Wabup Poso dan PLN Tinjau Kondisi Danau Poso, Antisipasi Penurunan Muka Air
Oleh :
Muhammad Husni
Poso, IKP Kominfosandi – Pemerintah Kabupaten Poso bersama PT PLN (Persero) melakukan peninjauan langsung kondisi Danau Poso di Kecamatan Pamona Utara, Sabtu (5/9/2026). Peninjauan dihadiri langsunv Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar bersama Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvari Marimbo, untuk melihat perkembangan muka air dan ketersediaan air yang menjadi salah satu sumber utama operasional PLTA Poso.
Peninjauan dilakukan menyusul penurunan debit Sungai Poso dan inflow Danau Poso dalam beberapa waktu terakhir dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila penurunan muka air berlanjut, dapat memengaruhi pola operasi pembangkit dan kemampuan produksi energi listrik.
Sebelum menuju Danau Poso, rombongan terlebih dahulu meninjau dan menginventarisasi kondisi PLTD di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota. Selanjutnya, rombongan menuju kawasan Danau Poso untuk melihat kondisi muka air sekaligus berdiskusi dengan pihak PT Poso Energy terkait perkembangan debit air dan dampaknya terhadap operasional PLTA Poso.
Turut dalam peninjauan tersebut Senior Manager Pembangkitan PT PLN (Persero) Sigit Hardjono, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palu I Made Agus Ademerta, Manager ULP Poso Satria, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Poso dan PLN.
Dari hasil peninjauan dan pembahasan, diketahui muka air Danau Poso mengalami penurunan dengan tren rata-rata sekitar 2 sentimeter per hari. Kondisi ini perlu diantisipasi karena berdasarkan prakiraan BMKG, periode puncak musim kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.
Apabila tren tersebut terus berlangsung, muka air Danau Poso diperkirakan dapat kembali turun sekitar 20 sentimeter, yang berpotensi mendekati bahkan menembus batas elevasi yang diizinkan. Hal ini dapat memengaruhi ketersediaan air sebagai sumber pembangkitan PLTA Poso dan pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan produksi serta kestabilan pasokan listrik.
Meski kondisi saat ini belum menunjukkan penurunan seperti yang terjadi pada 2023, potensi penurunan lebih lanjut tetap menjadi perhatian. Terlebih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga November–Desember 2026 dan curah hujan tidak mengalami peningkatan signifikan, kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi keberlangsungan operasional PLTA Poso hingga 2027.
Sebagai langkah mitigasi, PT Poso Energy sebelumnya telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan memanfaatkan teknologi drone untuk membantu meningkatkan inflow dan mempertahankan elevasi Danau Poso. Dari pelaksanaan tersebut dilaporkan terjadi hujan di wilayah sasaran maupun sekitarnya, meski efektivitas TMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan.
Karena itu, pemantauan kondisi Danau Poso akan terus dilakukan, meliputi elevasi muka air, debit Sungai Poso, inflow dan outflow, serta perkembangan curah hujan dan prakiraan cuaca. Koordinasi antara PT Poso Energy, PLN, Pemkab Poso, BMKG, dan instansi teknis terkait dinilai penting untuk memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi penurunan muka air lebih lanjut.
Dari sisi ketahanan energi, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Apabila kemampuan pembangkitan PLTA Poso mengalami penurunan signifikan, PLN berpotensi melakukan pengaturan beban sistem kelistrikan guna menjaga keseimbangan dan kestabilan pasokan listrik.
Pemerintah Daerah Kabupaten Poso terus berupaya melakukan pemantauan serta mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kondisi tersebut. Namun, upaya pelestarian Danau Poso membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat. Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan kelestarian Danau Poso menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan sumber daya air sekaligus menjaga keberlangsungan energi dan kehidupan masyarakat di sekitarnya
Pemerintah
Terbaru Lainnya
Trending
Kategori