Bupati Poso Resmikan Gereja Katolik Santo Yoseph Maholo, Perkuat Nilai Iman dan Kerukunan
Oleh :
Muhammad Husni
Poso, IKP Kominfosandi – Suasana khidmat menyelimuti wilayah Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, pada Sabtu (25/4/2026). Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM, bersama Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estepanus Rolly Untu, M.S.C., menghadiri sekaligus memimpin prosesi penahbisan dan peresmian Gedung Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Maholo.
Perayaan liturgi diawali dengan perarakan yang melibatkan wiruk, salib, para petugas pastoral, panitia pembangunan, donatur, jajaran pemerintah para pastor, diakon, dan Uskup. Seluruh umat dan undangan telah berkumpul di depan gereja baru yang megah tersebut.
Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Ketua Stasi Santo Yoseph Maholo menyampaikan ucapan selamat datang dan permohonan kepada Uskup untuk menahbiskan gedung gereja serta kepada Bupati untuk meresmikannya. “Atas nama seluruh umat Kuasi Paroki Kristus Raja Damai Lore-Napu, khususnya Stasi Santo Yoseph Maholo, kami memohon kerelaan Yang Mulia Bapa Uskup untuk menahbiskan dan Ibu Bupati untuk meresmikan gereja ini. Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak, terutama Keluarga Besar Kawanua Katolik,” ujar Ketua Stasi.
Uskup Mgr. Rolly Untu dalam kata pengantarnya menyampaikan sukacita dan apresiasi yang mendalam kepada umat, panitia, dan para donatur, khususnya Kawanua Katolik Jakarta, yang telah berjuang membangun rumah ibadah ini. “Dengan penuh sukacita kami menerima permohonan ini. Mari kita satukan hati memohon berkat Tuhan atas rumah kediaman-Nya ini, tempat kita bersatu dengan Dia dan sebagai satu keluarga Allah,” tutur Uskup.
Bupati Poso dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian gereja ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting bagi pembangunan spiritual dan moral masyarakat.
“Organisasi gereja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pilar pembangunan. Kehadirannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan sosial dalam membentuk karakter masyarakat yang berintegritas,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus diimbangi dengan pembangunan spiritual. Menurutnya, nilai-nilai keimanan yang kuat akan melahirkan masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan, kita optimis dapat mewujudkan masyarakat Kabupaten Poso yang rukun, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pembangunan, umat Katolik, dan semua pihak yang berkontribusi, terutama semangat gotong royong yang kuat. Ia menilai gereja ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol iman, persatuan, dan harapan yang akan menjadi sumber kedamaian serta kekuatan rohani.
Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Poso, para pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Katolik dari berbagai wilayah, khususnya Kecamatan Lore Timur. Perayaan ekaristi berlangsung khusyuk dan penuh sukacita.
Peresmian Gereja Katolik Santo Yoseph Maholo ini menjadi bukti nyata kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama di Kabupaten Poso, sejalan dengan semangat Sintuwu Maroso yang berarti “kita semua bersaudara”
Terbaru Lainnya
Trending
Kategori