Poso, PPID – Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu didampingi Wakil Bupati Poso Ir. Samsuri M.Si, Sekretaris Daerah Yan Edward Guluda SH.MH dan Kepala Bapelithbangda Ir. Herningsih Tampai M.Si ikut langsung dalam acara pembukaan Musrenbang RKPD tahun 2021 via video converence.

Pemerintah Daerah Kabupaten Poso mendapatkan penghargaan dari hasil penilaian Tim Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kabupaten/Kota Se Sulawesi Tengah Tahun 2020, oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Sebagai Pemenang Terbaik 1 (satu) PPD Tahun 2020, di susul oleh Kabupaten Banggai pemenang terbaik dua, Kota Palu terbaik tiga, dan Kabupaten Buol.

Hal ini di sampaikan oleh Agus Lamakarate selaku moderator pada Kegiatan Musrenbang Provinsi yang di gelar melalui video converence, yang di pimpin Langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola,M.Si di dampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira dan Bupati/Wali kota se provinsi Sulawesi Tengah, dan turut hadir juga Menteri PPN/Bappenas Suharso Munoarfa, dan Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Prof. Mukhlis Abdi.

Baca Juga :  Sehari Wakil Bupati Poso Menghadiri 3 Kegiatan Sekaligus

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas ikut memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)2021. Isu yang diangkat mengenai rencana penanggulangan Covid-19 dan rencana kerja daerah.

“Diantaranya yang menjadi perhatian Bapak Presiden terdapat 103 daerah belum menganggarkan jaring pengaman sosial, 140 daerah belum menganggarkan penanganan dampak ekonomi, dan 34 daerah belum menyampaikan data anggaran untuk penanganan Covid-19,” ujar Menteri Suharso, Menteri PPN/Kepala Bappenas pada pembukaan Musrenbang RKPD 2021 melalui video converence. Menurut Bappenas sumber-sumber alternatif pembiayaan daerah untuk penanganan Covid-19 bisa berasal dari realokasi APBD, revisi DAK Kesehatan 2020 yang diusulkan melalui sistem KRISNA (21 Maret – 15 April), pemanfaatan Dana Desa, partisipasi swasta dan organisasi masyarakat serta revisi DAK Fisik. Penanganan wabah ini memerlukan kerja bersama”.

Baca Juga :  Kunjungan Balasan Pemda Poso ke Kabupaten Touna

“Sasaran pembangunan Tahun 2021 tersebut akan sulit tercapai apabila pandemi Covid-19 tahun ini tidak segera tertangani. Untuk itu, kami mengharapkan peran aktif pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19 tahun ini, baik dalam pengendalian penyebaran virus maupun refocusing anggaran APBD, serta penyediaan insentif untuk menjaga bergeraknya ekonomi lokal dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” imbuh Menteri.

Prof. Mukhlis abdi yang mewakili menteri dalam negeri dalam arahanya menyebutkan pencapaian yang di raih oleh provinsi sulawesi tengah saat ini sudah dapat di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat di lihat dari berapa capaian. Yang pertama adalah capaian dalam pertumbuhan ekonomi, selama lima tahun terakhir pertumbuham ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah menunjukan karakter yang begitu aktif dan pada tahun 2019 tumbuh sebesar 7,15% yang meningkat jika di bandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 6,80%.

Baca Juga :  Langkah Serius Pemda Mewujudkan Poso Meraih Adipura

“Dalam lingkup wilayah sesulawesi, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah berada di tingkat pertama bahkan secara umum pertumbuhan ekonomi ini berada di atas rata-rata nasional” imbuh Menteri Dalam Negeri.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola. M.Si dalam sambutannya mengatakan pembukaan Musrenbang kali ini dilakukan secara virtual sebagai bentuk komitmen dan perhatian pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan di daerah Sulawesi Tengah terutama pasca bencana alam tanggal 28 september tahun 2018 serta pemulihan ekonomi daerah akibat Pandemic Covid-19.

“Musrenbang merupakan salah satu tahapan dalam proses penyusunan sesuai amanat UUD nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. RKPP tahun 2021 ini merupakan forum musyawarah pihak-pihak yang berkepentingan karena merumuskan program/kegiatan strategis pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah” jelasnya. (ADIT)

KOMENTAR