukan terkait dengan penyebaran COVID-19.

Baca Juga :  Bupati Darmin Tekankan Adaptasi Pelayanan Terhadap Masyarakat Harus Up to Date
Doc by Octo Humas

Di samping itu, Ia juga menginstruksikan agar setiap Kepala Daerah merealokasikan anggarannya di dalam anggaran-anggaran penyesuaian atau perubahan anggaran untuk menangani masalah COVID-19 di wilayah masing-masing. Sementara itu, menanggapi “Lockdown” yang telah ditetapkan oleh salah satu Kabupaten di wilayah Provinsi Sulteng, kembali Gubernur Longki menegaskan bahwa untuk isolasi wilayah tersebut, sesuai dengan Petunjuk dari Presiden Jokowi adalah merupakan kewenangan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, sehingga kembali Ia menegaskan bahwa untuk “Lockdown” tersebut hendaknya Kepala-Kepala Daerah terlebih dahulu melakukan koordinasi secara terarah dengan Pemerintah Provinsi.

Bupati Darmin yang diberikan kesempatan untuk melaporkan selanjutnya mengatakan bahwa Kabupaten Poso dalam keadaan kondusif dengan laporan terakhir per tanggal 30 Maret 2020 untuk pelaku perjalanan yang masuk ke Kabupaten Poso sekitar 1702 orang yang kebanyakan adalah mahasiswa atau pelajar yang bersekolah di luar Poso, dan dilaporkan pula ada sejumlah 94 orang yang sudah selesai dalam pemantauan Puskesmas-Puskemas yang ada di Kabupaten Poso. Untuk ODP terdapat 3 orang dengan catatan 1 sudah selesai pemantauan sehingga tinggal 2 orang yang tercatat dalam laporan Tim Gugus Tugas sedangkan untuk PDP tidak ada.

Baca Juga :  Launching SAKIP :" Bupati Darmin Apresiasi OPD dan Bagian Yang Menyelesaikan Inventarisasi BMD Lebih Awal Dari Target Yang Ditetapkan"
Bupati Poso saat melakukan VideoConference dengan Kepala-Kepala Daerah Se-Provinsi Sulteng bersama Gubernur, doc by Octo Humas

Ia juga melaporkan bahwa Pemerintah Daerah tetap melakukan pengawasan terhadap keluar masuk orang dan barang yang ada di 6 titik yaitu Desa Mayoa Pamona Selatan (yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan), Perbatasan antara Morowali Utara yang terdapat 2 titik yaitu Pamona Tenggara dan Timur, Perbatasan di desa Malei Kecamatan Lage yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Touna, Lore Utara Desa Dongi-Dongi yang berbatasan dengan Kabupaten Sigi, Desa Tumora Poso Pesisir Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Parimo. Terkait dengan pengamanan yang ada di wilayah perbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Darmin memohon bantuan tambahan personil untuk TNI/Polri kepada Danrem dan Kapolda agar bisa menambah kekuatan penjagaan di wilayah perbatasan tersebut.

Baca Juga :  Pemda Poso Terima Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dari Perwakilan BPK RI

Bupati Darmin juga meminta bantuan tambahan APD (Alat Pelindung Diri) dari Pemerintah Provinsi mengingat salah satu Rumah Sakit rujukan di Sulawesi Tengah untuk penanganan COVID-19 ini juga terdapat di Kabupaten Poso yakni RSUD Poso. Dimana Ia juga melaporkan bahwa kemampuan ruang isolasi di RSUD Poso yang dapat menampung sejumlah 4 orang seandainya ada pasien terindikasi COVID-19, serta Pemda Poso juga telah menyiapkan Hotel Wisata sebagai tempat cadangan apabila ada pasien yang terindikasi COVID-19.

Sementara itu untuk ketersediaan beras yang ada di Bulog Poso dilaporkan bahwa saat ini ada sekitar 500 ton beras untuk Kabupaten Poso bahkan mampu untuk membantu kabupaten tetangga. Ia juga melaporkan bahwa terhitung 31 Maret 2020 sudah masuk sekitar 70 ton beras dan berdasarkan laporan dari Kepala Bulog Poso bahwa saat ini stok beras yang ada mampu bertahan hingga sampai 2 bulan ke depan sehingga pada saat lebaran Kabupaten Poso siap dengan stok beras yang ada sedangkan untuk gula pasir sesuai dengan perencanaan yang ada bahwa pada tanggal 2 April 2020 diperkirakan stok gula tersebut kembali akan masuk di Kabupaten Poso. (GP)

KOMENTAR