Gerakan Tanam Perdana PM-AAS di Poso, Dorong Modernisasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani
Oleh :
Muhammad Husni
Poso, IKP Kominfosandi - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Poso dan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar Gerakan Tanam Perdana Padi Program Budidaya Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Senin (31/8/2026).
Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Puselemba. Gerakan tanam ini menjadi tonggak awal penerapan sistem budidaya pertanian modern di Kabupaten Poso, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah yang juga menjabat sebagai Direktur Wilayah (Dirwil) Provinsi Sulawesi Tengah Kementerian Pertanian, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., menegaskan bahwa Program PM-AAS bukan sekadar kegiatan tanam padi, melainkan bagian dari transformasi menuju sistem pertanian yang lebih maju, terukur, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido, Sp.PK., M.Kes Menyampaikan bahwa penerapan pertanian modern merupakan langkah penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata wagub, terus mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan agar teknologi dan inovasi pertanian dapat diterapkan secara nyata di tingkat petani.
Menurutnya, modernisasi pertanian harus memberikan manfaat langsung bagi petani, baik melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya dan waktu, maupun peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penerapan teknologi perlu diikuti dengan pendampingan dan penguatan kapasitas petani agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Ir. Heningsih E.G. Tampai, M.Si, membacakan sambutan tertulis Bupati Poso, menyampaikan bahwa gerakan tanam padi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan produksi pertanian, memperluas areal tanam, mengoptimalkan lahan pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
"Teknologi harus hadir untuk membantu petani. Teknologi harus membuat pekerjaan petani menjadi lebih mudah, dan yang paling penting, modernisasi pertanian pada akhirnya harus meningkatkan kesejahteraan petani," demikian bunyi sambutan Bupati Poso yang dibacakan Sekda.
Sambutan tersebut juga mengajak seluruh petani di Kabupaten Poso untuk tidak takut terhadap perubahan dan teknologi, serta menegaskan bahwa modernisasi pertanian harus tetap menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek penerima teknologi.
Bupati Poso melalui sambutannya turut menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian dan kelompok tani yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan petani, serta berharap Kabupaten Poso dapat menjadi salah satu daerah yang semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Tengah dan Indonesia.
Melalui Gerakan Tanam Perdana PM-AAS ini, Pemerintah Kabupaten Poso berkomitmen terus mendukung program peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta perluasan akses petani terhadap teknologi guna mewujudkan pertanian yang maju, modern, produktif, dan mensejahterakan masyarakat.
Pemerintah
Terbaru Lainnya
Trending
Kategori