Poso, PPID – Keberhasilan memang tidak datang secara tiba-tiba melainkan diperlukan usaha kerja keras dan cerdas serta dukungan penuh dari semua komponen jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Poso. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu saat dikonfirmasi lewat telepon tentang masuknya Kabupaten Poso dalam 10 besar daerah pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Nasional tahun 2020 sesuai dengan isi Surat dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI 28 April 2020 dengan nomor 04842/D.9/04/2020.


Dua (2) tahun berturut-turut prestasi yang ditorehkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Poso dalam pembangunan Daerah ini (Setelah di tahun 2019 sesuai dengan Surat Kementrian PPN/Bapenas tanggal 28 Mei 2019 nomor 6259/ D.9/ 05/ 2019 tentang Rekapitulasi Hasil Penilaian PPD 2019 dimana Kabupaten Poso berada pada peringkat Ke-4 Tingkat Nasional mengalahkan Kabupaten Sleman dan Bandung, red) resmi diakui oleh Kementrian PPN / Bappenas terbukti dengan masuknya Kabupaten Poso pada 10 besar daerah yang dinilai memiliki prestasi dalam menghasilkan perencanaan yang berkualitas serta mampu mencapai target-target pembangunan di daerah. Setelah pada tahun yang lalu, Kabupaten Poso memiliki inovasi terbaru yakni “Lepas Tangkap” atau dalam kearifan lokal disebut dengan Moronda dan pada tahun ini kembali Kabupaten Poso mendapat sorotan penuh dari Pemerintah Pusat terkait dengan inovasi baru yang dilakukan oleh Pemda yakni “Mobago Schisto”.

Baca Juga :  Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja Kibaid Jemaat Poso


PPD sendiri yang merupakan penghargaan serta apresiasi Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah terhadap penyiapan dokumen Rencana kerja Pemerintah daerah (RKPD) yang lebih baik, konsisten, komprehensif, terukur serta dapat terlaksana ini, dimana Kabupaten Poso mampu disejajarkan dengan daerah-daerah berprestasi lainnya seperti Kabupaten Bangka, Flores Timur, Klungkung dan Kuburaya serta Kota Balikpapan, Padang, Pontianak dan Semarang. “Keberhasilan ini tentunya merupakan kerja keras, cerdas serta pantang menyerah dari seluruh Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Poso baik itu dari segi aspek perencanaan sampai pada aspek pencapaian yang isinya terdapat pengelolaan RKPD yang baik maupun peningkatan indicator-indikator pembangunan yang dinilai oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian PPN/Bapenas ini bahwa Kabupaten Poso memiliki peningkatan yang sangat signifikan dalam peningkatan pembangunannya” ungkap Bupati Darmin.

Baca Juga :  Bupati Poso Membuka Rapat Tim Percepatan Penataan Danau dan Sungai Poso


Dan salah satu aspek penilaian yang tidak luput dari Pemerintah Pusat, lanjutnya lagi bahwa Pemda Poso dinilai mampu menciptakan inovasi-inovasi terbaru yang dikembangkan terkait dengan pelaksanaan pembangunan di daerah. Dan untuk tahun 2020 ini, Pemda Poso dianggap memiliki inovasi berkualitas lainnya yakni Inovasi Mobago Schisto atau Gema Beraksi yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dimana inovasi ini merupakan upaya Pemda Poso dalam percepatanan penurunan prevalensi penyakit schistosomiasis atau demam keong di wilayah Kabupaten Poso khususnya di Dataran Tinggi Napu dan Bada.


Adapun keberhasilan Pemda Poso selama 2 tahun berturut-turut masuk dalam 10 besar Tingkat Nasional PPD ini karena telah memenuhi kriteria dan indikator penilaian yang meliputi naiknya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, penurunan tingkat pengangguran terbuka dan jumlah penganggur, penurunan tingkat kemiskinan, dan naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penilaian juga dicermati dengan tersedianya penjelasan strategi dan arah kebijakan RKPD terkait visi dan misi daerah, strategi dan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tersedianya penjelasan keterkaitan antara sasaran dan prioritas pembangunan daerah RKPD dengan sasaran prioritas nasional RKP, juga terwujudnya konsistensi antara hasil evaluasi pelaksanaan RKPD dengan permasalahan/isu strategis, konsistensi antara prioritas pembangunan daerah dengan permasalahan/isu strategis, konsistensi antara prioritas pembangunan daerah dalam RKPD dengan program prioritas, dan konsistensi antara prioritas pembangunan dalam RKPD dengan pagu anggaran.

Baca Juga :  Musrembang Kluster I Dibuka Wakil Bupati Poso


Bukanlah hal yang mudah, di tengah pandemic COVID-19 yang melanda seluruh dunia, bangsa Indonesia dan wilayah Sulawesi Tengah bahkan sampai pada Kabupaten Poso pada khususnya ini, Pemerintah Daerah masih membawa harapan serta angin segar bagi pembangunan berkelanjutan yang baik dan terarah bagi masyarakat Kabupaten Poso. “Kami tidak hanya sekedar bermimpi, tapi kami juga menyatakan nya dalam aksi atau wujud nyata bakti kami bagi masyarakat dan pembangunan yang lebih baik di Tana Poso. Karena mimpi adalah pemicu bagi kami untuk dapat berkarya serta memberikan hasil yang terbaik bagi Tana Poso yang kita cintai dan banggakan bersama ini” kata Bupati Darmin menutup penjelasannya via telepon. (GP)

KOMENTAR