• Berita
  • Terbaru
No Sampul
Kemarin, 21:53
5

Bupati Poso Buka Festival Bunga Desa 2026 di Tiwa’a, Pelayanan Publik dan Potensi Desa Dihadirkan Lebih Dekat kepada Masyarakat

Oleh :
Muhammad Husni


Foto : Bupati Poso Buka Festival Bunga Desa 2026 di Tiwa’a, Pelayanan Publik dan Potensi Desa Dihadirkan Le

 

Tiwa’a, IKP Kominfosandi - Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, secara resmi membuka Festival Bunga Desa Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Tiwa’a, Kecamatan Poso Pesisir, Selasa (9/6/2026).
Mengusung tema “Ayo Berwisata ke Desa”, Festival Bunga Desa berlangsung selama dua hari, yakni 9 hingga 10 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan publik, pertunjukan seni dan budaya, promosi potensi lokal, ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat, berbagai lomba dan permainan rakyat, serta penyerahan bantuan untuk balita stunting dan lainnya.
Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, turut hadir mendampingi Bupati Poso bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Poso dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Poso, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi II, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Poso, Kepala Pengadilan Agama Poso, jajaran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pimpinan perbankan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para camat, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Poso menegaskan bahwa Festival Bunga Desa merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan dan pembangunan hingga ke tingkat desa.
“Festival Bunga Desa adalah inisiatif penting dari pemerintah daerah yang bertujuan untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui festival ini, kami berusaha mendekatkan pelayanan dan pembangunan langsung kepada masyarakat di tingkat desa, sekaligus menjadi ajang penampilan budaya dan seni,” ujar Bupati.
Festival Bunga Desa menjadi pengembangan dari semangat Bupati Ngantor di Desa atau Bunga Desa yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Poso. Kegiatan tersebut kini dikemas lebih terpadu dengan menghadirkan layanan dasar pemerintah, pelestarian budaya, promosi produk lokal, kegiatan sosial, serta berbagai bentuk pelayanan dari instansi mitra.
Bupati menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Poso Tahun 2026–2029, yakni mewujudkan Kabupaten Poso yang makin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap program pemerintah harus berorientasi pada pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam menikmati hasil pembangunan.
“Bersama Wakil Bupati, kami hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, dan harapan masyarakat,” tegasnya.
Selain menghadirkan berbagai layanan publik, Festival Bunga Desa juga diramaikan dengan pertunjukan seni dan budaya lokal yang menampilkan kekayaan tradisi serta kreativitas masyarakat Tana Poso. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh karakter, identitas budaya, dan semangat kebersamaan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Poso juga secara resmi meluncurkan Program Mesale Banua Tahun 2026.
Program Mesale Banua merupakan inovasi gotong royong dalam penanganan kemiskinan, khususnya bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2. Program ini diawali dengan renovasi rumah tidak layak huni agar memenuhi standar keselamatan bangunan, kesehatan, dan kecukupan ruang bagi masyarakat penerima manfaat.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, instansi terkait, sektor swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan, perbankan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Karang Taruna, serta swadaya masyarakat.
“Program ini bukan hanya sekadar membangun tembok untuk perbaikan rumah, tetapi juga membangun jiwa, membangun harapan, membangun martabat, serta rasa percaya diri di masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian pembukaan Festival Bunga Desa juga dirangkaikan dengan pelepasan 301 petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang akan bertugas di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Poso.
Para petugas akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan tersebut menjadi bagian dari agenda strategis nasional untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi, potensi, dan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati mengimbau seluruh masyarakat, baik pelaku usaha maupun nonpelaku usaha, untuk menerima kehadiran petugas dengan baik serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap.
Data yang diperoleh melalui Sensus Ekonomi akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta perencanaan program pemerintah yang lebih tepat sasaran.
Melalui Festival Bunga Desa 2026, Pemerintah Kabupaten Poso berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkenalkan potensi desa, serta menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap Kabupaten Poso.

Kegiatan Dinas




Kategori