• Berita
  • Terbaru
dr. Verna GM Inkiriwang, M.PSDM
Bupati Poso
Ir. Suharto Kandar
Wakil Bupati Poso
No Sampul
Hari ini, 15:20
6

Tiga Hari Semarak Festival Danau Poso 2026, Angkat Budaya Lokal dan Potensi UMKM

Oleh :
Muhammad Husni
Poso, IKP Kominfosandi - Festival Danau Poso (FDP) ke-26 Tahun 2026 bertema “The Power of Culture” resmi ditutup oleh Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., di Tentena, Sabtu malam (17/10/2026). Berlangsung selama tiga hari, 15–17 Oktober 2026, festival ini menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat serta berbagai komunitas.
Sepanjang penyelenggaraan, FDP menghadirkan Parade Bingka Lora dan Molimbu Mampake Bingka Lora, Tari Kolosal Silo Ndano, Parade Tari Danau Poso, serta Karambangan of Celebes. Gebyar Budaya Pamona turut diisi revitalisasi bahasa Pamona di sekolah, lomba tari Torompio tingkat SMA, grand final Putra-Putri Budaya Kabupaten Poso, dan program Seniman Masuk Sekolah. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi pelepasan bibit ikan melalui Malapa Ana Bau, atraksi Mampone Woto Mamongo dan Lega Mombeyawati, Kampung Tradisi, Danau Poso Fashion Culture dan pentas seni, Danau Poso Fun Run, Expo UMKM, serta Dero Umum.
Penutupan festival turut dihadiri Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Poso. Salah satu agenda yang turut menarik perhatian adalah pemilihan Putri Danau Poso 2026, dengan Gibs Davici meraih gelar Putri Danau Poso, disusul Erika Natalia dan Regina Pasariang sebagai runner-up. Malam penutupan juga dimeriahkan penampilan Sanggar Seni Towendaya asal Kabupaten Poso sebagai juara tari kreasi danau poso.
Dalam sambutannya, Bupati Poso menyampaikan bahwa Festival Danau Poso menjadi momentum penting untuk melestarikan kekayaan budaya, memperkenalkan potensi pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan wujud kecintaan terhadap budaya, alam, dan tanah Poso, sekaligus bukti bahwa kekayaan budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat citra Poso sebagai daerah yang damai, terbuka, dan penuh potensi.
Bupati menjelaskan bahwa tema “The Power of Culture” mengandung makna bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu yang perlu dilestarikan, tetapi juga kekuatan yang mampu menginspirasi, menyatukan, dan menggerakkan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, komunitas, generasi muda, dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan Danau Poso dan kawasan sekitarnya. “Mari kita wariskan kepada generasi mendatang Danau Poso yang tetap indah, bersih, lestari, dan membanggakan,” ujarnya. Bupati menegaskan, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan perlindungan warisan budaya.
Selain itu, Bupati meminta seluruh perangkat daerah dan panitia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan festival, mulai dari hal-hal yang telah berjalan baik hingga tantangan yang dihadapi. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan agar penyelenggaraan Festival Danau Poso pada tahun-tahun mendatang semakin berkualitas, memiliki jangkauan promosi yang lebih luas, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, serta memperkuat kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan pembangunan daerah.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Poso, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Pariwisata RI, unsur Forkopimda, sponsor, mitra kerja, panitia, seniman dan budayawan, tokoh adat, komunitas, pelaku UMKM, insan pers, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada masyarakat Tentena dan sekitarnya atas keramahan, partisipasi, dan semangat kebersamaan dalam menyambut para tamu dan pengunjung. Bupati turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.
“Berakhirnya Festival Danau Poso ke-26 bukanlah akhir dari perjuangan kita untuk melestarikan budaya dan membangun pariwisata,” tegas Bupati.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memelihara semangat Sintuwu Maroso, menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan, pariwisata sebagai penggerak ekonomi, dan pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan demikian, Festival Danau Poso diharapkan terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak pariwisata dan pembangunan Kabupaten Poso.

Pemerintah




Kategori