• Berita
  • Terbaru
No Sampul
Kemarin, 23:17
3

Wabup Poso Hadiri FGD Pengembangan Ekonomi Kakao Sulawesi di Makassar

Oleh :
Muhammad Husni
Poso, IKP Kominfosandi – Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao Wilayah Sulawesi yang digelar di Makassar, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pacu Akselerasi Akses Keuangan, Ekonomi Daerah Meningkat” dan turut didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso.
FGD tersebut bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh terkait potensi dan tantangan pengembangan komoditas kakao sebagai penggerak ekonomi daerah di Sulawesi, sekaligus merumuskan solusi dan strategi dalam menjawab berbagai kendala di sektor tersebut.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, Arif Machfoed, serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian pertanian Ri, Kementerian perdagangan Ri, pemerintah daerah se-Sulawesi, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan industri jasa keuangan, serta perwakilan asosiasi, pelaku usaha, dan akademisi baik secara luring maupun daring.
Dalam paparannya, Arif Machfoed menjelaskan bahwa komoditas kakao merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya dukungan sektor jasa keuangan dalam memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha kakao, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun Sulawesi menjadi pusat produksi kakao nasional, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti produktivitas yang belum optimal, keterbatasan peremajaan tanaman, serta rendahnya nilai tambah akibat dominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ekosistem keuangan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah.
Diketahui, Sulawesi berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produksi kakao nasional, dengan wilayah utama meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi industri cokelat, serta penguatan rantai nilai komoditas.
Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, menjadi salah satu daerah penghasil kakao unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Bahkan, penguatan ekosistem kakao di Poso telah menjadi bagian dari program pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Poso menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Poso berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan kakao sebagai komoditas strategis daerah.
“Pengembangan kakao di Kabupaten Poso tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas, nilai tambah, serta kesejahteraan petani. Kami terus mendorong penguatan akses pembiayaan, pendampingan teknis, serta hilirisasi agar kakao Poso mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kakao yang berkelanjutan dan inklusif.
“Kami berharap melalui forum ini, lahir langkah-langkah konkret yang dapat menjawab tantangan di lapangan, sekaligus membuka peluang investasi dan akses pasar yang lebih luas bagi petani kakao di daerah, termasuk di Kabupaten Poso,” tambahnya.
FGD ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran komoditas kakao sebagai pilar utama pengembangan ekonomi daerah di wilayah Sulawesi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.




Kategori