• Berita
  • Terbaru
dr. Verna GM Inkiriwang, M.PSDM
Bupati Poso
Ir. Suharto Kandar
Wakil Bupati Poso
No Sampul
Hari ini, 12:23
9

Bupati Poso Dorong Pelaku UMKM Berani Ekspor, Manfaatkan Peluang Pasar Global

Oleh :
Muhammad Husni




Foto : Bupati Poso Dorong Pelaku UMKM Berani Ekspor, Manfaatkan Peluang Pasar Global

 

Palu, IKP Kominfosandi – Bupati Poso dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., menghadiri Deklarasi Gerakan 1000 Pelaku Usaha BERANI Ekspor yang digagas Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Kementerian UMKM, di Hotel BW Coco, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong pelaku usaha daerah untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Bagi Kabupaten Poso, gerakan ini membuka peluang bagi berbagai produk unggulan daerah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global.
Bupati Poso menilai potensi usaha masyarakat Poso cukup beragam dan perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas, sertifikasi, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar. Keberanian untuk masuk ke pasar ekspor, menurutnya, perlu dibarengi dengan kesiapan produk dan penguatan kapasitas UMKM.
Bupati juga mengarahkan agar pelaku UMKM di Kabupaten Poso dapat mulai melihat peluang pasar yang lebih luas dengan memanfaatkan berbagai program dan fasilitas pemerintah, termasuk akses pembiayaan, pendampingan, serta jejaring pemasaran. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, dunia pendidikan dan sektor swasta dinilai penting untuk mendorong UMKM Poso naik kelas.
Dalam deklarasi tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.
, berharap jalur penerbangan internasional Palu–Guangzhou dapat menjadi pintu baru bagi produk-produk Sulawesi Tengah untuk menembus pasar global.
“Hari ini UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata,” ucap Gubernur Anwar Hafid.
Menurutnya, sejumlah UMKM di Sulawesi Tengah telah mampu mengekspor produk dan menembus pasar luar negeri. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha di kabupaten dan kota untuk berani memasuki pasar ekspor.
“Kalau UMKM berani (ekspor), insyaallah Sulteng ini maju,” tegasnya.
Sulawesi Tengah sendiri memiliki beragam komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk pasar global, antara lain sarang burung walet, durian, kakao, kelapa, serta produk perikanan seperti tuna dan kepiting bakau.
Data Badan Karantina Indonesia periode Januari–September 2026 mencatat ekspor kelapa bulat asal Sulawesi Tengah mencapai 39,15 juta kilogram dengan tujuan Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam. Sementara bungkil kelapa mencapai 8,98 juta kilogram dengan tujuan India.
Di sektor perikanan, ekspor kerang dara tercatat 60.310 kilogram dan ikan tuna sebanyak 23.676 kilogram. Sementara durian asal Parigi Moutong telah menembus pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang komoditas Sulawesi Tengah di pasar internasional. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong pelaku usaha di masing-masing wilayah untuk mengidentifikasi komoditas potensial sekaligus mempersiapkan produk agar memenuhi persyaratan pasar tujuan.
“Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi,” tandas Gubernur.
Kemudahan akses ekspor tersebut diharapkan dapat didukung dengan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari produksi, pemenuhan standar, karantina, logistik hingga akses pasar internasional.
Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si.
, mendorong pembentukan Klinik Ekspor sebagai wadah pendampingan bagi UMKM dalam memahami akses pasar global, memenuhi standar negara tujuan, hingga meningkatkan kesiapan produk.
“Kami akan bentuk BERANI Ekspor dalam bentuk klinik ekspor,” ujar Abdul Kadir Karding.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya optimalisasi berbagai instrumen pendukung, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar semakin banyak UMKM dapat berkembang dan naik kelas menjadi pelaku ekspor.
“Kalau kita bisa memanfaatkan peran dan wewenang kita dengan baik, maka UMKM kita pasti maju,” imbuhnya.
Bagi Kabupaten Poso, momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk semakin memperkuat pembinaan UMKM dan mengidentifikasi produk-produk potensial daerah yang dapat dikembangkan menuju pasar yang lebih luas. Bupati Poso juga mengajak pelaku usaha untuk tidak berhenti pada produksi, tetapi mulai mempersiapkan produk agar memiliki nilai tambah, standar kualitas, dan daya saing untuk memasuki pasar nasional maupun internasional.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.
, M.Kes., para bupati dan wali kota, pejabat utama Barantin, Kementerian UMKM dan Kemendes PDT, serta pelaku usaha dan asosiasi.

Pemerintah




Kategori